Beranda > Green, Uncategorized > Hello world!

Hello world!

“Global Warming”

begitu sering kita mendengar kata “Global Warming” yang sudah tidak asing lagi ditelinga kita.

saya ucapkan selamat hari BUMI,, Hari Bumi????

kita simak yuk liputan berikut ini :

Bukan sekedar ucapan dan memperingati, tapi mari kita wujudkan dalam tindakan. Tindakan adalah berjuang untuk kelanjutan bumi dan kepekaan rasa memiliki, bukan sekedar berteriak dan melakukan demonstrasi di jalanan. “Contoh” lebih penting daripada kata-kata, karena langsung mengena pada sasaran, yaitu pada mereka yang merasa masih memiliki hati nurani untuk kelangsungan seluruh spesies di bumi.

.

Kepedulian dan rasa hormat pada lingkungan, minimal dimulai dari lingkungan sekitar. Memang hanya merupakan usaha kecil, tapi sangat berarti bagi kelestarian lingkungan. Bumi berteriak gersang, tapi tak ada yang peduli dengan penghijauan. Ketika hutan dibabat, banjir merajalela di seluruh pelosok, ribuan nyawa melayang, tapi manusia tak pernah jera. Manusia tak pernah berpikir bahwa bumi adalah istana kehidupan yang sempurna bagi semua makhluk di dunia.

.

Karena keserakahan “monster kapitalisme” yang bernama “manusia”, maka terjadilah perubahan iklim dan pemanasan global. Hutan tak cukup memproduksi O2 yang mampu menyerap polusi udara, spesies makhluk lain terancam punah, permukaan laut meningkat, dan akibatnya kita kehilangan ratusan pulau. Laut, sungai dan danau pun tercemar akibat dari limbah industri dan penambangan liar. Tak ada lagi keseimbangan lingkungan. Hutan dijadikan kawasan pusat bisnis, industri dan perumahan, akibatnya hampir tak ada lagi tempat buat makhluk lain. Tanah, udara dan air tercemar, musibah di mana-mana, penyakit merajalela, manusia susah bernafas.

Jika setiap manusia sadar dan mau menanam “1 pohon saja”,  maka bumi akan terhindar dari kehancuran, species akan terhindar dari kepunahan dan kita yang berpijak di atas bumi ikut terselamatkan bersama spesies lain sebagai mata rantai kehidupan di bumi. Satu pohon bisa bermanfaat untuk seribu zaman.

.

Sekarang mulailah dari diri kita, dari lingkungan kita, jangan tunggu bumi mengatakan: Tak ada lagi yang tersisa yang bisa kuberikan buat kamu “manusia” semua telah rusak, semua sudah terenggut, semua sudah punah akibat keserakahan kamu sendiri, yang bisa kuberikan adalah bencana sepanjang tahun.

menilai aktual

13034147851093526384

Bukan sekedar ucapan dan memperingati, tapi mari kita wujudkan dalam tindakan. Tindakan adalah berjuang untuk kelanjutan bumi dan kepekaan rasa memiliki, bukan sekedar berteriak dan melakukan demonstrasi di jalanan. “Contoh” lebih penting daripada kata-kata, karena langsung mengena pada sasaran, yaitu pada mereka yang merasa masih memiliki hati nurani untuk kelangsungan seluruh spesies di bumi.

.

Kepedulian dan rasa hormat pada lingkungan, minimal dimulai dari lingkungan sekitar. Memang hanya merupakan usaha kecil, tapi sangat berarti bagi kelestarian lingkungan. Bumi berteriak gersang, tapi tak ada yang peduli dengan penghijauan. Ketika hutan dibabat, banjir merajalela di seluruh pelosok, ribuan nyawa melayang, tapi manusia tak pernah jera. Manusia tak pernah berpikir bahwa bumi adalah istana kehidupan yang sempurna bagi semua makhluk di dunia.

.

Karena keserakahan “monster kapitalisme” yang bernama “manusia”, maka terjadilah perubahan iklim dan pemanasan global. Hutan tak cukup memproduksi O2 yang mampu menyerap polusi udara, spesies makhluk lain terancam punah, permukaan laut meningkat, dan akibatnya kita kehilangan ratusan pulau. Laut, sungai dan danau pun tercemar akibat dari limbah industri dan penambangan liar. Tak ada lagi keseimbangan lingkungan. Hutan dijadikan kawasan pusat bisnis, industri dan perumahan, akibatnya hampir tak ada lagi tempat buat makhluk lain. Tanah, udara dan air tercemar, musibah di mana-mana, penyakit merajalela, manusia susah bernafas.

Jika setiap manusia sadar dan mau menanam “1 pohon saja”,  maka bumi akan terhindar dari kehancuran, species akan terhindar dari kepunahan dan kita yang berpijak di atas bumi ikut terselamatkan bersama spesies lain sebagai mata rantai kehidupan di bumi. Satu pohon bisa bermanfaat untuk seribu zaman.

.

Sekarang mulailah dari diri kita, dari lingkungan kita, jangan tunggu bumi mengatakan: Tak ada lagi yang tersisa yang bisa kuberikan buat kamu “manusia” semua telah rusak, semua sudah terenggut, semua sudah punah akibat keserakahan kamu sendiri, yang bisa kuberikan adalah bencana sepanjang tahun.

Kategori:Green, Uncategorized
  1. Maret 14, 2012 pukul 2:17 pm

    Hi, this is a comment.
    To delete a comment, just log in, and view the posts’ comments, there you will have the option to edit or delete them.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: