Beranda > Pendidikan > TEKNIS PENGGUNAAN DANA ALOKASI KHUSUS BIDANG PENDIDIKAN (DAK) TAHUN ANGGARAN 2012 – Permendikbud No. 57 Tahun 2011-Juknis DAK TA 2012-SMP/SMPLB

TEKNIS PENGGUNAAN DANA ALOKASI KHUSUS BIDANG PENDIDIKAN (DAK) TAHUN ANGGARAN 2012 – Permendikbud No. 57 Tahun 2011-Juknis DAK TA 2012-SMP/SMPLB

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 57 TAHUN 2011 TENTANG PETUNJUK TEKNIS PENGGUNAAN DANA ALOKASI KHUSUS BIDANG PENDIDIKAN TAHUN ANGGARAN 2012 UNTUK SEKOLAH MENENGAH PERTAMA/SEKOLAH MENENGAH PERTAMA LUAR BIASA.

 

Selengkapnya, silakan unduh disini :

01. Nomor 57 Tahun 2011

02. Nomor 57 Tahun 2011 – Lampiran I

03. Nomor 57 Tahun 2011 – Lampiran II

04. Nomor 57 Tahun 2011 – Lampiran III

 

untuk SD saya posting nanti yah :)

 

 

 

 

SALINAN
MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
REPUBLIK INDONESIA
PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 57 TAHUN 2011
TENTANG
PETUNJUK TEKNIS PENGGUNAAN DANA ALOKASI KHUSUS BIDANG PENDIDIKAN TAHUN ANGGARAN 2012
UNTUK SEKOLAH MENENGAH PERTAMA/
SEKOLAH MENENGAH PERTAMA LUAR BIASA
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA,
Menimbang : a. bahwa upaya peningkatan akses dan mutu pendidikan merupakan salah satu prioritas pembangunan nasional, sehingga perlu mendorong pemerintah kabupaten/kota melakukan tindakan nyata dalam mewujudkan peningkatan akses bagi masyarakat terhadap pendidikan yang lebih berkualitas;
b. bahwa untuk membantu pemerintah kabupaten/kota mewujudkan peningkatan akses masyarakat terhadap pendidikan yang lebih berkualitas, Pemerintah mengalokasikan Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Pendidikan Tahun Anggaran 2012;
c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a dan huruf b serta dalam rangka pemanfaatan Dana Alokasi Khusus Bidang Pendidikan Tahun Anggaran 2012, perlu menetapkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Pendidikan Tahun Anggaran 2012 untuk Sekolah Menengah Pertama/Sekolah Menegah Pertama Luar Biasa (SMP/SMPLB);
2
Mengingat
:
1.
Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286);
2.
Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301);
3.
Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan UU Nomor 12 Tahun 2008 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844);
4.
Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438);
5.
Undang-Undang Nomor 22Tahun 2011 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2012, (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 113, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5254);
6.
Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 41, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 4496 );
7.
Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2005 tentang Dana Perimbangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 137, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4575);
8.
Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4578);
3
9.
Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 165, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4593);
10.
Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 20, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4609);
11.
Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2007 tentang Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kepada Pemerintah, Laporan Keterangan Kepala Daerah Kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, dan Informasi Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kepada Masyarakat (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 19, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4693);
12.
Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi, dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737);
13.
Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 89, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4741);
14.
Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2008 tentang Wajib Belajar; (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 90, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4863);
15.
Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2008 tentang Pendanaan Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 91, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4864);
16.
Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 23, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5105) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2010 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 112, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5157);
4
17.
Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 77 Tahun2011 ;
18.
Keputusan Presiden Nomor 84/P Tahun 2009 tentang Pembentukan Kabinet Indonesia Bersatu II sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Nomor 59/P Tahun 2011;
19.
Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2011 tentang Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2012;
20.
Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah;
21.
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah;
22.
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 24 Tahun 2007 tentang Standar Sarana dan Prasarana untuk Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI), Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTs), dan Sekolah Menengah Atas/Madrasah aliyah(SMA/MA);
23.
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 36 Tahun 2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pendidikan Nasional;
24.
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 15 Tahun 2010 tentang Standar Pelayanan Minimal Pendidikan Dasar di Kabupaten/Kota;
25.
Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 20 Tahun 2009 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Dana Alokasi Khusus (DAK) di Daerah sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2010;
26.
Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 22 Tahun 2011 tentang Pedoman Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2012;
5
MEMUTUSKAN:
Menetapkan : PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN TENTANG PETUNJUK TEKNIS PENGGUNAAN DANA ALOKASI KHUSUS (DAK) BIDANG PENDIDIKAN TAHUN ANGGARAN 2012 UNTUK SEKOLAH MENENGAH PERTAMA/SEKOLAH MENENGAH PERTAMA LUAR BIASA (SMP/SMPLB).
Pasal 1
DAK Bidang Pendidikan Tahun Anggaran 2012 untuk SMP/SMPLB digunakan untuk membiayai rehabilitasi ruang belajar dan pengadaan sarana peningkatan mutu pendidikan dengan proporsi:
a. rehabilitasi ruang belajar sebesar 80%; dan
b. Pengadaan sarana peningkatan mutu pendidikan sebesar 20%.
Pasal 2
(1) Rehabilitasi ruang belajar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 huruf a adalah ruang belajar yang rusak berat termasuk perabotnya.
(2) Pengadaan sarana peningkatan mutu pendidikan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 huruf b dilaksanakan sesuai kebutuhan satuan pendidikan berdasarkan pendataan dan pemetaan yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, terdiri dari:
a. Peralatan Laboratorium Ilmu Pengetahuan Alam (IPA);
b. Peralatan Laboratorium Bahasa; dan
c. Peralatan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).
Pasal 3
Penggunaan DAK bidang pendidikan Tahun Anggaran 2012 untuk SMP/SMPLB dilaksanakan sebagaimana tercantum pada lampiran I , II, dan III Peraturan Menteri ini.
Pasal 4
Kabupaten/Kota penerima DAK Bidang Pendidikan harus menyampaikan laporan pelaksanaan DAK kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
6
Pasal 5 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangannya Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia.
Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 13 Desember 2011
MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA,
TTD.
MOHAMMAD NUH
Diundangkan di Jakarta
pada tanggal 16 Desember 2011
MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA
REPUBLIK INDONESIA,
TTD.
AMIR SYAMSUDIN
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2011 NOMOR 840
Salinan sesuai dengan aslinya.
Kepala Biro Hukum dan Organisasi,
Dr. A. Pangerang Moenta, S.H.,M.H.,DFM
NIP 196108281987031003

 

 

 

 

 

1
SALINAN
LAMPIRAN I
PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 57 TAHUN 2011 TENTANG PETUNJUK TEKNIS PENGGUNAAN DANA ALOKASI KHUSUS (DAK) BIDANG PENDIDIKAN TAHUN ANGGARAN 2012 UNTUK SEKOLAH MENENGAH PERTAMA/SEKOLAH MENENGAH PERTAMA LUAR BIASA (SMP/SMPLB)
PETUNJUK TEKNIS PENGGUNAAN DANA ALOKASI KHUSUS (DAK)
BIDANG PENDIDIKAN TAHUN ANGGARAN 2012
UNTUK SEKOLAH MENENGAH PERTAMA/SEKOLAH MENENGAH PERTAMA LUAR BIASA (SMP/SMPLB)
I. KETENTUAN UMUM
Dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini yang dimaksud dengan Dana Alokasi Khusus Bidang Pendidikan yang selanjutnya disebut DAK Bidang Pendidikan adalah dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang dialokasikan kepada daerah tertentu untuk mendanai kegiatan khusus yang merupakan bagian dari program yang menjadi prioritas Nasional, khususnya untuk membiayai kebutuhan sarana dan prasarana satuan pendidikan dasar 9 (sembilan) tahun yang belum mencapai standar tertentu atau percepatan pembangunan daerah di Bidang Pendidikan dasar.
Alokasi DAK Bidang Pendidikan per daerah dan pedoman umum DAK ditetapkan oleh Menteri Keuangan. Berdasarkan penetapan alokasi dan pedoman umum DAK tersebut, Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan menyusun petunjuk teknis penggunaan DAK Bidang Pendidikan.
Alokasi DAK Bidang Pendidikan Tahun Anggaran 2012 untuk SMP/SMPLBsebesar Rp. 2.008.260.000.000,- (dua triliyun delapan miliyardua ratus enam puluh juta rupiah).Setiap kabupaten/kota penerima DAK Bidang Pendidikan Tahun Anggaran 2012 wajib menyediakan dana pendamping dari APBD minimal sebesar 10% (sepuluh persen) dari alokasi dana yang diterima.
II. KEBIJAKAN DAK BIDANG PENDIDIKAN
1. DAK Bidang Pendidikan dialokasikan untuk menunjang program wajib belajarpendidikan dasar 9 (sembilan) tahun yang bermutu dan merata.
2. Sasaran program DAK Bidang Pendidikan Tahun Anggaran 2012 untuk SMP dialokasikan bagi SMP/SMPLB negeri dan swasta.
3. DAK Bidang Pendidikan Tahun Anggaran 2012 untuk SMP/SMPLBsebesar Rp.2.008.260.000.000,- (dua triliun delapan miliar dua ratus enam puluh juta rupiah) digunakan untuk kegiatan yang meliputi:
a. rehabilitasi ruang belajartermasuk perabotnya sebesar80%dari dana yang dialokasikan; dan
2
b. peningkatan mutu pendidikan berupa pengadaan peralatan laboratorium IPA, peralatan laboratorium Bahasa dan peralatan IPSsebesar 20% dari dana yang dialokasikan.
4. Kegiatan DAK Bidang Pendidikan Tahun Anggaran 2012 untuk SMP/SMPLB digunakan untuk: 1) peningkatan prasarana yaituRehabilitasi ruang belajar termasuk perabotnya. 2) Peningkatan mutu pendidikan yang terdiri dari (a) Peralatan Laboratorium IPA; (b) Peralatan Laboratorium Bahasa; dan (c) Peralatan IPS.
5. Target yang akan dicapai dalam kegiatan DAK Bidang Pendidikan Tahun Anggaran 2012 untuk SMP/SMPLBadalah:
a. tersedianya ruang belajar dalam kondisi layak sebagai tempatterselenggaranya proses belajar mengajar;
b. Tersedianya sarana pendidikan penunjang peningkatan mutu pendidikan SMP/SMPLB.
6. Asas umum dalam pelaksanaan DAK Bidang Pendidikan Tahun Anggaran 2012 meliputi:
a. efisien, berarti pelaksanaan DAK Bidang Pendidikan harus diusahakan dengan menggunakan dana dan daya yang terbatas untuk mencapai sasaran yang ditetapkan dalam waktu sesingkat-singkatnya dan dapat dipertanggungjawabkan;
b. efektif, berarti pelaksanaan DAK Bidang Pendidikan harus sesuai dengan kebutuhan yang telah ditetapkan dan dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya sesuai dengan sasaran yang ditetapkan;
c. transparan, berarti menjamin adanya keterbukaan yang memungkinkan masyarakat dapat mengetahui dan mendapatkan informasi mengenai pengelolaan DAK Bidang Pendidikan;
d. akuntabel, berarti pelaksanaan kegiatan DAK Bidang Pendidikan dapat dipertanggungjawabkan;
e. kepatutan, yaitu penjabaran program/kegiatan DAK Bidang Pendidikan harus dilaksanakan secara realistis dan proporsional; dan
f. manfaat, berarti pelaksanaan program/kegiatan DAK Bidang Pendidikan yang sejalan dengan prioritas nasional yang menjadi urusan daerah dalam kerangka pelaksanaan desentralisasi dan secara riil dirasakan manfaatnya bagi kesejahteraan masyarakat.
III. PERENCANAAN TEKNIS
Mekanisme pengalokasian DAK Bidang Pendidikan Tahun Anggaran 2012 untuk SMP/SMPLB dilaksanakan melalui tahapan sebagai berikut:
A. Program Rehabilitasi Berat Ruang Belajar SMP.
1. Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar mengirim surat edaran kepada seluruh Dinas Kabupaten/Kota tentang program block grant rehabilitasi berat ruang belajar.
3
2. Direktorat Pembinaan SMP merekapitulasi kebutuhan rehabilitasi ruang belajar berdasarkan data sensus data pokok pendidikan tahun 2010-2011.
3. Direktorat Pembinaan SMP melakukan pemetaan sekolah yang membutuhkan rehabilitasi berat dalam rangka pemenuhan rehabilitasi baik melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) maupun APBN 2012.
4. Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar mengadakan sosialisasi dan memberikan data hasil pemetaan kepada seluruh Dinas Pendidikan Provinsi dan Kabupaten/Kota tentang program block grant rehabilitasi berat ruang belajar.
5. Direktorat Pembinaan SMP, Dinas Pendidikan Provinsi dan Kabupaten/Kota mereview dan memverifikasi data tersebut yang selanjutnya dijadikan dasar pemberian block grant.
6. Pelaksanakan DAK Bidang Pendidikan Tahun Anggaran 2012 Program Rehabilitasi Ruang Belajar menggunakan mekanisme swakelola kepada Panitia Pembangunan di Sekolah;
7. Bupati/Walikota atau pejabat yang ditunjuk, menetapkan sekolah penerima rehabilitasi berat yang dibiayai melalui DAK.
B. Program Sarana Peningkatan Mutu
1. Sekolah membuat usulan khusus untukprogram sarana peningkatan mutu pendidikan ke Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota;
2. Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota melakukan seleksi terhadap usulan dari masing-masing sekolah khusus untuk sarana peningkatan mutu pendidikan sesuai kriteria-kriteria yang ditetapkan dalam Petunjuk Teknis DAK Bidang Pendidikan Tahun Anggaran 2012 beserta peraturan pelaksanaannya. Dengan memperhatikan:
a. pemenuhan sarana pendidikan penunjang peningkatan mutu pendidikan SMP;
b. jumlah alokasi dana yang tersedia;
3. Pelaksanaan DAK Bidang Pendidikan Tahun Anggaran 2012 Program Peningkatan MutuPendidikan menggunakan mekanisme pengadaan barang/jasa dengan mengikuti Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 dan peraturan perundangan lainnya yang berlaku;
4. Bupati/Walikota atau pejabat yang ditunjuk, menetapkan sekolah penerima sarana peningkatan mutu pendidikan yang dibiayai melalui DAK.
5. Sekolah menginventarisasi barang-barang dan/atau fisik yang diperolehnya dari kegiatan DAK Bidang Pendidikan Tahun Anggaran 2012;
4
IV. KRITERIA SMP/SMPLB PENERIMA DAK BIDANG PENDIDIKAN TAHUN ANGGARAN 2012
A. Kriteria Umum:
1. Sekolah mempunyai jumlah siswa yang cenderung stabil atau meningkat.
2. Bagi sekolah swasta memiliki statusminimal terakreditasi;
B. Kriteria Khusus Sekolah penerima DAK untuk Rehabilitasi Ruang belajar:
1. Semua sekolah yang membutuhkan rehabilitasi ruang belajar dengan tingkat kerusakan berat (lebih dari45%);
2. Sekolah dibangun di atas lahan milik sendiri (milik Pemerintah atau Pemerintah Daerah untuk sekolah negeri; milik yayasan untuk sekolah swasta) yang dibuktikan dengan bukti kepemilikan berupa sertifikat atau surat kepemilikan lain yang disahkan oleh pejabat yang berwenang;
C. Kriteria Khusus Sekolah penerima DAK untuk Peralatan Laboratorium IPA, Peralatan Laboratorium Bahasa, dan Peralatan IPS:
1. Alat Laboratorium IPA, yaitu diperuntukkan bagi sekolah yang membutuhkan dan belum mempunyai alat tersebut atau jumlah alat yang dimiliki kurang dari kebutuhan, serta sekolah tersebut mempunyai Ruang Laboratorium IPA;
2. Alat Laboratorium Bahasa, yaitu diperuntukkan bagi sekolah yang membutuhkan dan belum mempunyai peralatan tersebut, sertasekolah tersebut mempunyai ruang untuk digunakan sebagai Laboratorium Bahasa;
3. Peralatan IPS, yaitu diperuntukkan untuk sekolah yang membutuhkan dan belum mempunyai peralatanIPS atau jumlah peralatan yang dimiliki kurang dari kebutuhan.
V. PENYALURAN DANA DAN PELAKSANAAN DAK BIDANG PENDIDIKAN TAHUN ANGGARAN 2012
A. Penyaluran Dana:
1. DAK Bidang Pendidikan Tahun Anggaran 2012 disalurkan dengan cara pemindahbukuan dari Rekening Kas Umum Negara (Pemerintah Pusat c.q Kementerian Keuangan) ke Rekening Kas Umum Daerah (kabupaten/kota).
2. Mekanisme dan tata cara mengenai penyaluran DAK Bidang Pendidikan Tahun Anggaran 2012 dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
5
B. Pelaksanaan
Pelaksanaan DAK Bidang Pendidikan Tahun Anggaran 2012:
1. Program Peningkatan Prasarana Pendidikan menggunakan mekanisme Swakelola oleh sekolah sesuai peratuan perundang-undangan dengan melibatkan partisipasi masyarakat sesuai dengan prinsip manajemen berbasis sekolah.
2. Program Peningkatan MutuPendidikan menggunakan mekanisme penyedia barang/jasasesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.
C. Pelaksana
1. Sekolah melaksanakan program peningkatan prasarana pendidikan dengan metode swakelola sesuai peraturan perundang-undangan.
2. Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota melaksanakan program peningkatan mutu pendidikan dengan metode penyedia barang/jasa sesuai peraturan perundang-undangan.
VI. PENGGUNAAN DAK BIDANG PENDIDIKAN TAHUN ANGGARAN 2012 UNTUK SEKOLAH MENENGAH PERTAMA/SEKOLAH MENENGAH PERTAMA LUAR BIASA (SMP/SMPLB)
A. DAK Bidang Pendidikan SMP digunakan untuk:
1. Peningkatan prasarana pendidikan yaitu rehabilitasi ruang belajartermasuk perabotnya;
2. Peningkatan mutu pendidikan:
a. Pengadaan Peralatan Laboratorium IPA
b. Pengadaan Peralatan Laboratorium Bahasa
c. Pengadaan Peralatan IPS
B. Alokasi biaya untuk masing-masing kegiatan/komponen sebagai berikut :
No.
Kegiatan/Komponen
Satuan
Alokasi Biaya
1.
Rehabilitasi Berat
Paket
Rp
90.000.000.-
2.
Peralatan Laboratorium IPA
Paket
Rp.
50.000.000,-
3.
Peralatan Laboratorium Bahasa
Paket
Rp.
125.000.000,-
4.
Peralatan IPS
Paket
Rp.
9.000.000,-
6
C. Besarnya alokasi rehabilitasi berat ruang belajar untuk tiap-tiap sekolah dapat berbeda antara satu sekolah dengan sekolah lainnya sesuai kebutuhan berdasarkan hasil pendataan.
D. Jumlah paket rehabilitasi ruang belajar yang diterima sekolah dihitung dengan cara:
Jumlah Paket =
Total kebutuhan biaya rehabilitasi untuk seluruh ruang
Alokasi biaya per paket
E. Sekolah harus memanfaatkan dana yang telah diterima secara optimal. Bila seluruh pekerjaan rehabilitasi ruang belajar yang disepakati sudah selesai tetapi masih terdapat sisa dana maka sisa dana tersebut harus digunakan untuk merehabilitasi prasarana lain sesuai prioritas sekolah.
VII. ACUAN PENGGUNAAN DAK BIDANG PENDIDIKAN TAHUN ANGGARAN 2012
1. PenggunaanDAK Bidang Pendidikan untuk SMP/SMPLB dalam rehabilitasi ruang belajar termasuk perabot mengacu pada spesifikasi teknis sebagaimana tercantum dalam Lampiran II peraturan ini. Sedangkan dalam pengadaan Peralatan Laboratorium IPA, Peralatan Laboratorium Bahasa, dan Peralatan IPS mengacu pada spesifikasi teknis sebagaimana tercantum dalam lampiran III.
2. Ketentuan sebagaimana dimaksud pada butir 1 merupakan acuan minimal dalam pelaksanaan rehabilitasi/pengadaan.
3. Penggunaan dana sebagaimana dimaksud pada butir 1 harus menghindari dan mencegah terjadinya pemborosan dan kebocoran keuangan negara, untuk itu perlu mempertimbangkan:
a. kemanfaatan dan keberdayagunaan bagi sekolah;
b. kualitas;
c. kemudahan perawatan;
d. ketersediaan bahan dan alat; dan
e. jangka waktu penggunaan (masa pakai/umur teknis).
4. Alokasi dana sebagaimana dimaksud pada angka VI huruf B butir 1 adalah merupakan harga satuan paket rehabilitasi.
5. Alokasi dana sebagaimana pada angka VI huruf Bbutir 2, 3 dan 4 merupakan besaran patokan biayatertinggi yang menjadi dasar acuan bagi pelaksana DAK Bidang Pendidikan dalam menyusun Harga Perkiraan Sendiri (HPS).
6. Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2005 tentang Dana Perimbangan, DAK Bidang Pendidikan Tahun Anggaran 2012 hanya boleh digunakan untuk membiayai kegiatan sesuai denganPetunjuk Teknis DAK Bidang Pendidikan Tahun Anggaran 2012 ini.
7
VIII. KEGIATAN-KEGIATAN YANG TIDAK DAPAT DIBIAYAI DAK DAN PEMENUHANNYA
A. Kegiatan yang tidak dapat dibiayai DAK:
1. Administrasi kegiatan;
2. Kegiatan persiapan pelaksanaan;
3. Penelitian;
4. Pelatihan; (kecuali pelatihan penggunaan alat yang disyaratkan)
5. Perjalanan dinas; dan
6. Kegiatan-kegiatan lain, seperti izin mendirikan bangunan, pembebasan tanah, pematangan lahan, dan sebagainya.
B. Pemenuhan biaya yang tidak dapat dibiayai DAK
Kegiatan-kegiatan yang tidak dapat dibiayai DAK sebagaimana dimaksud pada huruf A, dibebankan padaAPBD atau sumber pembiayaan lain sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Pembiayaan tersebut di luar dana pendamping DAK.
IX. TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB
A. Pemerintah Provinsi
1. Mengkoordinasikan sosialisasi pelaksanaan DAK bagi kabupaten/kota sebagai tindak lanjut sosialisasi di tingkat pusat dengan mengundang nara sumber dari institusi yang relevan;
2. Melaksanakan supervisi dan monitoring serta penilaian terhadap pelaksanaan DAK di kabupaten/kota; dan
3. Melaporkan hasil supervisi dan monitoring kepada Direktur Jenderal Pendidikan Dasar, u.p. Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Pertama.
B. Pemerintah Kabupaten/Kota
1. Menganggarkan dana pendamping dalam APBD sekurang-kurangnya 10% (sepuluh persen) dari besaran alokasi DAK yang diterimanya, sesuai dengan Pasal 61 ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2005 tentang Dana Perimbangan;
2. Menyediakan anggaran/dana biaya umum untuk kegiatan perencanaan, sosialisasi, pengawasan, biaya lelang, IMB, dan biaya operasional lainnya sesuai dengan kebutuhan;
3. Menetapkan nama-nama SMP penerima DAK Bidang Pendidikan Tahun Anggaran 2012 dalam Keputusan Bupati/Walikota dan salinannya disampaikan kepada Direktur JenderalPendidikan Dasar up. Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Pertama untuk SMP, serta Kepala Dinas Pendidikan Provinsi setempat;
4. Bertanggung jawab terhadap pelaksanaan program DAK di tingkat kabupaten/kota;
8
C. Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota
1. Membuat rencana alokasi jumlah SMP yang akan menerima program DAKtahun 2012 dengan mempertimbangkan data kebutuhan yang terbaru;
2. Membentuk Tim Teknis untuk melakukan pemetaan dan pendataan kondisi prasarana sekolah dan sarana penunjang peningkatan mutu pendidikan di sekolah;
3. Melakukan sosialisasi kegiatan DAK bidang pendidikan kepada seluruh sekolah.
4. Mengusulkan nama-nama SMPsasaran Program Peningkatan Prasarana Pendidikan Tahun 2012 kepada Kepala Daerah Kabupaten/Kota, berdasarkan hasil pendataan dan pemetaan;
5. Melaksanakan kegiatan pengadaan barang/jasa sesuai dengan Peraturan Presiden nomor 54 Tahun 2010 dan perundang-undangan yang berlaku untuk pengadaan sarana peningkatan mutu pendidikan;
6. Membentuk Tim Pendukung dan Panitia Penerima Hasil Pekerjaan;
7. Melaksanakan monitoring dan evaluasi serta menyusun pelaporan kegiatan DAK dengan mengacu pada Surat Edaran Bersama Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Menteri Keuangan, dan Menteri Dalam Negeri Nomor 0239/M.PPN/11/2008, SE 1722/MK 07/2008, 900/3556/SJ Tanggal 21 November 2008 perihal Petunjuk Pelaksanaan Pemantauan Teknis Pelaksanaan dan Evaluasi Pemanfaatan DAK;
8. Menggandakan Petunjuk Teknis Pelaksanaan Program DAK Bidang Pendidikan tahun 2012 yang telah ditetapkan Mendikbuddan mendistribusikan kepada seluruh sekolah penerima Program DAK tahun 2012;
9. Melaporkan penggunaan DAK Bidang Pendidikan Tahun Anggaran 2012 kepada Dinas Pendidikan Provinsi dan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar up. Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Pertama.
D. Dewan Pendidikan Kabupaten/Kota
Dewan Pendidikan Kabupaten/Kota melakukan tugas dan fungsi sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan. Dalam konteks program DAK Bidang Pendidikan Tahun Anggaran 2012, Dewan Pendidikan Kabupaten/Kota memiliki tugas dan tanggungjawab melakukan pengawasan dalam rangka transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan DAK Bidang Pendidikan di tingkat kabupaten/kota.
9
E. Satuan Pendidikan
1. Mengangkat Panitia Pembangunan Sekolah yang bertugas melaksanakan rehabilitasi ruang belajar;
2. Mencatat hasil DAK bidang pendidikan sebagai inventaris sekolah;
3. Memanfaatkan bangunan/barang hasil DAK untuk menunjang kegiatan belajar mengajar;
4. Merawat dan memelihara bangunan/barang hasil DAK.
F. Komite Sekolah
Komite Sekolah melakukan tugas dan fungsi sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nomor 044 Tahun 2002 tentang Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah. Dalam konteks DAK Bidang Pendidikan Tahun Anggaran 2012, Komite Sekolah memiliki tugas dan tanggung jawab melakukan pengawasan dalam rangka transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan DAK Bidang Pendidikan di tingkat sekolah.
G. Panitia Pembangunan Sekolah
1. Memilih dan menetapkan Kepala Pelaksana;
2. Melaksanakan program rehabilitasi ruang belajar dengan mekanisme swakelola sesuai panduan DAK 2012;
3. Mengadministrasikan dan mendokumentasikan segala kegiatan berkenaan dengan kegiatan rehabilitasi, baik administrasi keuangan maupun teknis. Buku-buku yang digunakan untuk mencatat keluar masuknya dana dan dokumentasi lainnya harus berada di sekolah dan dapat dilihat sewaktu-waktu oleh semua anggota masyarakat;
4. Menyusun laporan teknis dan mempertanggungjawabkan realisasi penggunaan dana dan pelaksanaan rehabilitasi ruang sekolah yang menggunakan dana tersebut serta hasil pembangunan kepada seluruh anggota masyarakat, Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota.
X. PELAPORAN, PEMANTAUAN, EVALUASI, DAN SANKSI
A. Pelaporan
Laporan pelaksanaan DAK Bidang Pendidikan Tahun Anggaran 2010 dilakukan secara berjenjang, mulai dari laporan panitia tingkat sekolah,kepala sekolah, laporan kab/kota, dan laporan pusat.
10
1. Laporan Tingkat Sekolah
a. Ketua Panitia Pembangunan Sekolah(P2S) membuat laporan bulanan dan laporan akhir.
1) Laporan Bulanan
Laporan bulanan meliputi laporan keuangan dan laporan fisik dengan menggunakan format sebagaimana terlampir.
2) Laporan Akhir:
Laporan akhir meliputi laporan keuangan dan laporan fisik dengan menggunakan format sebagaimana terlampir disertai dengan uraian masalah yang dihadapi dan solusi yang ditempuh, serta melampirkan foto hasil pembangunan/ rehabilitasi (0%), (50%), dan (100%) pelaksanaan kegiatan. Di dalam laporan akhir, agar disertakan juga file foto kegiatan dalam CD.
b. Laporan ketua P2S disampaikan kepada Kepala Sekolah.
2. Laporan Kepala Sekolah
Berdasar laporan panitia, Kepala Sekolah menyusun laporan bulanan dan laporan akhir untuk disampaikan kepada Bupati/Walikota melalui Dinas Pendidikan;
3. Laporan Kabupaten/kota
a. Bupati/walikota menyusun laporan triwulanan yang memuat laporan pelaksanaan kegiatan dan penggunaan DAK Bidang Pendidikan kepada:
1) Menteri Keuangan
2) Menteri Pendidikan dan Kebudayaan
3) Menteri Dalam Negeri
b. Penyampaian laporan triwulan sebagaimana dimaksud huruf (a) dilakukan selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari setelah triwulan yang bersangkutan berakhir.
c. Rincian pelaporan sebagaimana dimaksud huruf (a) mengacu pada ketentuan yang tercantum dalam Surat Edaran Bersama Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Menteri Keuangan, dan Menteri Dalam Negeri Nomor 0239/M.PPN/11/2008, SE 1722/MK 07/2008, 900/3556/SJ Tanggal 21 November 2008 perihal Petunjuk Pelaksanaan Pemantauan Teknis Pelaksanaan dan Evaluasi Pemanfaatan Dana Alokasi Khusus (DAK).
11
B. Pemantauan, Evaluasi, dan Pengawasan
1. Pemantauan dan Evaluasi
Pemantauan dan evaluasi pelaksanaan DAK Bidang Pendidikan dilakukan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota serta institusi lain sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam Surat Edaran Bersama Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Menteri Keuangan, dan Menteri Dalam Negeri Nomor 0239/M.PPN/11/2008, SE 1722/MK 07/2008, 900/3556/SJ Tanggal 21 November 2008 perihal Petunjuk Pelaksanaan Pemantauan Teknis Pelaksanaan dan Evaluasi Pemanfaatan Dana Alokasi Khusus (DAK).
2. Pengawasan.
Pengawasan fungsional/pemeriksaan tentang pelaksanaan kegiatan dan administrasi keuangan program DAK Bidang Pendidikan Tahun Anggaran 2012 dilaksanakan oleh Inspektorat Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Inspektorat Daerah.
C. Sanksi
1. Setiap orang atau sekelompok orang di setiap tingkat pelaksana (Kabupaten/Kota, Sekolah, masyarakat) yang melakukan tindakan penyalahgunaan, dan/atau penyimpangan pelaksanaan kegiatan dan keuangan sebagaimana tertuang dalam petunjuk teknis ini serta peraturan perundang-undangan yang terkait, ditindak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
2. Pemerintah kabupaten/kota yang melakukan kegiatantidak berpedoman pada petunjuk teknis ini serta peraturan perundangan lain yang terkait, dipandang sebagai penyimpangan yang akan dikenai sanksi hukum.
XI. KETENTUAN LAIN
1. Bagi Daerah yang terkena dan/atau dalam hal terjadi bencana alam, dana DAK Bidang Pendidikan dapat digunakan secara keseluruhan sesuai dengan kebutuhan daerah terkait dengan bidang pendidikan, setelah mengajukan usulan perubahan dan mendapat persetujuan tertulis dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.
2. Bencana alam sebagaimana dimaksud pada angka 1 merupakan bencana alam yang dinyatakan secara resmi oleh kepala daerah setempat.
12
3. Mekanisme pengajuan usulan kegiatan tersebut adalah sebagai berikut:
a. Pemerintah kabupaten/kota mengajukan usulan perubahan kegiatan kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dengan tembusan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar.
b. Berdasarkan pertimbangan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan memberikan surat rekomendasi kepada pemerintah Kabupaten/Kota untuk melakukan perubahan kegiatan tersebut.
MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA,
TTD.
MOHAMMAD NUH
Salinan sesuai dengan aslinya.
Kepala Biro Hukum dan Organisasi,
Dr. A. Pangerang Moenta, S.H.,M.H.,DFM
NIP 196108281987031003

 

 

 

1
SALINAN
LAMPIRAN II
PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 57 TAHUN 2011 TENTANG PETUNJUK TEKNIS PENGGUNAAN DANA ALOKASI KHUSUS (DAK) BIDANG PENDIDIKAN TAHUN ANGGARAN 2012 UNTUK SEKOLAH MENENGAH PERTAMA/SEKOLAH MENENGAH PERTAMA LUAR BIASA (SMP/SMPLB)
REHABILITASI BERAT RUANG BELAJAR UNTUK SMP/SMPLB
I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Peningkatan mutu pendidikan dan pemerataan kesempatan belajar pada jenjang pendidikan dasar dan menengah dapat dicapai apabila didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai.
Seiring dengan upaya pemerintah untuk terus meningkatkan pelayanan di bidang akses dan mutu SMP, masih banyak sekolah-sekolah yang saat ini dilaporkan dalam kondisi rusak dan kurang memenuhi syarat. Data tahun 2010 menunjukkan bahwa 298.268 ruang belajar pada 31.183 SMP baik negeri ataupun swasta yang ada di Indonesia, tercatat kurang lebih 14.23% dalam keadaan rusak berat. Kondisi ruang-ruang kelas tersebut kurang lebih juga memberikan gambaran umum kondisi fisik sarana dan prasarana SMP yang bersangkutan.
Dalam rangka menunjang pelaksanaan program Wajar Dikdas 9 Tahun yang Bermutu, Pemerintah Republik Indonesia, mengalokasikan Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang pendidikan untuk rehabilitasi ruang belajar bagi sekolah yang memenuhi syarat.
B. Tujuan
Tujuan kebijakan penggunaan DAK bidang pendidikan ini adalah:
1) Mewujudkan pengelolaan pendidikan yang transparan, profesional dan akuntabel;
2) Mewujudkan pelibatan masyarakat secara aktif dalam kegiatan pendidikan;
3) Mendorong adanya pengawasan langsung dari masyarakat;
4) Menggerakkan roda perekonomian masyarakat bawah melalui jalur pendidikan.
2
C. Sasaran
Sasaran program DAK bidang pendidikan ini adalah Sekolah Menengah Pertama/Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa (SMP/SMPLB) negeri dan swasta.
II. PENDANAAN
A. Peruntukan Dana
Sekolah penerima DAK untuk rehabilitasi, dana yang diterima hanya bolehuntuk merehabilitasi ruang belajar:
Besarnya dana swakelola yang dialokasikan untuk tiap-tiap sekolah dapat berbeda antara satu sekolah dengan sekolah yang lain dan disesuaikan dengan besaran kegiatan rehabilitasi yang disetujui berdasar tingkat kerusakan yang terjadi di sekolah.
B. Pengelolaan Dana
Sebagai bentuk pertanggungjawaban dan akuntabilitas pengelolaan dana, sekolah penerima DAK berkewajiban membuat laporan, baik pada saat penerimaan dana bantuan, realisasi pemanfaatan dana, dan perkembangan pelaksanaan serta hasil rehabilitasi. Laporan tersebut disampaikan ke Bupati/Walikota u.p Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota.
Pengelolaan dana sepenuhnya menjadi tanggung jawab sekolah. Pada prinsipnya kegiatan pengelolaan dana mencakup pencatatan penerimaan dan pengeluaran uang sehingga memudahkan proses pelaporan dan pengawasan penggunaan dana. Adapun pengelolan dana antara lain meliputi :
1. Pembukuan
a. Setiap transaksi harus didukung dengan bukti yang sah.
b. Bukti pengeluaran uang dalam sejumlah tertentu harus dibubuhi materai yang cukup, sesuai dengan ketentuan tentang bea materai.
c. Dalam bukti pengeluaran harus jelas uraian mengenai barang/jasa yang dibayar, tanggal, dan nomor bukti.
d. Realisasi pengadaan barang, dan Jasa yang diterima tidak boleh lebih kecil dari uang yang yang dikeluarkan.
e. Seluruh penerimaan dan pengeluaran uang agar dicatat/dibukukan dalam buku penerimaan dan pengeluaran.
f. Semua transaksi baik penerimaan maupun pengeluaran dibukukan/dicatat sesuai urutan kejadiannya.
g. Setiap akhir bulan, buku tersebut ditutup, dihitung saldonya, dicocokkan dengan saldo fisik uang yang ada, baik di kas atau di bank.
h. Buku harian ditulis, penulisan rapih, lengkap dan bersih.
i. Memenuhi semua ketentuan dalam pengelolaan keuangan termasuk di dalamnya peraturan pajak yang berlaku.
3
Tata cara pengelolaan keuangan P2S secara garis besar yang meliputi: pembukuan keuangan, pengelompokan jenis pengeluaran, cara pengisian buku kas Umum, rekapitulasi pengeluaran, laporan keuangan dan pengarsipan dokumen keuangan.
2. Dokumen Pendukung Pembukuan
a. Kuitansi/tanda bukti pembayaran/nota/bon asli dari pihak yang menerima pembayaran.
b. Bukti transaksi keuangan lainnya.
c. Semua dokumen yang ditandatangani P2S harus distempel oleh sekolah.
3. Saldo Pembukuan
Dana yang belum dibutuhkan harus tetap disimpan di Bank, tidak boleh dipindahkan pada rekening lain atau disimpan lain. Jumlah saldo pembukuan setiap harinya tidak lebih dari Rp. 5 juta.
III. PELAKSANAAN PEKERJAAN
A. Persiapan Pelaksanaan Pekerjaan
Sambil menunggu cairnya dana, sekolah segera melakukan persiapkan pelaksanaan rehabilitasi, antara lain :
1. Mempelajari buku panduan pelaksanaan dan teknis secara lebih seksama dan menyiapkan format-format administrasi, keuangan dan teknis pelaksanaan serta pelaporan;
2. Membuat papan informasi, dengan ketentuan sebagai berikut :
3. Papan informasi ukuran minimal 80 x 120 cm.
4. Papan Informasi dipasang/ditempatkan disekitar lokasi pekerjaan, mudah dilihat oleh masyarakat/pihak yang berkepentingan dan tidak terkena/tertimpa air hujan, serta tidak rusak selama pelaksanaan.
5. Papan Informasi paling tidak memuat hal-hal sbb:
a) Lokasi pembangunan pada peta site plan sekolah,
b) Informasi tentang jenis program, besar dana dan sumber dana,
c) Informasi tentang progres pelaksanaan rehabilitasi,
d) Bagan organisasi Panitia dilengkapi dengan nama-nama anggotanya,
e) Gambar kerja dan rencana biayanya,
f) Jadwal pelaksanaan pekerjaan dan rencana kerja.
4
6. Mengecek harga bahan, alat bantu kerja dan pemilihan tenaga kerja yang terdiri atas, mandor, tukang dan pekerja.
7. Membuat rencana keselamatan lingkungan saat pekerjaan rehabilitasi dilaksanakan
Dana yang diperlukan untuk pembiayaan kegiatan persiapan harus disediakan oleh sekolah dan tidak boleh dibebankan kepada DAK yang diterima oleh sekolah. Pelaksanaan pekerjaan harus segera dimulai setelah DAK dari pemerintah diterima oleh sekolah.
B. Pelaksanaan rehabilitasi
Langkah-langkah yang perlu dilakukan oleh sekolah pada saat pelaksanaan pekerjaan antara lain:
1. Mencairkan dana dari rekening sekolah sesuai dengan kebutuhan rehabilitasi dan jadual kerja yang telah dibuat;
2. Melaksanakan rehabilitasi sesuai dengan dokumen teknis yang telah disusun;
3. Mencatat pengeluaran dan pemasukan dicatat dalam Buku Kas Umum (BKU) dengan rapi, dilengkapi bukti-bukti transaksi yang disusun runtut sesuai tanggal kejadiannya, dan mudah diakses/diperiksa oleh pihak-pihak terkait dengan pelaksanaan program;
4. Membuat laporan bulanan pelaksanaan pekerjaan secara disiplin dan tertib sesuai dengan keadaan yang sesungguhnya (laporan dibuat rangkap dua, rangkap pertama untuk dikirimkan ke Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dan yang lain untuk diarsipkan);
5. Membuat dan mengirimkan laporan pertanggunjawaban pelaksanaan pekerjaan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota antara lain:
1) Realisasi kemajuan pekerjaan;
2) Catatan lain yang berkenaan dengan pelaksanaan pekerjaan.
6. Sekolah wajib membuat dokumentasi progres selama masa pelaksanaan pekerjaan, berupa foto-foto kegiatan rehabilitasi, minimal:
1) Foto kondisi sebelum rehabilitasi dimulai (0%);
2) Foto pada saat pelaksanaan rehabilitasi mencapai progres fisik 50%, dan 75%;
3) Foto kondisi akhir setelah rehabilitasi selesai dikerjakan (100%).
5
IV. PERSYARATAN UMUM DAN PERSYARATAN TEKNIS REHABILITASI RUANG BELAJAR.
A. Persyaratan Umum
Rehabilitasi ruang belajar bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dalam rangka upaya penuntasan Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun yang Bermutu. Perencanaan rehabilitasi ruang belajar bagi sekolah penerima program, dilakukan berdasarkan hasil verifikasi dan pendataan komponen bangunan yang mengalami kerusakan pada masing-masing sekolah. Instrumen pendataan rehabiltasi ruang belajar mengacu format terlampir.
Agar rehabilitasi ruang belajar dapat tepat sasaran dan tepat guna maka harus mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut:
1. Seluruh SMP Negeri dan Swasta yang memerlukan rehabilitasi berat ruang belajar.
2. Sekolah dengan status minimal terakreditasi;
3. Sekolah yang mempunyai jumlah siswa yang cenderung stabil.
4. Sekolah dibangun di atas lahan milik sendiri (milik Pemerintah atau Pemerintah Daerah untuk sekolah negeri; milik yayasan untuk sekolah swasta) yang dibuktikan dengan bukti kepemilikan berupa sertifikat atau surat kepemilikan lain yang disahkan oleh pejabat yang berwenang.
B. Persyaratan Teknis
1. Pemahaman Teknis
a. Pemahaman Tentang Gambar Teknis Pekerjaan Rehabilitasi
Pemahaman mengenai “Gambar Teknis” sangat penting. Hal ini dimaksudkan agar P2S dapat mengetahui komponen bangunan apa saja yang akan dikonstruksikan dan bahan apa saja yang perlu dipersiapkan untuk setiap komponen bangunan. Dengan demikian selain bisa mambaca gambar teknis, diharapkan P2S mampu pula melakukan kontrol terhadap realisasi pelaksanaan pekerjaan di lapangan termasuk kontrol penggunaan bahan maupun pemakaian biayanya.
Tabel 1
Pemahaman Terhadap Gambar Teknis
No.
Keterangan Gambar
Penjelasan
1.
Denah Lokasi (Site)
Gambar lokasi keberadaan tanah milik sekolah yang bersangkutan.
2.
Rencana Tapak
(Site Plan)
Tata letak bangunan-bangunan yang ada dalam lokasi bidang tanah sekolah.
6
3.
Gambar Denah
Gambar yang menunjukkan bagian-bagian ruangan pada bangunan yang akan dikerjakan dilengkapi dengan berbagai keterangan antara lain ukuran ruang, ketinggian lantai, tata letap pintu dan jendela dan lain-lain.
4.
Tampak Depan/Belakang
Gambar yang menunjukkan bentuk bangunan dilihat dari arah depan dan belakang.
5.
Tampak Samping (Kiri/Kanan)
Gambar yang menunjukkan bentuk bangunan dilihat dari arah sebelah kiri dan kanan denah bangunan.
6.
Gambar Potongan
Gambar yang menunjukkan bentuk dan bagian-bagian bangunan pada posisi potongan, pada gambar denah umumnya ditunjukkan dengan tanda:
A
A
Arah panah menunjukkan arah pandang bidang potongan
7.
Gambar Detail
Gambar mengenai bagian bangunan seperti: pondasi, kusen pintu/jendel, sambungan konstruksi kayu dan lain-lain yang dianggap perlu. Gambar tersebut dibuat berskala besar misalnya 1 banding 10 (1:10), atau 1 banding 5 (1:5), untuk menunjukan detail-detail bagian bangunan tersebut.
8.
Petunjuk Arah
Gambar/simbol yang menunjukkan posisi bangunan terhadap arah mata angin (Utara), misalnya:
U
b. Pemahaman Tentang Bahan Bangunan
Pemahaman tentang bahan bangunan meliputi bagaimana melihat dan mengetahui kualitas dan manfaat bahan bangunan. Untuk lebih jelasnya secara ringkas disajikan pada tabel berikut:
7
Tabel 2
Pemahaman Terhadap Bahan Bangunan
No.
Jenis Bahan
Penjelasan
1.
Pasir Urug atau Timbunan
Kegunaan:
 Pasir urug digunakan sebagai bahan pengisi dan dudukan suatu komponen struktur bangunan, antara lain: pasangan pondasi batu kali, bahan penutup lantai, dan buis beton untuk saluran air.
 Berfungsi sebagai bahan pengering/pematus (drainase).
 Sebagai bahan penambah kestabilan konstruksi.
Jenis pasir yang digunakan:
 Pasir berkualitas sedang atau pasir oplosan.
2.
Pasir Pasang
Kegunaan:
 Digunakan untuk bahan campuran spesi/adukan pasangan, baik pasangan pondasi batu kali maupun dinding bata, dan plesteran dinding.
Jenis pasir yang digunakan:
 Pasir sungai, yaitu pasir yang diambil dari dasar sungai. Memiliki ciri-ciri butiran keras dan bersisi tajam. Jenis pasir ini sangat baik terutama untuk bahan campuran spesi/adukan untuk pekerjaan pasangan.
 Pasir gunung, yang diperoleh dari hasil galian. Memiliki ciri-ciri butiran kasar dan tidak terlalu keras, sisi-sisinya tidak terlalu tajam. Jenis pasir ini sangat baik terutama untuk pekrejaan plesteran.
 Untuk dipergunakan pasir pasang harus diayak dahulu.
Disarankan pasir harus bersih dari butiran tanah liat maupun kotoran organik lain yang dapat menurunkan kualitas pekerjaan.
3.
Pasir Cor
Kegunaan:
 Digunakan untuk bahan campuran pembuatan struktur beton.
Jenis pasir yang digunakan:
 Pasir yang memiliki butiran keras dan bersisi tajam. Butirannya lebih besar dari butiran pasir pasang.
 Apabila digenggam dalam keadaan basah tidak lengket di tangan karena jenis pasir ini memiliki kadar lumpur sangat kecil.
 Umumnya berwarna lebih hitam dibandingkan jenis pasir yang lainnya.
8
4.
Batu belah
Kegunaan:
 Digunakan sebagai bahan utama pondasi, baik aanstamping (pasangan batu kosong) maupun pasangan pondasi batu dengan pengikat spesi.
Jenis batu yang digunakan:
 Batu kali yang dibelah dengan ukuran sesuai kebutuhan (berdiamater ± 25 cm). Jenis batu ini paling baik digunakan untuk pekerjaan pondasi karena apabila tertanam dalam tanah kekuatannya relative tidak berubah.
 Dipersyaratkan batu yang akan digunakan tidak berbentuk bundar (bersisi tumpul). Oleh karena itu harus dibelah.
 Disarankan batu kali yang akan digunakan harus bersih dari kotoran yang dapat menurunkan kualitas pekerjaan
5.
Kerikil/split
Kegunaan:
 Digunakan untuk bahan campuran pembuatan struktur beton
 Untuk membantu meningkatkan kekuatan tanah.
Jenis kerikil/split yang digunakan:
 Kerikil/split berasal dari batu alam dipecah (manual/masinal).
 Untuk bahan campuran pekerjaan beton (sloof, kolom, dan balok) digunakan kerikil ø 0,5 cm s/d 2 cm
 Untuk pekerjaan beton yang lain (plat, rabat) dapat digunakan kerikil/split dengan butiran lebih besar, yaitu ø 3 cm s/d 5 cm.
Dipersyaratkan kandungan lumpur sesedikit mungkin.
6.
Batu Bata
Kegunaan:
 Digunakan bahan utama pasangan dinding bata.
 Bisa digunakan untuk pondasi pada konstruksi yang bersifat ringan.
Jenis bata yang digunakan:
 Terbuat dari tanah liat dicetak dan dibakar cukup matang (berwarna merah kehitaman).
 Terbuat dari batuan putih (alam).
 Terbuat dari tanah padas/keras (alam).
 Berbentuk prisma segi empat panjang dengan ukuran standar setempat.
 Cukup padat dan tidak banyak porous (berpori besar).
9
 Memiliki rusuk-rusuk yang siku-siku dan tajam.
 Memiliki bidang datar dengan permukaan kasar dan tidak menunjukkan tanda-tanda retak dan mudah patah.
 Bata cetak (batako), Batu Tela, dlsb hanya digunakan untuk pekerjaan dinding yg berfungsi sbg partisi (bukan pemikul beban).
7.
Semen Portland (PC)
Kegunaan:
 Sebagai bahan perekat spesi maupun adonan beton).
Jenis semen yang digunakan:
 Semen produksi pabrik dengan tipe sesuai kebutuhan.
 Jika menggunakan semen curah, harus memiliki tempat dan alat penyimpan standar sehingga semen tidak mengeras sebelum digunakan.
8.
Air
Kegunaan:
 Sebagai bahan utama pelarut campuran/adukan spesi dan beton.
Jenis air yang digunakan:
 Air bersih, tidak mengandung kotoran organik ataupun kimia.
 Air laut, air selokan, dan air limbah industri tidak diperkenankan dipergunakan untuk pekerjaan beton.
9.
Kayu
Kegunaan:
 Digunakan sebagai bahan konstruksi (Kap: kuda-kuda, nok, gording, usuk dan reng, balok tembok).
 Digunakan sebagai bahan kusen dan daun pintu/jendela.
 Digunakan sebagai bahan perabot.
 Digunakan untuk pondasi tiang pancang.
 Digunakan untuk struktur dan dinding bangunan kayu.
 Digunakan untuk lantai bangunan kayu.
 Digunakan untuk cetakan/acuan atau bekisting.
Jenis kayu yang digunakan:
 Untuk pondasi tiang pancang, minimal jenis kayu besi atau yang setara (kelas kuat I, kelas awet I).
 Untuk struktur bangunan atau struktur kap, minimal kayu kelas kuat II, seperti kamper, keruing yang berasal dari Kalimantan atau kayu lokal dengan kualitas setara.
 Memiliki tingkat kekeringan yang cukup sehingga tidak mudah berubah bentuk yang dapat mengakibatkan menurunya kualitas pekerjaan.
10
 Seyogyanya digunakan kayu mutu A (lurus, tidak banyak memiliki cacat kayu seperti: mata kayu, retak, dan sebagainya).
 Untuk pekerjaan bekisting dapat digunkan kayu papan lunak (kayu kelas III) atau multiplek.
10.
Besi beton
Kegunaan:
 Digunakan untuk tulangan pada pekerjaan beton bertulang.
 Digunakan sebagai angkur pada pemasangan kusen..
Jenis besi yang digunakan:
 Besi standar untuk beton bertulang (SII), ukuran diameter penuh/tepat (tidak banci) dan tidak berkarat.
11.
Cat Dinding
Jenis cat yang digunakan:
 Halus, rata dan tidak luntur apabila terkena air (dapat dilap dengan lap basah).
 Untuk bagian luar yang langsung berhubungan dengan cuaca (matahari dan hujan), digunakan jenis cat yang tahan terhadap perubahan cuaca (weathershield).
Disarankan sebelum pengecatan, dinding dilapisi plamir dengan kualitas baik sehingga cat tidak mudah mengelupas atau luntur.
12.
Cat Kayu/Besi
Jenis cat yang digunakan:
 Halus, rata dan berwarna cerah (tidak kusam).
 Tahan terhadap perubahan cuaca (tidak mudah mengelupas akibat perubahan cuaca).
 Cepat kering dan tidak luntur.
Disarankan permukaan bidang yang akan dicat dilapisi plamir berkualitas baik sehingga cat tidak mudah mengelupas atau kusam
13.
Politur Kayu
Jenis politur yang digunakan:
 Halus, rata, cepat kering dan tidak mudah luntur atau warna pudar.
 Sebelum dipolitur, permukaan kayu harus diratakan dengan menggunakan dempul kayu.
14.
Vernis
Digunakan sebagai bahan finishing setelah dipolitur sehingga lebih mengkilat dan tahan terhadap cuaca ataupun goresan.
11
15.
Penutup Atap
Jenis penutup atap yang digunakan:
 Genteng tanah, seng gelombang, atau jenis penutup atap yang lain.
 Masing-masing jenis penutup atap harus memiliki ukuran yang sama, tidak retak yang menyebabkan bocor atau rembesan air, tidak mudah pecah dan cukup kuat menahan injakan kaki pada saat dikerjakan/dipasang, dan tidak mudah berjamur/lumut.
16.
Penutup Lantai
Jenis penutup lantai yang digunakan:
 Keramik, tegel, atau jenis penutup lantai lainnya yang memiliki kualitas setara, papan kayu.
 Dipakai kualitas No. 1/kw-1/kw-A (memiliki ukuran yang seragam/sama, sudut-sudutnya siku/presisi, permukaan bidang datar/tidak baling).
17.
Kaca
Jenis kaca yang digunakan:
 Kaca dengan ketebalan 5 mm, berwarna bening atau jenis reyband (maks 40%) satu sisi, permukaan bidang rata/tidak bergelombang).
18.
Kualitas Beton
 Untuk beton struktur (sloof, kolom, balok, dan ringbalk) dingunakan perbandingan campuran 1 bagian semen : 2 bagian pasir : 3 bagian kerikil dengan mutu beton minimal K.175.
 Untuk beton non struktur atau beton rabat, digunakan perbandingan campuran 1 bagian semen : 3 bagian pasir : 3 5 bagian kerikil dengan mutu beton minimal K.125.
 Untuk mempercepat proses dan meningkatkan kualitas pekerjaan, dimungkinkan pemakaian bahan aditif.
c. Pemahaman Tentang Item Pekerjaan Rehabilitasi
Dalam pembangunan konstruksi gedung/ruang termasuk pekerjaan rehabilitasi dikenal istilah item pekerjaan pembangunan, item pekerjaan pembangunan ini adalah pengelompokan kegiatan yang diklasifikasikan sesuai komponen-komponen yang ada didalam konstruksi bangunan. Pemahaman terhadap item pekerjaan akan mempermudah P2S dalam menyusun RAB dan menyusun rencana kerja. Item-item pekerjaan tersebut antara lain adalah:
1). Pekerjaan Persiapan
Pada tahap persiapan ini kegiatan yang dilaksanakan antara lain adalah:
a) Mempersiapkan gambar dan Jadwal Kerja
b) Pembersihan lokasi (site clearing).
12
c) Pembuatan bedeng kerja (direksi keet) untuk gudang bahan dan los kerja untuk melakukan pembuatan dan perakitan komponen-komponen bangunan.
d) Membuat papan informasi untuk penempelan informasi proses pelaksanaan rehabilitasi yang dipasang di depan direksi keet dan terlindung dari hujan.
e) Pengukuran bagian-bagian rencana bangunan (setting out).
2). Pekerjaan Galian dan Urugan Tanah (jika ada)
Pekerjaan galian dan urugan (untuk pemasangan fondasi) dilaksanakan setelah pengukuran dan pemasangan bouwplank atau patok (tanda) selesai. Kedalaman galian tanah untuk pondasi tergantung struktur kekerasan tanah. Pekerjaan galian dan urugan tanah ini biasanya dilakukan dengan tenaga manusia dan dilaksanakan mengikuti tanda/bouwplank yang sudah dipasang. Pelaksanaan pekerjaan ini harus hati-hati, terutama apabila ada dinding atau lantai yang tetap dipertahankan, untuk itu perlu disiapkan perancah atau penopang untuk pengamanan konstruksi. Detail pekerjaan galian dan urugan tanah dapat dilihat pada bagian Rencana Kerja dan Syarat (RKS).
3). Pekerjaan Fondasi (jika ada)
Setelah pekerjaan galian selesai pekerjaan selanjutnya adalah pemasangan fondasi. Pekerjaan fondasi memakan biaya yang cukup besar, bila bangunan baru maka volume pekerjaan fondasi ini berkisar antara 8-12% dari total biaya pembangunan, namun setelah selesai tidak terlihat karena tertimbun didalam tanah. Jenis fondasi bermacam-macam tergantung dari kondisi tanah dimana pondasi tersebut akan dibuat.
Jenis fondasi yang paling umum dipakai adalah fondasi batu kali atau tiang pancang kayu atau tongkat untuk daerah-daerah tertentu yang kondisi tanahnya berlumpur atau berair. Detail pekerjaan fondasi dapat dilihat dalam RKS.
4). Pekerjaan Beton
Bagian-bagian bangunan/ruang yang akan dibangun yang merupakan pekerjaan beton terutama adalah sloof, kolom, balok dan balok ring harus dilaksanakan secara hati-hati sesuai dengan ketentuan teknis yang berlaku. Campuran yang dipakai untuk pembuatan beton yaitu Semen, Pasir dan kerikil dengan perbandingan 1:2:3. Ukuran besi tulangan sesuai dengan gambar pelaksanaan. Detail pekerjaan beton dapat dilihat pada RKS.
13
5). Pekerjaan Pemasangan Dinding
Dinding pada umumnya terbuat dari pasangan batu bata, namun pada daerah-daerah tertentu dinding bangunan dapat dibuat dari bahan lain yang terdapat disekitar lokasi proyek, misalnya papan kayu, ferosemen/dinding simpai, dinding sandwich fibersemen, atau bahan yang lainnya.
Pada dasarnya apapun bahan material yang digunakan untuk pembuatan dinding, semaksimal mungkin harus dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengguna ruangan tersebut.
Apabila dinding bangunan terbuat dari papan kayu, maka hendaknya papan-papan kayu tersebut tersusun dengan rapi, rapat dan kuat sehingga dapat menciptakan rasa aman dan nyaman bagi pemakai ruangan tersebut serta dapat mengurangi kebisingan atau gangguan suara sehingga aktivitas pada masing-masing ruangan tidak saling mengganggu.
6). Pekerjaan Kusen, Pintu dan Jendela
Pekerjaan kusen dan daun pintu/jendela merupakan bagian bangunan yang dipasang bersama-sama atau parallel dengan pemasangan dinding, namun demikian karena sifatnya yang peka terhadap gores dan air, maka dalam pemasangannya memerlukan alat-alat bantu dan alat-alat pelindung. Pada saat pekerjaan fondasi dimulai, sebaiknya kusen pintu dan jendela sudah mulai dipesan atau diproduksi. Dengan demikian pada saat dinding mulai dikerjakan, kusen pintu dan jendela sudah siap untuk dipasang.
Semua pekerjaan kayu yang dicat, harus dimeni dan diplamir terlebih dahulu. Pengecatan dilakukan dengan pelapisan lebih dari satu kali sehinga diperoleh hasil yang baik, rapi, halus dan rata.
7). Pekerjaan Atap
Penutup atap yang biasa dipakai adalah genteng tanah (liat), dipasang diatas reng, sedangkan atap metal (seng gelombang, corrugated sheet, atap multi roof dll) dipasang diatas rangka atap (biasanya diatas gording). Bentuk atap jika masyarakat menghendaki, dapat disesuaikan dengan budaya daerah masing-masing lokasi sekolah.
8). Pekerjaan Langit-Langit /Plafond
Plafond atau langit-langit adalah bidang penutup konstruksi atap, sehingga ruang akan terlihat rapih dan terasa lebih segar karena plafond juga berfungsi sebagai isolator radiasi panas matahari dari
14
penutup atap. Ketinggian plafond minimum adalah 3,5 m atau menyesuaikan dengan fungsi ruangan agar memenuhi kecukupan penghawaan bagi pengguna ruang yang bersangkutan dan disarankan untuk dicat dengan warna terang.
Pemasangan plafond hendaknya dilakukan setelah penutup atap selesai dipasang.
9). Pekerjaan Lantai
Lantai pada umumnya berupa permukaan tanah yang diratakan dan diberi perkuatan, kemudian dilapisi dengan penutup lantai, lantai bisa berupa beton rabat (beton tanpa tulangan), plester semen PC/acian, tegel abu-abu, keramik, lantai papan kayu, atau bahan lainnya.
Beberapa catatan penting dalam urutan pelaksanaan pakerjaan lantai antara lain: Pekerjaan lantai dilaksanakan setelah pekerjaan atap, plafond, plesteran dan acian dinding selesai.
10). Pekerjaan Penggantung dan Pengunci
Pekerjaan penggantung berupa engsel-engsel pintu dan jendela, sedangkan pengunci adalah grendel, pengunci untuk pintu, serta hak angin untuk jendela.
Semua bahan yang digunakan minimal harus memenuhi syarat kekuatan dan awet sehingga dapat menahan beban dan berfungsi dalam waktu cukup lama. Setiap daun pintu/jendela minimal dipasang 2 (dua) buah engsel dan untuk daun pintu dipasang 3 (tiga) buah engsel. Pada daun pintu dipasang pengunci lengkap dengan handelnya (lock case, back plate, handle), sedangkan pada daun jendela dipasang grendel dan hak angin. Semua pekerjaan harus dilakukan dengan rapi sehingga pintu dan jendela dapat berfungsi dengan sempurna.
11). Pekerjaan Instalasi Listrik
Pekerjaan instalasi listrik adalah seluruh pekerjaan yang berkaitan dengan pemasangan kabel-kabel, lampu-lampu, switch/ skaklar dan stop kontak serta sistim pemutus arus termasuk pentanahannya.
Pada prinsipnya pemasangan instalasi listrik harus benar-benar memenuhi persyaratan teknis, dan semua bahan yang digunakan hendaknya berkualitas cukup sehingga dapat berfungsi dengan baik dalam waktu cukup lama.
15
12). Pekerjaan Plumbing dan Drainasi (jika ada)
Pekerjaan plumbing dan drainasi disini dimaksudkan adalah seluruh pekerjaan pamasangan pipa air bersih dan air kotor dari wastafel atau zink/bak cuci yang ada di ruang laboratorium IPA, pemasangan kran-kran dan wastafel/ zink termasuk dalam hal ini adalah penyaluran air hujan secara sistematis sehingga tidak mengganggu kenyamanan pemakai atau merusak konstruksi bangunan.
13). Pekerjaan Finishing dan Perapihan
Pekerjaan finishing meliputi pekerjaan antara lain: pengecatan dinding, pengecatan plafond, pengecatan pintu dan Jendela, pengecatan Listplang, sedangkan pekerjaan perapihan pada dasarnya merupakan penyempurnaan atau perapihan pekerjaan yang pada hakekatnya telah selesai namun masih diperlukan penyempurnaan. Sebagai contoh, misalnya terdapat pintu yang tidak dapat dibuka/tutup dengan sempurna; jika terdapat cat yang masih kurang rata, plesteran retak-retak, plafond melendut dan sebagainya.
d. Menyusun Rencana Anggaran Biaya (RAB)
Untuk menghitung perkiraan biaya rehabilitasi atau Rencana Anggaran Biaya (RAB), Panitia Pembangunan Sekolah harus mempunyai perkiraan volume pekerjaan.
Berdasarkan perkiraan volume setiap item pekerjaan panitia bisa membuat penyesuaian perhitungan berdasarkan kondisi maupun bahan-bahan yang dipakai.
Tahap pekerjaan yang ditempuh untuk mendapatkan volume pekerjaan adalah sebagai berikut:
1) Merinci seluruh jenis pekerjaan yang akan dilaksanakan berdasarkan, hasil survai lapangan, gambar dan spesifikasi teknis/RKS.
2) Mengelompokkan jenis pekerjaan berdasarkan kelompok pekerjaan sejenis, dimulai dari pekerjaan persiapan, pekerjaan bongkaran, pekerjaan tanah dan galian pondasi, pekerjaan struktur, pekerjaan finishing (lantai, dinding, kusen dan plafond), pekerjaan atap, pekerjaan M/E dan lain-lain
3) Memulai perhitungan jenis pekerjaan di atas dengan satuan m, m2, m3, kg, buah, unit dan lumpsum yang didasarkan jenis pekerjaan sesuai dengan gambar kerja.
4) Daftar harga bahan/material yang dipakai dalam setiap item pekerjaan yang berlaku disekitar wilayah dimana pekerjaan dilaksanakan.
5) Rumus perhitungan harga satuan item pekerjaan, disajikan pada Tabel “Analisa Harga Satuan Pekerjaan”.
Analisa harga satuan pekerjaan adalah perhitungan harga satuan setiap jenis pekerjaan dalam satuan tertentu (m’, m2, m3, kg, buah). Analisis
16
harga satuan ini terdiri dari analisis harga bahan bangunan, harga upah dan harga alat bantu yang disesuaikan dengan banyaknya kebutuhan dalam satu satuan pekerjaan tersebut. Banyaknya keperluan bahan, upah dan alat dihitung berdasarkan pada formula SNI yaitu indeks atau faktor pengali pada masing-masing jenis satuan pekerjaan.
Panitia bisa menambahkan item analisa di sesuaikan dengan kondisi dan bahan-bahan yang dipakai dimasing-masing lokasi pembangunan. Perhitungan anggaran biaya adalah hasil perkalian antara volume pekerjaan dengan harga satuan pekerjaan dari masing-masing jenis pekerjaan. Untuk lebih jelas, pengertian di atas dapat dijabarkan dalam rumus berikut :
Dengan format yang disediakan, Panitia dapat menyusun perkiraan biaya dalam format Rencana Anggaran Biaya (RAB) untuk melaksanakan pekerjaan pembangunan.
e. Menyusun Jadual Pelaksanaan Pekerjaan
Penjadwalan merupakan penerjemahan tahapan-tahapan pekerjaan konstruksi yang digambarkan dalam skala waktu. Dalam penyusunan jadwal perlu ditentukan kapan masing-masing kegiatan dimulai dan diselesaikan, sehingga pembiayaan dan pemakaian sumberdaya dapat diatur waktunya sesuai keperluannya. Selain itu penjadwalan ini dapat digunakan untuk pengendalian atau pengawasan pelaksanaan pekerjaan di lapangan.
Dari beberapa cara yang biasa digunakan untuk mengontrol dan memonitor kemajuan pekerjaan di lapangan, salah satu cara yang sederhana dan cukup dikenal adalah diagram balok (Bar Chart) seperti dicontohkan berikut.
Rencana Anggaran Biaya = Volume Pekerjaan x Harga Satuan Pekerjaan
17
Tabel 3
JADWAL PELAKSANAN REHABILITASI
Nama Sekolah : …………………………………
Desa : …………………………………
Kecamatan : …………………………………
Kabupaten/Kota : …………………………………
Provinsi : …………………………………
Dalam tabel 3. diatDalam tabel 3. diatas bisa dilihat bahwa ada beberapa pekerjaan yang dilaksanakan dalam waktu bersamaan. Akan tetapi yang dimaksud adalah misalnya pekerjaan pondasi dapat dilakukan setelah pekerjaan galian tanah mencapai hasil tertentu dan tidak harus menunggu sampai pekerjaan galian tanah selesai semuanya. Pekerjaan dinding misalnya, dapat dilakukan pada saat
No.
URAIAN PEKERJAAN
B U L A N ke
I
II
III
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
I
Pekerjaan Persiapan, pembongkaran
II
Pekerjaan Galian dan Urugan
III
Pekerjaan Pondasi
IV
Pekerjaan Dinding
V
Pekerjaan Kusen, Pintu dan Jendela
VI
Pekerjaan Atap
VII
Pekerjaan Plafond
VIII
Pekerjaan Lantai
IX
Pekerjaan Penggantung dan Pengunci
X
Pekerjaan Instalasi Listrik
XI
Pekerjaan Instalai Plumbing & Drainasi
XII
Pekerjaan Finishing dan Perapihan
18
pekerjaan pondasi mencapai hasil tertentu (tidak harus selesai semuanya). Contoh lain; pembuatan/fabrikasi kusen pintu/jendela dapat dilakukan lebih awal sehingga pada saat harus dipasang sudah siap. Demikian pula pekerjaan-pekerjaan yang lain dapat dilakukan dengan cara yang sama sehingga tidak saling ketergantungan satu sama lainnya dan waktu penyelesaian pekerjaan lebih efisien.
2. Rencana Kerja dan Syarat Teknis
a. Uraian Umum
1). Pengelolaan Pekerjaan
Pengelolaan pekerjaan yang dilakukan oleh pihak Panitia Pembangunan Sekolah (P2S), meliputi antara lain mendatangkan semua bahan, pengerahan tenaga kerja, mengadakan alat bantu dan sebagainya. Mekanisme pengadaannya langsung atau tidak langsung termasuk dalam usaha penyelesaian dan penyerahan pekerjaan dalam keadaan sempurna dan lengkap. Termasuk pekerjaan yang tidak ditentukan dengan jelas dalam persyaratan teknis dan gambar, tetapi masih dalam lingkup pekerjaan yang harus dilaksanakan sesuai dengan panduan pelaksanaan kegiatan perluasan akses, Direktorat Pembinaan SMP, Ditjen Dikdas, Kemdikbud.
2). Lapangan pekerjaan, termasuk segala sesuatu yang berada didalamnya diserahkan sebagai tanggung jawab P2S.
3). P2S harus menyerahkan pekerjaan dengan sempurna dan dalam keadaan selesai, termasuk pembersihan lokasi pekerjaan.
4). Pekerjaan yang harus dilaksanakan oleh P2S secara swakelola tidak boleh diborongkan kepada pihak ketiga (pemborong/rekanan) meliputi pekerjaan :
a) Pekerjaan Persiapan, Pembongkaran.
b) Pekerjaan Pelaksanaan.
c) Pekerjaan Administrasi dan Pelaporan.
d) Pekerjaan Perawatan, termasuk pembersihkan lokasi sebelum penyerahan pekerjaan antara lain pembersihan bahan-bahan bangunan yang tidak terpakai, sampah, kerusakan-kerusakan atau hal-hal yang merupakan akibat dari pekerjaan P2S.
e) Pekerjaan lain yang tercantum ataupun yang dimaksudkan dalam Juklak, gambar-gambar dan spesifikasi teknis.
5). Ukuran-Ukuran.
a) Ukuran-ukuran telah ditetapkan seperti dalam gambar.
b) Jika terdapat perbedaan antara ukuran yang terdapat didalam gambar utama dengan ukuran yang terdapat didalam gambar detail, maka yang mengikat adalah ukuran yang berada didalam gambar detail.
c) Pengambilan dan pemakaian ukuran-ukuran yang keliru dan tidak sesuai dengan gambar perencanaan baik sebelum dan selama
19
pelaksanaan pekerjaan ini adalah menjadi tanggung jawab P2S sepenuhnya.
d) Sebagai patokan/ukuran pokok ± 0.00 diambil dilapangan, yaitu diambil tinggi lantai (± 60 cm dari muka jalan raya).
e) Ukuran tinggi yang tetap terhadap ukuran pokok (± 0.00) ditentukan oleh patok yang sudah ada diatas lahan sekolah, dan tanda patokan ini harus terlindung dan jangan sampai berubah.
b. Syarat-syarat Pelaksanaan Teknis Bahan
1). Air.
Untuk seluruh pelaksanaan pekerjaan dipakai air tawar bersih dan tidak mengandung minyak, asam alkali, garam, bahan-bahan organis atau bahan-bahan lain yang merusak bangunan, memenuhi syarat-syarat pelaksanaan yang ditentukan dalam PUBI-1970/NI-3.
2). Pasir Urug.
Pasir untuk pengurugan, peninggian, dan lain-lain tujuan, harus bersih dan keras atau memenuhi syarat-syarat pelaksanaan yang ditentukan dalam PUBI-1970/NI-3 pasir laut untuk maksud-maksud tersebut tidak dapat digunakan.
3). Pasir Pasang.
Pasir untuk adukan pasangan, adukan plesteran dan beton bitumen, harus memenuhi syarat-syarat pelaksanaan yang ditentukan dalam PUBI-1970/NI-3. Butiran-butiran harus tajam dan keras, tidak dapat dihancurkan dengan jari. Kadar lumpur tidak boleh melebihi 5%. Butiran butirannya harus dapat melalui ayakan berlubang 3 mm persegi. Pasir laut tidak boleh digunakan.
4). Portland Cement (PC).
a) Portland Cement (PC) yang digunakan harus PC sejenis (NI-8) dan masih dalam kantong utuh atau baru serta memenuhi persyaratan yang ditentukan dalam SNI 03-2847-2002.
b) Bila mengunakan Portland Cement (PC) yang telah disimpan lama harus diadakan pengujian terlebih dahulu oleh laboratorium yang berkompeten.
c) Dalam pengankutan Portland Cement (PC). ketempat pekerjaan harus dijaga agar tidak menjadi lembab, dan penempatannya harus ditempat yang kering.
d) Portland Cement (PC) yang sudah membatu (menjadi keras) tidak boleh dipakai.
5). Pasir Beton.
Pasir harus terdiri dari butir-butir yang bersih dan bebas dari bahan-bahan organik lumpur dan sebagainya. Kadar lumpur tidak boleh melebihi 5%.
20
6). Koral Beton/Split.
a) Digunakan koral yang bersih, bermutu baik, tidak berpori serta mempunyai gradasi kekerasan sesuai dengan syarat-syarat pelaksanaan Tatacara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung SNI 03-2847-2002.
b) Butiran-butiran split harus dapat melelaui ayakan berlubang persegi 76mm dan tertinggal diatas ayakan berlubang 20mm.
c) Koral/split hitam mengkilap keabu-abuan.
7). Kayu.
a) Pada umumnya kayu bersifat baik dan sehat dengan ketentuan, bahwa segala akibat dari kekurangan-kekurangan yang berhubungan dengan pemakaian tidak akan merusak atau mengurangi nilai konstruksi, memenuhi syarat-syarat pelaksanaan yang ditentukan dalam Peraturan Perencanaan Kayu Struktur SNI-T-02-2003.
b) Mutu kayu ada 2 (dua) macam yaitu mutu A dan mutu B.
c) Yang dimaksud kayu mutu A adalah memenuhi syarat-syarat pelaksanaan sebagai berikut:
 Harus kering udara (kadar lengas 5%).
 Besar mata kayu tidak melebihi 1/6 dari lebar balok dan juga tidak boleh lebih dari 3,5 cm.
 Balok tidak boleh mengandung lubang radial kayu yang lebih besar dari 1/10 dari tinggi balok.
 Retak dalam arah radial tidak boleh melebihi ¼ tebal kayu, dan retak-retak menurut lingkaran tidak melebihi 1/5 tebal kayu.
 Miring arah serat (tangensial) tidak melebihi 1/10.
d) Yang dimaksud dengan kayu mutu B, kayu yang tidak termasuk dalam mutu A, tetapi memenuhi syarat-syarat Pelaksanaan sebagai berikut :
 Kadar lengas kayu 30%.
 Besar mata kayu tidak melebihi ¼ dari lebar balok dan juga tidak boleh lebih dari 5 cm.
 Balok tidak boleh mengandung lubang radial kayu radial kayu yang lebih besar 1/10 dari tinggi balok.
 Retak dalam arah radial tidak boleh melebihi 1/3 tebal kayu, dan retak-retak menurut lingkaran tidak melebihi ¼ tebal kayu.
 Miring arah serat (tangensial) tidak melebihi 1/7.
8). Beton Non Struktural.
a) Pekerjaan ini meliputi beton sloof, kolom praktis, beton ring balok untuk pekerjaan beton bukan struktur, seperti yang ditunjukan dalam gambar.
b) Mutu campuran beton yang dicapai dalam pekerjaan non struktur/ struktur pendukung menggunakan campuran1 Pc ; 2 Psr : 3 Split. hingga setara dengan mutu beton K-175 dan harus memenuhi
21
persyaratan dalam Tatacara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung SNI 03-2847-2002.
c) Campuran beton menggunakan perbandingan volume.
d) Untuk mencapai mutu Beton setara K-175 pada umumnya menggunakan campuran 1 pc: 2 psr: 3 split.
9). Besi Beton.
a) Besi beton yang digunakan mutu U-24, dan seterusnya sesuai yang ditentukan, yang penting harus dinyatakan oleh test laboratorium resmi dan sah.
b) Besi harus bersih dan tidak mengandung minyak/lemak, asam, alkali dan bebas dari dari cacat seperti serpi-serpi. Penampung besi harus bulat serta memenuhi persyaratan NI-2(PBI-1971).
10). Batu Bata Merah.
Persyaratan bata merah harus melalui persyaratan seperti tertera dalam NI-10 atau dengan persyaratan-persyaratan sebagai berikut :
a) Bata merah harus satu pabrik, satu ukuran, satu warna, satu kualitas.
b) Ukuran yang digunakan disesuaikan dengan ketersediaan di lapangan
c) Penyimpangan terbesar dari ukuran seperti tersebut diatas adalah panjang maksimal 3%, lebar maksimal 4% tebal maksimal 5% dengan selisih maksimal ukuran antara bata terkecil.
d) Warna, satu sama lain harus sama, dan apabila dipatahkan warna penampang harus sama merata kemerah-merahan.
e) Bentuk, bidang-bidang harus rata atau rusuk-rusuknya harus siku atau bersudut 90 derajat. Bidangnya tidak boleh retak-retak.
f) Suara apabila dipukul oleh benda keras suaranya nyaring.
g) Pemasangan batu bata setiap maksimal 12 m2 = (3m x 4m) luas bidang harus diberi kolom praktis.
h) Batako atau Batu Tela, bisa dipakai sepanjang dipakai sebagai dinding pengisi yang tidak bersifat struktural.
11). Multipleks.
Kayu lapis tebal 4 mm, ukuran 120×240 cm, potongan tepi multipleks rapih tidak ada yang retak. Permukaan tidak cacat dan bekas dempulan.
12). Keramik.
Ukuran 30 x 30 cm untuk lantai dan 20 x 20 cm untuk meja laboratorium,
Ketebalan minimum 8 mm, Kuat tekan minimu 900 kg/cm, produk Roman, Diamond, Asia Tile atau yang setara
13). Kaca
Kaca bening, jenis float glass, tebal 5 mm, produk Sinar Rasa, Asahi Glass atau setara
22
c. Pekerjaan Galian dan Urugan
Meliputi penggalian tanah untuk pondasi dan pekerjaan lainnya yang memerlukan penggalian tanah, kemudian mengurug kembali galian disisi kanan-kiri pondasi atau bagian lain dari bangunan.
Pengurugan yang tebalnya lebih dari 20 cm harus dilaksanakan selapis demi selapis setiap 10 cm, dan setiap lapisan harus dipadatkan menggunakan alat pemadat (misal mesin compactor) ataupun dikerjakan secara manual sehingga tidak terjadi penurunan tanah yang dapat mengakibatkan kerusakan pada pondasi, seperti pondasi patah/putus, pondasi menggantung, ataupun kerusakan pada lantai bangunan.
d. Pekerjaan Fondasi dan Beton
1). Lingkup Pekerjaan.
a) Menyediakan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan dan alat bantu lainnya untuk melaksanakan pekerjaan seperti dinyatakan dalam gambar, dengan hasil yang baik dan rapih.
b) Pengadaan dan pemasangan fondasi batu kali, pelat fondasi beton beton bertulan, sloof, rollag, stek besi untuk kolom, dibawah pasangan dinding batu bata dan selasar.
c) Pengadaan besi beton dan merakit tulangan untuk sloof, pelat fondasi beton, kolom dan lain-lain komponen yang ditunjukkan pada gambar antara lain wastafel, meja laboratorium, dan lain-lain
2). Syarat-syarat Bahan (lihat syarat-syarat pelaksanaan teknis bahan).
3). Syarat-syarat Pelaksanaan.
a) Pondasi Batu Kali
 Sebelum memasang pondasi, Kondisi tanah dibawah fondasi perlu mendapat perhatian, bila kurang baik/ berlumpur/berair, tanah didasar fondasi diperbaiki dengan urugan sirtu (pasir batu)
 Agar pondasi benar-benar stabil, maka galian tanah untuk pondasi harus mencapai tanah keras dan sekurang-kurangnya sesuai dengan gambar teknis.
 Pada bagian bawah galian diberi lapisan pasir setebal ± 10 cm, kemudian dihampar aanstamping (pasangan batu kosong), baru diatasnya dipasang pondasi batu dengan menggunakan spesi sebagai perekat.
b) Beton
 Kualitas beton yang digunakan adalah dengan campuran /perbandingan 1Pc: 2 Psr : 3 Split hingga mempunyai kekuatan tekan setara dengan mutu beton K. 175 dan harus memenuhi ketentuan-
23
ketentuan lain sesuai dengan Peraturan Beton Bertulang’ 1971 (PBI-1971) dan SK. SNI. T-15. 1991-03
 Pembuatan tulangan untuk batang-batang yang lurus atau dibengkokkan, (tiap ujung besi diberi hak/tekukan) sambungan dan kait-kait dalam pembuatan sengkang-sengkang harus sesuai dengan persyaratan yang tercantum pada PBI-1971 dan SK.SNI.T. T-15. 1991-03
 Pemasangan tulangan besi beton harus sesuai dengan gambar konstruksi. Tulangan besi beton harus diikat dengan kawat beton untuk menjamin besi tersebut tidak berubah anyamannya selama pengecoran, dan tebal selimut beton ± 2cm.
 Pengecoran Beton.
 Cara pengadukan bisa menggunakan mesin molen atau diaduk dengan cara manual.
 Sebelum pengecoran, cetakan harus bersih dari kotoran baik sampah bekas bekisting maupun kotoran.
 Ukuran-ukuran dan ketinggian, penulangan dan penempatan penahanan jarak harus selalu diperiksa sebelum pengecoran dilaksanakan.
 Pengecoran harus dilakukan sebaik mungkin dengan menggunakan alat penggetar untuk menjamin beton cukup padat dan harus dihindarkan terjadinya cacat pada beton seperti kropos yang dapat memperlemah konstruksi.
 Pekerjaan Bekisting.
 Bekisting harus dipasang sesuai dengan bentuk dan ukuran-ukuran yang telah ditetapkan dalam gambar.
 Bekisting harus dipasang sedemikian rupa dengan perkuatan-perkuatan cukup kokoh dan dijamin tidak berubah bentuk dan tetap pada kedudukan selama pengecoran. Bekisting harus rapat dan tidak bocor permukaanya, bebas dari kotoran seperti serbuk gergaji, potongan-potongan kayu, tanah dan sebagainya, agar mudah pada saat dibongkar tanpa merusak permukaan beton.
 Pembukaan bekisting baru dilakukan setelah memenuhi syarat-syarat yang dicantumkan dalam PBI-1971 dan SNI.T-15-1991-01.yaitu kurang lebih 21 hari.
4). Syarat-syarat Pengiriman dan Penyimpanan
a) Bahan didatangkan ke tempat pekerjaan dalam keadaan utuh dan tidak cacat.
b) Bahan harus disimpan ditempat terlindung, kering, tidak lembab dan bersih sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan oleh pabrik.
c) Tempat penyimpanan harus cukup, bahan ditempatkan dan dilindungi sesuai dengan jenisnya.
24
d) Panitia Pembangunan Sekolah (P2S) bertanggung jawab terhadap kerusakan selama pengiriman dan penyimpanan, bila ada kerusakan P2S wajib mengganti atas biaya P2S.
5). Syarat-syarat Pengamanan Pekerjaan
a) Beton yang telah dicor dihindarkan dari benturan benda keras selama 3×24 jam setelah pengecoran.
b) Beton harus dilindungi dari kemungkinan cacat yang diakibatkan dari pekerjaan-pekerjaan lain.
c) Bila terjadi kerusakan, P2S diwajibkan untuk memperbaiki dengan tidak mengurangi kualitas pekerjaan.
d) Bagian-bagian beton setelah dicor selama dalam masa pengerasan harus selalu dibasahi dengan air terus menerus selama 1 mingu atau lebih sesuai ketentuan dalam peraturan beton bertulang, PBI-1971 dan SK.T-15.1991-03.
e. Pekerjaan Dinding
1). Lingkup Pekerjaan.
Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan dan alat bantu untuk:
a) Pekerjaan pasangan batu bata dinding bangunan dan didinding didalam ruangan,
b) Pekerjaan pemasangan kolom dan ring balk beton dan kolom beton praktis dan balok latai,
c) Plesteran dibagian luar dan dalam ruang serta nat, acian dan sekonengan di seluruh bagian dinding ruang/bangunan,
d) Peralatan yang diperlukan termasuk alat bantu dan alat angkut yang diperlukan untuk melaksanakan pekeerjaan ini sesuai dengan yang ditentukan.
e) Sesuai dengan gambar yang telah disepakati untuk dilaksanakan.
2). Persyaratan Bahan (lihat syarat-syarat pelaksanaan teknis bahan).
3). Syarat-syarat Pelaksanaan.
a) Pasangan Bata
 Sebagian besar dinding dari batu bata merah, dengan menggunakan adukan campuran 1 pc : 4 pasir.
 Untuk semua dinding luar maupun dalam, dilantai dasar maupun lantai tingkat, mulai dari permukaan sloof/balok sampai ketinggian 30 cm, diatas permukaan lantai dan daerah basah digunakan adukan kedap air dengan campuran 1 pc : 3 pasir.
 Sebelum digunakan batu bata merah harus direndam dalam bak air atau drum hingga basah merata.
 Setelah batu bata merah terpasang dengan adukan, nat/siar-siar harus dikorek sedalam 1 cm dan dibersihkan dengan sapu lidi dan kemudian disiram air.
25
 Pasangan dinding bata sebelum diplester harus dibasahi dengan air terlebih dahulu dan siar telah dikorek serta dibersihkan dari aduk yang tersisa.
 Pemasangan dinding dilakukan bertahap, setiap tahap terdiri maksimum 24 lapis atau maksimum tinggi 1 m, diikuti dengan cor kolom praktis.
 Bidang dinding ½ bata yang luasnya lebih besar 9 m2 = (3m x 3m) maksimal 12 m2 = (3m x 4m) harus ditambahkan kolom dan balok penguat (kolom praktis) dengan ukuran 15×15 cm dengan tulangan pokok 4 Ø– 12 m begel Ø 8 – 12 mm, jarak antara kolom 3-3,5 m.
 Bagian pasangan bata yang berhubungan dengan setiap bagian pekerjaan beton (kolom) harus diberi penguat stek-stek besi beton Ø – 8 mm, jarak 40 cm, yang terlebih dahulu ditanam dengan baik pada bagian pekerjaan beton dan bagian yang terlebih dahulu ditanam dalam pasangan bata sekurang-kurangnya 30 cm.
 Pasangan batu bata merah untuk dinding ½ batu harus menghasilkan dinding finis setebal 15 cm dan untuk dinding 1 (satu) batu finis adalah 25 cm. Pelaksanaan pasangan harus cermat rapi dan benar-benar tegak lurus.
b) Pekerjaan Plesteran
 Bersihkan permukaan sampai benar-benar siap menerima adukan plesteran, singkirkan semua hal yang dapat merusak atau mengganggu pekerjaan.
 Pada permukaan dinding yang akan diplester, siar-siar sebelumnya harus dikerok sedalam 1 cm untuk memberikan pegangan pada plesteran.
 Dinding disikat sampai bersih dan disiram air, barulah plesteran lapis pertama dapat dikerjakan.
 Plesteran kedua berupa acian semen (PC).
 Tebal plesteran dinding tidak boleh kurang dari 1 cm atau lebih dari 2 cm, kecuali ditetapkan lain.
 Pekerjaan plesteran akhir harus lurus, sama rata, datar, dan tegak lurus.
 Untuk bidang yang kedap air/pasangan dinding batu bata yang dekat dengan tanah (diatas slof), semua pasangan dinding batu bata diberi trasram dengan adukan 1 pc : 3 dengan ketinggian 40 cm dari permukaan lantai.
 Jika hasil plesteran menunjukkan hasil yang tidak memuaskan, tidak rata, tidak tegak lurus, bengkok adanya pecahan atau retak, keropos, maka bagian tersebut harus dibongkar untuk diperbaiki.
 P2S bertanggung jawab atas penentuan prosedur/cara perbaikan dan hal-hal lain yang terjadi selama pelaksanaan, seperti plesteran retak, rusak selama waktu pelaksanaan.
26
4). Syarat-syarat Pelaksanaan Pengiriman dan Penyimpanan Barang.
Selain batu bata merah, pasir, batu kali, dan kerikil, bahan bangunan yang dikirim ke lokasi (site), terutama semen harus dalam keadaan tertutup atau dalam dalam kantong yang masih disegel dan berlabel pabrik, bertuliskan tipe dan tingkatannya, dalam keadaan tidak cacat. Bahan harus diletakan ditempat yang kering, berventilasi baik, terlindung, bersih. terlindung, bersih. P2S bertanggung jawab atas kerusakan bahan-bahan yang disimpan baik sebelum dan selama pelaksanaan. Bila ada hal-hal yang tidak pada tempatnya, bahan rusak P2S harus mengganti dengan persetujuan Pimpro atau wakil yang ditunjuk.
5). Syarat-syarat Pelaksanaan Pengamanan Pekerjaan.
Panitia Pembangunan Sekolah (P2S) diwajibkan melindungi pekerjaan tersebut dari kerusakan. Apabila terjadi kerusakan pada ruang/gedung tersebut, P2S diwajibkan untuk memperbaikinya dengan tidak mengurangi mutu pekerjaan.
f. Pekerjaan Kusen, Pintu, dan Jendela
1). Lingkup Pekerjaan.
Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan dan alat-alat bantu yang dibutuhkan dalam pelaksanaan pekerjaan ini untuk mendapatkan hasil yang baik. Pekerjaan ini meliputi:
a) Kusen pintu dan jendela termasuk alat-alat Bantu dalam pemasangannya di lapangan.
b) Daun pintu (panel pintu) solid dan panel teakwood dan jendela.
c) Setel pintu dan jendela berikut asesorisnya.
2). Persyaratan Bahan.
a) Jenis kayu yang dipakai adalah Kayu Kamper Samarinda atau Kayu kelas II kering (diawetkan), mutu A digunakan untuk seluruh pekerjaan kayu yang disebutkan diatas.
b) Dihindarkan adanya cacat kayu antara lain yang berupa putik kayu, pecah-pecah, mata kayu, melintang, basah dan lapuk.
c) Syarat-syarat kelembaban kayu yang dipakai harus memenuhi syarat PPKI. Untuk kayu kelas II kering setempat kelembaban tidak dibenarkan melebihi 12%.
d) Jenis kayu yang dipakai harus sesuai dengan pekerjaan kayu yang disebutkan diatas, terkecuali untuk seluruh jenis kayu lain seperti dinyatakan dalam gambar.
e) Daun pintu dengan konstruksi lapis teakwood, ukuran disesuaikan dengan gambar-gambar detail, tidak diperkenankan menggunakan
27
sambungan, harus utuh untuk dilapis formika, tebal rangka kayu daun pintu minimum 3.20 cm.
f) Bahan Perekat :
 Untuk perekat digunakan lem kayu yang bermutu baik.
 Semua permukaan rangka kayu harus diserut halus, rata, lurus dan siku.
g) Bahan Finishing, untuk permukaan teakwood dari cat kayu yang bermutu baik.
3). Syarat-syarat Pelaksanaan.
a) Semua ukuran kayu yang tertera pada gambar adalah ukuran jadi (sesudah diserut dan difinishing) dan harus lurus tanpa cacat, tidak bengkah dan lain-lain, yang dapat menurunkan kualitas kayu serta kualitas pekerjaan.
b) Untuk semua kayu seperti diuraikan diatas, dipotong dan diserut dengan kualitas terbaik, halus dan licin.
c) Pelaksanaan pekerjaan harus ditempat yg baik, ruang yang kering dan terjaga agar tidak terkena cuaca langsung dan rusak yang diakibatkan oleh benturan.
d) Harus diperhatikan semua sambungan siku/sudut untuk rangka kayu dan penguat lain yang diperlukan hingga terjamin kekuatannya, dengan memperhatikan/menjaga kerapihan terutama untuk bidang-bidang yang tampak, tidak boleh ada lubang-lubang atau bekas penyetelan.
e) Setelah dipasang, Panitia Pembangunan Sekolah (P2S) wajib memberikan perhatian sepenuhnya dan memberikan perlindungan terhadap benturan benda-benda lain.
f) Bahan kayu halus tidak diperkenankan dipasang dengan cara dipaku.
g) Permukaan kayu yang terlihat bekas pemakuan harus didempul atau sejenisnya sehingga permukaan menjadi rata kembali.
h) Daun pintu teakwood yang dipasang pada rangka kayu adalah dengan cara dilem, permukaan jika diperlukan harus menggunakan sekrup galvanized tanpa meninggalkan bekas cacat pada permukaan yang tampak. Khususnya untuk pintu yang dilapis formica, tata cara merekatkan digunakan lem pada permukaan bidang dan di press.
i) Pada bagian daun pintu lapis teakwood harus dipasang rata tidak bergelombang dan merekat dengan sempurna
j) Semua pekerjaan kayu harus memenuhi syarat, jika ada yang tidak memenuhi syarat, maka P2S harus mengganti atas tanggung jawabnya.
4). Syarat-syarat Pengiriman dan Penyimpanan Barang.
Bahan harus didatangkan ketempat pekerjaan dalam keadaan utuh dan tidak cacat/rusak. Bahan harus disimpan ditempat yang kering, berventilasi baik, terlindung dari cuaca, benturan-benturan dan bersih.
28
Tempat penyimpanan bahan harus cukup luas, bahan ditimbun dan dilindungi sesuai dengan jenisnya.
P2S bertanggung jawab terhadap kerusakan dalam pengiriman, penyimpanan dan pelaksanaan. Bila ada kerusakan, P2S wajib menggantinya.
5). Syarat-syarat Pengamanan Pekerjaan.
Bahan-bahan kayu di hindarkan/dilindungi dari hujan dan terik matahari juga terhadap penggunaan yang tidak sesuai dengan kebutuhan.
Kayu yang sudah terpasang dilindungi dari kemungkinan cacat atau rusak yang diakibatkan dari pekerjaan-pekerjaan lain. Bila terjadi kerusakan, P2S diwajibkan memperbaikinya dengan tidak mengurangi kualitas pekerjaan.
g. Pekerjaan Atap
Pekerjaan atap meliputi pembuatan dan pemasangan kuda-kuda, nok, gording, usuk dan reng, balok tembok (murplat) dan plisir (lisplank), serta pemasangan penutup atap (genteng/seng gelombang/atap metal lainnya, dsb).
Oleh karena lebar ruangan 7 atau 8 m sedangkan kayu yang ada di pasaran pada umumnya ukuran panjang 4 m, maka diperlukan sambungan pada rangka kuda-kuda, balok bubungan/nok, maupun gording. Untuk penyambungan rangka kuda-kuda kayu, yang harus diperhatikan adalah arah gaya yang terjadi pada masing-masing batang pada rangka tersebut. Gaya yang terjadi berupa gaya tekan dan gaya tarik. Pada batang yang menerima gaya tekan, dapat dibuat sambungan lubang dan pen. Apabila batang menerima gaya tarik, sambungan dapat berbentuk sambungan miring berkait atau menggunakan alat penyambung baut. Untuk perkuatan pada sambungan kayu disarankan dipasang plat besi (beugel) dan dibaut.
Ukuran kayu yang digunakan untuk kuda-kuda umumnya 8/12 cm atau 8/15 cm dan atau disesuaikan dengan kebutuhan. Untuk usuk umumnya digunakan kayu berukuran 5/7 cm, dan untuk reng dapat digunakan kayu ukuran 2/3 cm atau 3/5 cm. Pemasangan usuk dan reng hendaknya dipasang pada jarak sesuai dengan kebutuhan. Masing-masing jenis penutup atap memiliki ukuran yang berbeda sehingga penggunaan ukuran kayu, baik untuk kunda-kuda, nok dan gording serta jarak usuk dan reng harus menyesuaikan. Apabila menggunakan penutup atap standar pabrik/pabrikan, disarankan untuk memeriksa ketentuan pemasangan usuk dan reng yang tertera pada brosur.
Beberapa catatan penting dalam urutan pelaksanaan pakerjaan atap antara lain:
1) Perakitan kuda-kuda harus sudah selesai pada saat balok ring selesai dicor.
2) Pemasangan rangka atap dilakukan setelah beton balok ring mengering. Pekerjaan pemasangan atap ini dilakukan secara berurutan yang dimulai
29
dari pemasangan kuda-kuda, gording, usuk dan yang terakhir adalah reng. Untuk jenis atap seng atau metal sheet yang lain tidak menggunakan usuk dan reng.
3) Sangat penting penggunaan residu pada rangka atap agar kayu awet (sebagai anti rayap).
4) Pemasangan penutup atap dapat dilakukan secara bertahap setelah reng terpasang (untuk penutup atap genteng), untuk penutup atap jenis seng atau metal sheet, pemasangan bisa dilakukan setelah gording terpasang.
h. Pekerjaan Plafond
1). Lingkup Pekerjaan.
a) Termasuk dalam pekerjaan ini adalah pengadaan tenaga kerja, penyediaan bahan/material, peralatan serta alat bantu lainnya yang diperlukan dalam pelaksanaaan pekerjaan ini, sehingga pekerjan langit-langit multiplek dapat dilaksanakan dengan hasil yang baik dan sempurna.
b) Yang termasuk dalam pekerjaan ini adalah seluruh ruangan.
c) Pekerjaan ini meliputi pekerjaan pemasangan plafon multipleks dengan seluruh detail seperti yang disebutkan/disyaratkan dalam dokumen gambar.
d) Cara pengerjaan, bentuk, volume serta detail ukuran lainya sesuai dengan yang tercantum dalam gambar dan RAB.
e) Kecuali ditentukan lain, dalam spesifikasi ini maka semua pekerjaan maupun tambahan-tambahan bahan yang berhubungan dengan pekerjaan ini adalah menjadi P2S.
2). Persyaratan Bahan.
a) Bahan yang digunakan adalah multiplek/kayu lapis dengan ketebalan 4 mm. Bahan-bahan yang digunakan harus benar-benar halus, bebas dari cacat kayu yang ada seperti sobek serat, lubang bekas paku, dll.
b) Ukuran multiplek yang digunakan adalah modul 60 x 120 cm.
c) Spesifikasi bahan lain yang digunakan seperti tercantum dalam syarat-syarat teknis bahan tentang kayu.
d) Bahan rangka penggantung panel multiplek, dari kayu kelas II mutu A (setempat) kering, lurus, tidak cacat, bersih dari retakan lubang.
e) Rangka langit-langit yang digunakan adalah kayu 5/7 untuk balok pembagi dan balok induk sebagai balok utama adalah 6/12. Dan rangka ini dicat dengan meni kayu sebanyak 2 x laburan.
f) Semua penggunaan kayu rangka langit-langit ini harus diberi bahan anti rayap.
3). Syarat-syarat Pelaksanaan.
a) Sebelum dilaksanakannya pemasangan langit-langit ini, semua pekerjaan lain yang terletak diatas langit-langit harus sudah terpasang secara sempurna.
30
b) Sebelum pekerjaan pemasangan langit-langit dimulai, diwajibkan mengadakan pengecekan /pemeriksaan kembali terhadap pekerjaan yang erat hubungannya dengan pekerjaan langit-langit ini antara lain instalasi kabel listrik penerangan dan daya, pemasngan atap dll, diwajibkan adanya kerja sama (koordinasi) yang baik antara semua unsur Pelaksana Lapangan.
c) Tepi, sudut tiap potongan multiplek setelah pemotongan adalah harus rapi dan halus.
d) Jarak antara tiap panel plafon adalah 0,5 cm (Nat).
e) Sisi bawah dari tiap rangka langit-langit tersebut harus halus (diserut), agar pemasangan panel multiplek menjadi rata.
f) Rangka langit-langit yang digunakan adalah kayu 5/7 untuk balok pembagi dan balok induk sebagai balok utama adalah 6/12. Dan rangka ini dicat dengan meni kayu sebanyak 2 x laburan.
i. Pekerjaan Lantai
1). Pekerjaan Dibawah Lantai
a) Lingkup Pekerjaan.
 Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga, bahan dan alat-alat bantu yang dibutuhkan untuk pekerjaan ini untuk mendapatkan hasil pekerjaan yang baik.
 Pekerjaan bawah lantai ini meliputi seluruh detail yang disebutkan/ditunjukan dalam gambar sebagai dasar dari lantai finishing keramik.
b) Persyaratan Bahan.
 Sub-base lantai menggunakan lantai kerja rabat beton dengan campuran 1 pc : 3 ps : 5 kr.
 Bahan-bahan yang dipakai, harus sesuai dengan persyaratan bahan.
 Bahan lain yang tidak terdapat pada daftar diatas akan tetapi dibutuhkan untuk menyelesaikan/penggantian dalam pekerjaan ini harus baru, kualitas terbaik dari jenisnya.
c) Syarat-syarat Pelaksanaan.
 Tanah yang akan dijadikan dasar lantai harus dipadatkan sehingga terdapat permukaan yang rata dan untuk memperoleh daya dukung tanah yang maksimal, dengan menggunakan alat timbris.
 Pasir urug dibawah lantai disyaratkan harus keras, bersih dan bebas alkali, asam maupun bahan organik lainnya.
 Tebal yang diisyaratkan 10 cm atau setebal sesuai dengan gambar dan disiram dengan air kemudian ditimbris untuk memperoleh kepadatan yang maksimal.
 Diatas pasir urug diberi adukan rabat beton setebal 5 cm dengan campuran 1pc: 3psr: 5krl.
 Untuk pasangan diatas plat beton (lantai tingkat) diberi lapisan plester (screed) campuran 1 pc: 3 psr setebal 5 cm dengan memperhatikan kemiringan lantai.
31
d) Syarat-syarat Penerimaan dan Penyimpanan Bahan.
 Bahan harus didatangkan ketempat pekerjaan harus berkualitas baik dan tidak cacat.
 Beberapa bahan tertentu masih dalam kantong/kemasan aslinya yang masih disegel dan berlabel pabrik.
 Bahan harus disimpan ditempat yang terlindung dan tertutup kering tidak lembab dan bersih, sesuai persyaratan yang telah ditentukan.
e) Syarat-syarat Pengamanan Pekerjaan.
 Selama 7 hari setelah pekerjaan dilaksanakan, tempat pelaksanaan pekerjaan harus dilindungi dari lalu lintas orang dan barang.
 P2S diwajibkan melindungi pekerjaan tersebut dari kerusakan yang diakibatkan oleh pekerjaan yang lain.
 Bila terjadi kerusakan, P2S diwajibkan untuk memperbaikinya dengan tidak mengurangi kualitas pekerjaan.
2). Lantai Keramik dan Plint Lantai.
a) Lingkup Pekerjaan.
 Pekerjaan ini meliputi pengadaan tenaga, bahan-bahan dan peralatan yang dibutuhkan untuk terlaksananya pekerjaan ini, serta mencapai hasil yang baik.
 Pekerjaan keramik pada lantai dilaksanakan pada seluruh ruangan termasuk selasar dan meja meja laboratorium.
 Pelaksanaan pekerjaan harus mengacu pada gambar dan detill yang disebutkan/ditunjukkan dalam daftar finishing bahan.
b) Persyaratan Bahan.
 Lantai Keramik yang digunakan, sesuai dengan persyaratan bahan
 Semen Portland, Pasir dan Air, sesuai dengan persyaratan bahan
 Bahan lain yang tidak terdapat dalam daftar diatas akan tetapi dibutuhkan untuk penyelesaian/penggantian pekerjaan dalam bagian ini, harus diadakan baru dan berkualitas terbaik dari jenisnya.
c) Syarat-syarat Pelaksanaan.
 Keputusan bahan, jenis warna, tekstur dan produk akan diambil dalam musyawarah P2S. Spesifikasi teknis bahan harus tetap sesuai dengan persyaratan diatas.
 Alas dari lantai keramik adalah lantai beton tumbuk dengan ketebalan 5 cm sesuai dengan gambar.
 Adukan pengikat dengan campuran 1 pc : 3 pasir ditambah bahan perekat, atau dapat digunakan acian PC ditambah bahan perekat.
 Bidang lantai keramik yang terpasang harus benar-benar rata, jika dianggap perlu dengan memperhatikan kemiringan lantai untuk memudahkan pengaliran air.
 Lebar siar-siar harus sama dan kedalaman maksimum 3 mm membentuk garis lurus atau sesuai dengan gambar, siar-siar diisi dengan bahan pengisi berwarna/grout semen.
32
 Pemotongan keramik harus menggunakan alat potong khusus sehingga hasil potongan presisi dan tidak retak-retak.
 Keramik yang sudah terpasang harus dibersihkan dari segala macam noda yang melekat, sehingga benar-benar bersih.
d) Syarat-syarat Pengiriman dan Penyimpanan Bahan.
 Selain pasir, semen, yang dikirim ke lokasi pelaksanaan harus dalam keadaan tertutup, atau kantong yang masih disegel dan berlabel dari pabrik, bertuliskan tipe dan tingkatannya, dalam keadaan utuh dan tidak cacat.
 Bahan-bahan diletakkan ditempat yang kering berventilasi baik, terlindung dan bersih.
 P2S bertangggung jawab atas kerusakan bahan-bahan yang disimpan baik sebelum maupun selama pelaksanaan.
 Bila ada hal-hal yang tidak pada tempatnya, bahan rusak dan hilang, P2S harus menggantinya.
e) Syarat-syarat Pengamanan Pekerjaan.
 Bahan keramik yang telah terpasang dihindarkan dari injakan selama 3x 24 jam setelah pemasangan.
 Bila terjadi kerusakan P2S diwajibkan untuk memperbaiki dengan tidak mengurangi kualitas pekerjaan.
j. Pekerjaan Penggantung, Pengunci, dan Kaca
1) Lingkup Pekerjaan.
a) Termasuk dalam pekerjaan ini adalah pengadaan tenaga kerja, penyediaan bahan/material, peralatan serta alat bantu lainnya yang diperlukan, sehingga pekerjaan Alat Penggantung dan Pengunci ini dapat dilaksanakan dengan hasil yang baik dan sempurna.
b) Pekerjaan ini meliputi semua pekerjaan penggantung dan pengunci untuk pintu-pintu, jendela dan tempat lain yang disyaratkan dalam gambar.
c) Cara pengerjaan, bentuk, volume serta detail-detail ukuran lainnya sesuai dengan yang tercantum dalam gambar dan RAB.
d) Kecuali ditentukan lain dalam spesifikasi ini, maka semua pekerjaan maupun tambahan-tambahan bahan yang berhubungan dengan pekerjaan ini adalah menjadi tanggung jawab P2S.
2). Persyaratan Bahan.
a) Produksi pabrik kualitas baik setara Logo atau Solid.
b) Kunci 2 (dua) slaag dan berkotak baja, baut-baut dan ungkitnya terbuat dari stainless steel.
c) Tipe kunci harus sesuai dengan fungsi ruangannya.
d) Pegangan (handle) dari bahan stainless steel dan solid nylon, engsel-engsel stainless steel dengan memakai ring nylon ukuran 3×4 inch.
33
e) Engsel pintu dipakai engsel kupu-kupu, dipasang sekurang-kurangnya 3 (tiga) buah untuk setiap daun pintu dan 2 untuk daun jendela dengan menggunakan sekrup kembang dengan warna yang sama, jumlah engsel yang dipasang harus diperhitungkan menurut beban dan berat daun pintu, setiap engsel memikul beban maximum 20 kg.
3). Syarat-syarat Pelaksanaan.
a) Pekerjaan harus dilakukan oleh tenaga ahli yang berpengalaman dalam bidang tersebut.
b) Pelaksana Lapangan harus memberikan contoh terlebih dahulu untuk disetujui bersama oleh P2S.
c) Semua kunci, engsel harus dilindungi dan dibungkus plastik atau tempat aslinya setelah di coba, pemasangannya dilakukan setelah bangunan selesai di cat.
d) Sekrup harus cocok dengan barang yang dipasang, jangan memukul sekrup, cara menyocokkan hanya diputar sampai ujung, sekrup yang rusak waktu dipasang harus dicabut kembali dan diganti.
e) Engsel untuk pintu kayu dipasang 30cm dari tepi atas dan bawah sedang untuk engsel ke 3 (tiga) dipasangan ditengah.
f) Semua kunci tanam haru terpasang dengan kuat pada rangka daun pintu, dipasang setinggi 90 cm dari lantai atau sesuai gambar.
k. Pekerjaan Instalasi Listrik
1). Lingkup Pekerjaan Listrik.
a) Pekerjaan yang termasuk pekerjaan instalasi ini merupakan pekerjaan seluruh sistem listrik secara lengkap, sehingga instalasi ini dapat bekerja dengan sempurna dan aman.
b) Pekerjaan tersebut harus dapat menjamin bahwa pada saat penyerahan pertama (serah terima pekerjaan pertama), instalasi pekerjaan tersebut sudah dapat dipergunakan.
c) P2S dengan di bantu oleh Kepala Pelaksanan harus mengurus penyambungan daya listrik ke PLN termasuk pengurusan administrasinya, semua biaya resmi akan dibayar oleh P2S.
2). Kabel Daya.
a) Instalasi dan pemasangan kabel.
1) Bahan.
Semua kabel yang akan dipergunakan untuk instalasi listrik harus memenuhi peraturan SII dan SPLN. Semua kabel harus baru dan harus jelas ukuran, jenis kabel, nomor dan jenis pintalannya.
Semua kabel dengan penampang 6 mm2 keatas harus jenis pilin (stranded) dan instalasi tidak boleh memakai kabel dengan penampang lebih lecil dari 2,5 mm2.
34
Kecuali dipersyaratkan lain, konduktor yang dipakai adalah dari tipe:
(i). Untuk instalasi penerangan adalah NYA/NYM dengan conduit pipa PVC.
(ii). Untuk kabel distribusi digunakan NYA dan penerangan taman dengan mengunakan kabel NYFGBY.
Semua kabel NYA yang ditanam di dalam perkerasan (tembok, jalan, beton dll) harus berada didalam conduit PVC kelas AW yang disesuaikan dengan ukurannya, dan harus diklem.
2) Splice/pencabangan.
(i). Tidak diperkenankan adanya “splice” pencabangan ataupun sambungan-sambungan baik dalam feeder maupun cabang-cabang, kecuali pada outlet atau pada kotak-kotak penghubung yang bisa dipakai.
(ii). Semua sambungan kabel baik didalam junction box, panel ataupun tempat lainnya harus mempergunakan connector yang terbuat dari lembaga yang diisolasi dengan porselen atau bakelit ataupun PVC, yang diameternya di sesuaikan dengan diameter kabel.
3) Bahan isolasi.
Semua bahan isolasi untuk pencabangan, conection dan lain-lain seperti karet, PVC, tape sintetis, resin, splice case, composit dan lain-lain harus dari tipe yang disetujui, untuk penggunaan, lokasi voltage dan lain nya harus dipasang memakai cara yang disetujui oleh pabrik atau menurut anjuran yang ada.
4) Penyambungan kabel.
(i). Semua penyambungan kabel harus dilakukan dalam kotak-kotak penyambungan yang sudah ditentukan (misalnya junction box).
(ii). Kabel-kabel disambung sesuai dengan warna atau nama masing-masing, serta sebelum dan sesudah penyambungan harus dilakukan pengetesan tahanan isolasi
(iii). Penyambungan kabel tembaga harus mempergunakan dan dilapisi dengan timah putih dan kuat.
(iv). Penyambungan kabel yang berisolasi PVC harus diisolasi dengan pipa PVC/protolen yang khusus untuk listrik.
3) Penerangan dan Stop Kontak.
a) Lampu dan Armatur.
 Semua armatur lampu yang terbuat dari metal harus mempunyai terminal pentanahan (grounding).
 Box tempat ballast, kapasitor, dudukan stater dan terminal box harus cukup besar dan dibuat sedemikian rupa sehingga panas
35
yang ditimbulkan tidak menggangu kelangsung kerja dan unsur teknis komponen lampu itu sendiri.
 Ventilasi didalam box harus dibuat dengan sempurna. Kabel dalam box harus diberikan saluran klem-klem tersendiri, sehingga tidak menempel pada balast atau kapasitor.
 Box terbuat dari plat baja tebal minimum 0,7 mm, dicat dasar tahan karat, kemudian di cat oven warna putih.
 Ballast harus dari jenis “low loss ballast” dan harus dapat dipergunakan single lampu balast (satu lampu flourentscent).
b) Stop Kontak Biasa.
Stop kontak biasa yang dipakai untuk pemasangan di dinding adalah stop kontak satu phasa, ranting 250 volt, 13 ampere.
c). Stop Kontak Khusus (SKK).
Stop kontak khusus yang dipakai adalah stop kontak satu phasa, untuk pemasangan rata dinding dengan ketinggian 120 cm diatas lantai, SKK harus mempunyai terminal phasa, netral dan pentanahan.
d). Saklar Dinding.
Saklar harus dari tipe untuk pemasangan rata dinding, tipe in bouw dengan rating 250 volt, 10 ampere, single gang, double gang.
e). Junction Box Untuk Saklar dan Stop Kontak.
 Junction box harus dari bahan metal dengan kedalaman tidak kurang dari 35 mm.
 Kontak dari metal harus mempunyai terminal pentanahan.
 Saklar atau stop kontak dinding terpasang pada juction box dengan menggunakan baut atau ditanamkan dalam dinding.
f). Kabel Instalasi.
 Pada umumnya kabel untuk instalasi penerangan dari instalasi stop kontak harus dari kabel inti tembaga dengan insulasi PVC, satu inti atau lebih (kabel jenis NYM).
 Kabel harus mempunyai penampang minimal 2,5 mm2.
 Kode warna insulasi kabel harus mengikuti ketentuan PUIL sebagai berikut :
(i). Fasa 1 : Merah
(ii). Fasa 2 : Kuning
(iii). Fasa 3 : Hitam
(iv). Netral : Biru
(v). Tanah (ground) : hijau-kuning
g). Pipa Instalasi Pelindung Kabel.
 Pipa instalasi pelindung kabel feeder yang dipakai adalah pipa PVC klas AW atau GIP.
36
 Pipa, elbow, socket, junction box, klem dan accessories lainnya harus sesuai antara satu dengan yang lainnya, yaitu dengan diameter minimal ¾“.
 Pipa fleksible harus dipasang untuk melindungi kabel antara kontak sambung (junction box) dan armatur lampu.
h). Pengujian (Testing).
Pengujian (testing) dilakukan dan disyahkan oleh lembaga yang berwenang, pengujian tersebut meliputi :
 Test ketahanan isolasi.
 Test kekuatan tegangan impuls.
 Test kenaikan temperature.
 Test kontinuitas.
l. Pekerjaan Plumbing
1). Lingkup Pekerjaan
a). Lingkup Pekerjaan Instalasi Air Bersih.
 Pengadaan, pemasangan dan pengujian secara sempurna unit-unit peralatan utama yang diperlukan dalam sistem penyediaan air bersih yaitu instalasi pipa beserta alat bantunya.
 Pengadaan dan pemasangan kran-kran air terdapat di washtafel dan meja laboratorium.
 Pemasangan dan pengujian pipa-pipa distribusi kesetiap peralatan sanitasi dan lain-lain seperti tercantum dalam gambar.
 Memperbaiki semua kerusakan, yang diakibatkan baik oleh bobokan-bobokan, galian-galian maupun oleh kecerobohan para pekerja.
 Pengujian terhadap kebocoran dan tekanan dari sistem plambing air bersih secara keseluruhan dan mengadakan pengamatan sampai sistem berjalan baik sesuai dikehendaki yaitu suatu sistem instalasi yang sempurna dan terpadu.
 Sebelum sistem penyediaan air bersih atau bagian dari sistem ini dipakai harus dilakukan cara pengurasan yaitu air yang ada dalam sistem dibuang lebih dahulu.
b) Lingkup Pekerjaan Instalasi Air Kotor.
 Pengadaan dan pemasangan pipa beserta perlengkapannya yang diperlukan dalam sistem pembuangan, dan semua alat sanitasi yang ada sampai penyaluran akhir.
 Pengadaan dan pemasangan pipa dari alat sanitasi sampai keseluruh jaringan air buangan (riol).
 Memperbaiki semua kerusakan, yang diakibatkan baik oleh adanya bobokan-bobokan, galian-galian maupun oleh kecerobohan para pekerja.
37
 Pengujian sistem perpipaan terhadap kebocoran sistem plambing air kotor secara keseluruhan dan mengadakan pengamatan sampai sistem bekerja baik.
 Pengadaan dan pemasangan instalasi drainasi dari talang atap sampai kepada saluran pembuangan diluar lokasi.
2). Persyaratan Pelaksanaan Pekerjaan.
Tata cara pelaksanaan dan petunjuk lain yang berhubungan dengan peraturan pembangunan yang berlaku di Republik Indonesia selama pelaksanaan, kontrak harus betul-betul ditaati.
Persyaratan umum pelaksanaan pekerjaan harus sesuai dengan pernyataan dalam pasal pekerjaan plumbing.
Panitia Pembangunan Sekolah (P2S) dianggap telah cukup mengerti dan mengetahui maksud dari peraturan-peraturan dan syarat-syarat tersebut diatas.
a) Persyaratan Instalasi Air Bersih.
 Pipa air bersih harus menggunakan pipa dari bahan PVC tipe D, kualitas bik, setara dengan produk Rucika atau Paralon,
 Fiting harus dari bahan yang sama dengana pipa diatas (dengan kualitas baik.
 Gantungan-gantungan, klem-klem dan lain-lain, harus terbuat dari bahan yang sama.
 Valve/Stop Kran untuk instalasi air bersih harus dipakai mutu yang terbaik/kualitas no 1 atau setara Produk San-Ei.
 Kran-kran harus dipakai yang terbaik, setara dengan produk San-Ei.
 Bak kontrol untuk Valve/Stop Kran dibuat dari pasangan bata dengan adukan kuat dan ditutup beton
b) Untuk Pekerjaan Instalasi Air Kotor.
 Semua pipa air kotor baik pipa utama maupun pipa cabang terbuat dari bahan PVC dengan tekanan kerja 10 Kg/Cm2 standar JIS k 674/ kualitas baik, setara dengan produk Rucika atau Paralon.
 fiting-fiting untuk pemipaan ini juga terbuat dari bahan dan merk yang sama.
 Avur dan leher angsa dari bahan stinless steel kualitas no 1 atau setara dengan produk San-Ei.
c) Sistem Pemipaan Air Bersih dan Air Kotor.
Sistem penyambungan pipa.
 Sambungan pipa PVC untuk air bersih dengan sambungan lem PVC (Solvent) untuk pipa diameter 3“ kebawah.
 Untuk katup/Valve/ Stop Kran yang mempunyai 2” ke bawah mengunakan katup penutup dengan sistem penyambungan pakai ulir/screwed.
 Selanjutnya untuk katup 3/4” kebawah dipakai katup tipe bola (global).
38
 Yang lebih besar dari 3/4” dipakai katup pintu (Gate Valve/Stop Kran) yang berkualitas baik.
Pemasangan penyambungan pipa-pipa.
 Untuk fiting-fiting sambungan harus dari jenis standar yang dikeluarkan oleh pabrik dan disetujui oleh Pimbagpro dan Konsultan Lapangan.
 Sistem sambungan bisa memakai Ring Gaskets/ Rubbert Ring Join, untuk dimensi 2” digunakan lem/solvent semen.
Pemasangan fixtures, fiting dan sebagainya.
 Semua Fixtures harus dipasang dengan baik dan didalamnya bebas dari kotorang yang akan menggangu aliran atau kebersihan air dan harus terpasang dengan kokoh (rigit) ditempatnya dengan tumpuan yang mantap.
 Semua fixtures fiting, pipa-pipa air pemasangannya harus rapih, kuat dalam kedudukannya dan tidak mengganggu pada waktu pemasangan dinding keramik dan sebagainya. P2S bertanggung jawab untuk melengkapi jaringan instalasi.
Penggantungan/penumpu pipa/klem-klem.
 Semua pipa harus diikat kuat dengan penggantung atau angker yang kokoh (rigit), agar inklinasinya tetap. Untuk mencegah timbulnya getaran, penggantung, penumpu /klem-klem harus bahan produksi pabrik (bukan buatan sendiri).
 Penggantung atau penumpu pipa diskrup terikat pada bagian bangunan dengan insert/angker yang dipasang pada waktu pengecoran beton atau ramset dari fisher.Semua alat-alat penggantung harus dikerjakan sedemikian rupa sehingga tidak merusak pipa dan tidak merusak/meyebabkan turunnya pipa yang terpasang.
Pipa tegak dalam tembok dan diluar tembok.
Pipa tegak yang menuju ke fixtures harus dimasukan dalam tembok. Panitia Pembangunan Sekolah (P2S) harus membuat alur-alur atau lubang yang diperlukan pada tembok sesuai dengan kebutuhan pasangan pipa dan diklem, harus ditutup kembali sehinga pipa tidak kelihatan dari luar. Cara-cara penutupan kembali harus seperti semula dengan penyelesaian yang rapi sehingga tidak terlihat bekas pasangan.
Pemasangan pipa-pipa harus dilaksanakan dengan ketentuan sebagai berikut:
 Pemasangan pipa harus dilaksanakan sebelum finising dinding /plesteran dan langit-langit dilaksanakan.
 Pemasangan sparing untuk pipa-pipa yang mungkin akan menembus struktur bangunan harus dilaksanakan beresama-sama pada waktu pelaksanaan struktur yang bersangkutan.
 Persilangan antara air bersih dan air limbah harus dihindarkan.
39
Pengecatan.
 Semua pipa dari besi yang tidak tertanam didalam tanah/tembok dilapisi dengan cat anti karat dan tanda arah aliran dipakai warna biru.
 Semua Valve/ Stop Kran harus diberi tanda yang menyebutkan nomor identifikasi sesuai dengan fungsinya.
Pengujian.
 Setelah semua pipa dan perlengkapannya terpasang harus diuji dengan tekanan hidrostatik selama 24 jam terus menurus tanpa terjadi penurunan tekanan.
 Peralatan pengujian ini harus dilakukan dengan disaksikan oleh pihak yang dianggap perlu/dikuasakan untuk itu, dan selanjutnya dibuat Berita Acara.
 Dalam pengetesan semua kran-kran harus dalam keadaan tertutup untuk melihat kebocoran.
 Testing pemipaan harus dilaksanakan sebelum pipa tertutup dengan tanah (untuk pipa diluar gedung) atau tertutup dengan plesteran dinding dan sebelum langit-langit didaerah tersebut terpasang. Untuk sistem air kotor, air kotoran, vent dan air hujan harus diuji terhadap kebocoran.
 Apabila terjadi kegagalan dalam pengujian Panitia Pembangunan Sekolah (P2S) harus memperbaiki bagian–bagian yang rusak dan kekurangan-kekurangan yang ada kemudian melakukan pengujian kembali sampai berhasil dengan baik.
m. Pekerjaan Perabot
Pekerjaan rehabilitasi adalah termasuk perbaikan perabot lama atau pembelian perabot baru. Jenis perabot dan tata letaknya mengacu pada Pembakuan Bangunan dan Perabot Sekolah Menengah Pertama yang diterbitkan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah tahun 2004.
MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA,
TTD.
MOHAMMAD NUH
Salinan sesuai dengan aslinya.
Kepala Biro Hukum dan Organisasi,
Dr. A. Pangerang Moenta, S.H.,M.H.,DFM
NIP 196108281987031003

 

1
SALINAN
LAMPIRAN III
PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 57 TAHUN 2011 TENTANG PETUNJUK TEKNIS PENGGUNAAN DANA ALOKASI KHUSUS (DAK) BIDANG PENDIDIKAN TAHUN ANGGARAN 2012 UNTUK SEKOLAH MENENGAH PERTAMA/SEKOLAH MENENGAH PERTAMA LUAR BIASA (SMP/SMPLB)
STANDAR DAN SPESIFIKASI TEKNIS SARANA PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN DANA ALOKASI KHUSUS (DAK) TAHUN ANGGARAN 2011
UNTUK SEKOLAH MENENGAH PERTAMA/SEKOLAH MENENGAH PERTAMA LUAR BIASA (SMP/SMPLB)
I. PENJELASAN PENGADAAN SARANA PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN
A. Alat laboratorium IPA SMP
Sesuai dengan tuntutan Permendiknas No 22 dan 23 Tahun 2006 tentang Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL), pembelajaran IPA harus secara proporsional mengembangkan kemampuan deklaratif dan kemampuan prosedural maka fungsi laboratorium tidak hanya sekedar untuk kegiatan praktikum saja tetapi merupakan bagian dari kegiatan pembelajaran IPA. Untuk itu, harus diupayakan ketersediaan alat laboratorium IPA dengan mutu yang baik dan dalam jumlah yang cukup di sekolah. Dalam rangka pemenuhan kebutuhan alat laboratorium IPA SMP Peralatan IPA yang diadakan melalui DAK tahun 2011 meliputi:
1. Fisika
Peralatan Fisika terdiri dari: kit mekanika, kit optik, kit listrik dan magnet, kit panas dan hidrostatika, serta alat penunjang.
2. Biologi
Peralatan biologi terdiri dari: mikroskop, alat umum, bahan, model, dan carta.
Besaran dana DAK untuk pengadaan alat laboratorium IPA SMP tahun 2011 per paket per sekolah sebesar maksimum Rp. 50.000.000,- (lima puluh juta rupiah). Dana tersebut sudah termasuk biaya pengiriman sampai sekolah, pelatihan penggunaan dan pemanfaatan oleh penyedia barang atau produsen dan pajak-pajak yang berlaku. Dengan dana tersebut alat laboratorium IPA yang diadakan merupakan salah satu upaya pemenuhan standar pelayanan minimal pembelajaran IPA yang mengacu pada Permendiknas No 22 dan 23 Tahun 2006 tentang Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL)
Dalam penyediannya pengadaan alat laboraturium IPA mempertimbangkan persyaratan sebagai berikut:
2
1. Persyaratan Umum
a. Persyaratan penerima
1) Prioritas pertama sekolah sudah memiliki ruang laboratorium IPA dan belum memiliki alat.
2) Prioritas kedua sekolah yang sudah memiliki ruang laboratorium IPA dan memiliki alat IPA tetapi belum lengkap untuk pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM).
b. Persyaratan proses pengadaan
1) Penyedia barang harus melengkapi surat dukungan dari pabrikan/produsen di atas materai Rp. 6.000,- yang ditujukan khusus untuk keperluan pengadaan alat DAK ini.
2) Penyedia barang harus dapat memberikan surat garansi purna jual selama 12 bulan dari pabrikan/produsen untuk kerusakan alat yang bukan disebabkan oleh kelalaian pemakaian dan menjamin ketersediaan suku cadang peralatan selama 3 tahun dengan surat jaminan dari pabrikan/produsen. Surat garansi dan surat jaminan dari pabrikan/produsen berlaku sejak barang diserahterimakan.
3) Penyedia barang/produsen memberikan surat jaminan tentang akan dilaksanakan pelatihan tentang bagaimana penggunaan peralatan kepada minimal 2(dua) orang guru IPA (satu orang guru berlatar belakang fisika dan satu orang guru berlatar belakang biologi) dari setiap sekolah penerima barang selama minimal 2 x 8 jam (atau waktu yang setara).
2. Persyaratan Teknis
Setiap alat IPA diharapkan memenuhi kebutuhan yang sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta tuntutan Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) IPA SMP.Karakteristik tersebut dirumuskan dengan melihat dua aspek utama, yaitu aspek umum dan aspek khusus dengan mempertimbangkan nilai edukatif, keamanan penggunaan, dan bahan/material.
a. Aspek umum yang harus dipenuhi dalam setiap alat laboratorium IPA adalah sebagai berikut.
1) Setiap alat yang dibeli merupakan alat baru
2) Tanpa kerusakan atau cacat
3) Peralatan harus aman terhadap pemakai, lingkungan, dan peralatan itu sendiri
4) Setiap alat terdapat identitas permanen (lambang/merk) dari produsen kecuali yang secara teknis sulit misalnya bendanya terlalu kecil, prisma, lensa dan lain-lain.
b. Aspek khusus berupa spesifikasi masing-masing komponen alat laboratorium IPA yang sesuai dengan Permendiknas No 22 dan 23 Tahun 2006 tentang Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL), dengan mempertimbangkan: ukuran, bahan, fungsi, dapat mengukur apa yang akan diukur, mudah digunakan/dirakit, kelengkapan alat, mudah perawatan, menunjukkan gejala sesuai dengan konsep, dan memiliki kompatibilitas (kesesuaian dan dapat dirakit dengan alat lain). Daftar nama, jenis alat minimal, spesifikasi minimal dan jumlah
3
minimal alat laboratorium IPA SMP yang diadakan selengkapnya dapat dilihat dalam butirII.A.
B. Alat Laboratorium Bahasa
Berdasarkan Permendiknas No 22 dan 23 Tahun 2006 tentang Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL), tujuan pembelajaran bahasa Inggris di SMP adalah mengembangkan kemampuan berwacana, yakni kemampuan memahami dan/atau menghasilkan teks lisan dan/atau tulis yang direalisasikan dalam empat keterampilan berbahasa, yaitu mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis.
Permendiknas No 22 dan 23 Tahun 2006 tentang Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) menyatakan bahwa dalam pembelajaran Bahasa Inggris keempat keterampilan tersebut dilakukan secara terpadu dengan menerapkan pendekatan komunikatif. Berdasarkan pendekatan ini, pembelajaran bahasa Inggris yang efektif adalah pembelajaran yang melibatkan aktivitas-aktivitas yang menjadikan peserta didik melakukan komunikasi yang riil (real communication), melakukan kegiatan-kegiatan berbahasa yang bermakna, dan menggunakan bahasa Inggris yang relevan dengan kebutuhan siswa. Peserta didik diberi kesempatan sebanyak-banyaknya untuk menggunakan bahasa Inggris melalui berbagai aktivitas di kelas seperti interaksi, information sharing, role play, permainan, information gap, dan sebagainya baik di ruang kelas maupun di laboratorium bahasa. Salah satu prinsipnya adalah „belajar bahasa Inggris melalui menggunakan bahasa Inggris‟ sebanyak-banyaknya. Selain itu, pembelajaran keempat keterampilan berbahasa (listening, speaking, reading, dan writing) dilakukan secara terintegrasi, tidak secara terpisah-pisah.
Kondisi tersebut di atas menuntut sumber-sumber pembelajaran bahasa Inggris sudah tidak lagi hanya berbentuk bahan-bahan cetak seperti buku siswa, lembar kerja siswa, dan buku-buku referensi tetapi banyak sekali yang berbentuk kaset, CD-ROM, CD, VCD, DVD, dan bahkan sangat banyak yang tersedia on-line dalam internet yang di-update setiap saat sesuai dengan perkembangan sains dan teknologi. Sehubungan dengan adanya inovasi dalam bentuk sumber-sumber pembelajaran tersebut, dalam proses pembelajaran pun terjadi inovasi – dari siswa sekedar berinteraksi dengan bahan-bahan cetak bergeser ke interaksi dengan bahan-bahan cetak ditambah dengan bahan-bahan yang tersedia dalam kaset, CD-ROM, VCD, DVD, dan internet.
Sebagai salah satu upaya untuk memenuhi standar proses pendidikan sebagaimana diamanatkan pada PP No. 19 tahun 2005 tentang SNP, sekolah perlu difasilitasi dengan pengadaan alat laboratorium bahasa yang dapat memfasilitasi pembelajaran keempat keterampilan berbahasa secara terpadu, dilakukannya aktivitas berkomunikasi dalam bahasa Inggris secara bermakna, pembelajaran bahasa Inggris dengan berbagai sumber, termasuk sumber-sumber belajar yang tersedia on-line, memfasilitasi dilaksanakannya e-learning yang saat ini sedang dikembangkan, mengembangkan autonomous learning yang merupakan kecakapan hidup yang penting.
4
Besaran dana DAK untuk pengadaan peralatan laboratorium Bahasa SMP tahun 2011 per sekolah sebesar maksimum Rp. 125.000.000,- (seratus dua puluh lima juta rupiah), dana tersebut sudah termasuk biaya pengiriman
sampai sekolah, instalasi dan pelatihan pemanfaatan dan pemeliharaan peralatan di sekolah serta pajak-pajak yang berlaku. Peralatan laboratorium Bahasa yang diadakan tersebut merupakan salah satu upaya pemenuhan standar pelayanan minimal pembelajaran bahasa sesuai dengan Permendiknas No 22 dan 23 Tahun 2006 tentang Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL).
1. Persyaratan Umum
Pengadaan peralatan laboratorium Bahasa untuk pemenuhan kebutuhan peralatan laboratorium Bahasa SMP dengan beberapa persyaratan sebagai berikut:
a. Persyaratan umumpenerima
1) Sekolah sudah memiliki ruangan yang akan dipakai sebagai lab bahasa minimal luas 54 m2tetapi belum memiliki peralatan laboratorium bahasa.
2) Sekolah memiliki daya listrik yang mencukupi atau bila tidak, bersedia menambah daya listrik sehingga memadai untuk mengoperasikan laboratorium dan/atau peralatan Laboratorium Bahasa, dibuktikan dengan analisis perkiraan daya listrik kebutuhan keseluruhan (Lab Bahasa Berbasis Komputer minimal membutuhkan daya sekitar 4200 VA)
2. Peralatan laboratorium Bahasa mencakup:
Komputer client (18 unit), komputer server (1 unit), instalasi jaringan (1 paket), UPS (Uninterruptible Power Supply) (7 unit), LCD projector (1 unit), Meubelair (19 set), Air Conditioner Split 1 PK (2 set)
a. Komputer Client (18 unit), digunakan oleh siswa dimana satu set PC akan dipakai oleh 2 orang siswa secara bersamaan sehingga dalam satu kali pembelajaran dapat digunakan maksimal 36 orang siswa (setiap PC memiliki 2 headset).
b. Komputer server (1 unit), digunakan oleh guru untuk mengatur seluruh komputer client.
c. Installasi jaringan (1 paket), digunakan untuk menghubungkan seluruh komputer baik client maupun server. Teknologi yang digunakan adalah wireless (tanpa kabel). Teknologi ini dipakai untuk memudahkan sekolah dalam melakukan pemeliharaan laboratorium.
d. UPS (7 unit), digunakan untuk menyimpan arus listrik apabila arus listrik dari sumber listrik mengalami gangguan, selain menyimpan arus listrik juga untuk menstabilkan tegangan listrik apabila terjadi turun atau naiknya tegangan listrik dari sumber listrik. Masing-masing UPS akan dibebani oleh 3 set PC beserta monitornya.
e. LCD projector (1 unit), digunakan apabila guru akan melakukan diskusi dengan siswa yang harus diperhatikan secara bersamaan, LCD projector akan terhubung dengan komputer server.
5
f. Air Conditioner (AC) 2 set, berfungsi sebagai pendingin ruangan. Instalasi AC sudah termasuk pipa, kabel dan bracket.
g. Meubeler terdiri dari: meja kursi yang digunakan untuk menempatkan komputer baik server maupun client.
3. Persyaratan proses pengadaan
a. Penyedia barang harus melengkapi surat dukungan dari pabrikan/produsen di atas materai Rp. 6.000,- yang ditujukan khusus untuk keperluan pengadaan alat DAK ini;
b. Penyedia barang harus dapat memberikan surat garansi purna jual selama 12 bulan untuk kerusakan alat yang bukan disebabkan oleh kelalaian pemakaian dan menjamin ketersediaan suku cadang peralatan selama 3 tahun dengan surat jaminan dari pabrikan/ produsen. Garansi berlaku sejak barang diserahterimakan.
c. Penyedia barang/produsen memberikan surat jaminan tentang akan dilaksanakan instalasi dan pelatihan tentang bagaimana penggunaan peralatan sampai dengan seluruh peralatan berfungsi dengan baik.
4. Persyaratan Teknis
Setiap alat laboratorium bahasa diharapkan memenuhi standar berdasarkan kebutuhan (siswa dan guru), perkembangan metodologi pembelajaran bahasa, serta tuntutan Standar isi mata pelajaran bahasa Inggris 2006 SMP. Standar yang dimaksud meliputi persyaratan, karakteristik, dan kualitas minimum yang harus terkandung di dalam suatu alat laboratorium bahasa. Standar-standar dimaksud tertuang dalam spesifikasi. Standar tersebut dirumuskan dengan melihat dua aspek utama, yaitu aspek umum dan aspek khusus dengan mempertimbangkan nilai edukatif, keamanan penggunaan, dan bahan/material.
a. Aspek umum yang harus ada dalam setiap peralatan laboratorium bahasa adalah sebagai berikut.
1) Setiap alat yang dibeli merupakan alat baru
2) Tampilan visual menarik, kuat, dan kokoh
3) Tanpa kerusakan atau cacat
4) Peralatan harus aman terhadap pemakai dan peralatan itu sendiri
5) Setiap peralatan harus dijamin kualitasnya berupa garansi dari produsen
6) Setiap alat terdapat identitas permanen (lambang/merk) dari produsen.
b. Aspek Khusus merupakan karakteristik spesifik masing-masing komponen peralatan laboratorium bahasa yang sesuai dengan spesifikasi yang diminta dengan mempertimbangkan kesesuaian fungsi, kemudahan dalam penggunaan, perakitan, dan perawatan, kehandalan, kelengkapan, ketersediaan suku cadang, dan memiliki kompatibilitas (kesesuaian dan dapat dirakit dengan alat lain). Daftar nama, jumlah minimal, jenis alat, dan spesifikasi minimal peralatan laboratorium Bahasa SMP yang diadakan selengkapnya dapat dilihat dalam angka II.B.
6
C. Peralatan IPS
Sesuai dengan Permendiknas No 22 dan 23 Tahun 2006 tentang Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL), ruang lingkup mata pelajaran IPS antara lain meliputi aspek-aspek manusia, tempat, waktu, dan lingkungan. Berdasarkan ruang lingkup tersebut, pembelajaran IPS memerlukan alat bantu pembelajaran diantaranya berupa buku, media masa, internet, peta, globe, cartadan yang lainnya. Ketersediaan alat bantu dapat mendekatkan siswa pada aspek-aspek dalam ruang lingkup pelajaran IPS. Tidak tersedianya alat bantu pembelajaran tersebut akan mengakibatkan terhambatnya proses pembelajaran. Dengan kata lain alat bantu pembelajaran IPS sangat diperlukan dalam pembelajaran IPS. Untuk itu, harus diupayakan ketersedian peralatan IPS dengan mutu yang baik dan dalam jumlah yang cukup di sekolah. Dalam rangka pemenuhan kebutuhan peralatan IPS SMP pemerintah membantu penyediaannya dengan DAK Pendidikan tahun 2011 mempertimbangkan persyaratan sebagai berikut:
1. Paket Peralatan IPS SMP
Besaran dana DAK untuk pengadaan peralatan IPS SMP tahun 2012 per paket per sekolah adalah sebesar maksimum Rp. 9.000.000,- (sembilan juta rupiah), dana tersebut sudah termasuk biaya pengiriman sampai sekolah dan pajak-pajak yang berlaku. Dengan dana tersebut peralatan pembelajaran IPS yang diadakan merupakan salah satu upaya pemenuhan standar pelayanan minimal pembelajaran IPS yang mengacupada Permendiknas No 22 dan 23 Tahun 2006 tentang Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL). Peralatan IPS yang diadakan melalui DAK tahun 2011 ini meliputi: peta, carta IPS, atlas, globe, kompas, dan spesimen batuan.
2. Persyaratan Umum
Pengadaan peralatan IPS untuk pemenuhan kebutuhan peralatan IPS SMP dengan beberapa persyaratan sebagai berikut:
a. Persyaratan penerima
1). Prioritas pertama adalah sekolah yang belum memiliki peralatan IPS;
2). Prioritas kedua adalah sekolah yang sudah memiliki peralatan IPS tetapi belum lengkap untuk pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM).
b. Persyaratan proses pengadaan
1) Penyedia barang harus melengkapi surat dukungan dari pabrikan/produsen/penerbit di atas materai Rp. 6.000,- yang ditujukan khusus untuk keperluan pengadaan alat DAK ini.
2) Penyedia barang harus dapat memberikan surat garansi purna jual selama 12 bulan untuk kerusakan alat yang bukan disebabkan oleh kelalaian pemakaian atau terhadap kesalahan cetak dan menjamin ketersediaan suku cadang peralatan selama 3 tahun dari pabrikan/produsen/penerbit. Garansi berlaku sejak barang diserahterimakan.
3. Persyaratan Teknis
Setiap peralatan IPS diharapkan memenuhi kebutuhan yang sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta tuntutan Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) IPS. Kebutuhan
7
dimaksud tertuang dalam deskripsi teknis yang disebut spesifikasi. Karakteristik tersebut dirumuskan dengan melihat dua aspek utama, yaitu aspek umum dan aspek khusus dengan mempertimbangkan nilai edukatif, keamanan penggunaan, dan bahan/ material.
a. Aspek umum yang harus ada dalam setiap peralatan IPS adalah sebagai berikut.
1). Setiap alat yang dibeli merupakan alat baru
2). Tanpa kerusakan atau cacat
3). Peralatan harus aman terhadap pemakai dan peralatan itu sendiri
4). Setiap alat terdapat identitas permanen (lambang/merk) dari pabrikan/produsen/ penerbit.
b. Aspek khusus berupa spesifikasi masing-masing komponen peralatan Peralatan IPS yang sesuai dengan Permendiknas No 22 dan 23 Tahun 2006 tentang Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL), dengan mempertimbangkan: ukuran, bahan, fungsi, mudah digunakan/ dirakit, kelengkapan alat, mudah perawatan, kebenaran isi, dan memiliki kompatibilitas (kesesuaian dan dapat dirakit dengan alat lain). Daftar nama, jenis alat minimal, spesifikasi minimal dan jumlah minimal peralatan IPS SMP yang diadakan selengkapnya dapat dilihat dalam butir II.C.
II. SPESIFIKASI TEKNIS
Penggunaan DAK Bidang Pendidikan untuk SMP mengacu pada spesifikasi teknis sebagai berikut :
A. Alat Laboratorium IPA
Alat-alat laboratorium IPA-Fisika disusun dalam 4 boks Kit, yakni Kit Mekanika, Kit Hidrostatika & Panas, Kit Optika dan Kit Listrik & Magnet serta peralatan pendukung. Di dalam Kit berisi banyak komponen yang cocok satu sama lain atau dapat digunakan bersama untuk bermacam-macam percobaan. Komponen-komponen pada setiap kit ditempatkan pada suatu dudukan yang terbuat dari vacum plastik warna putih/abu-abu muda, tebal minimal 1.6 mm dan ditempatkan dalam kotak boks kit yang kokoh yang warnanya sesuai jenis kit-nya. Jumlah dan bentuk dudukan sesuai dengan komponen-komponen yang menempati. Boks kit mudah dibersihkan, dilengkapi pengunci yang kokoh.
Alat laboratorium IPA-Biologi terdiri dari, mikroskop siswa dan kelengkapannya, alat umum, bahan, model, dan carta.
Seluruh komponen harus diberi identitas permanen nama/logo produsen kecuali yang sangat sulit. Dilengkapi dengan garansi dan jaminan purna jual dari produsen, alamat, no telp, alamat e-mail harus tertera dalam surat garansi dan surat jaminan.
Peralatan IPA harus dijamin dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran. Penyedia barang/produsen harus mentransfer pengetahuan tentang penggunaan, perawatan dan perbaikan sederhana serta beberapa contoh penggunaan dalam pembelajaran kepada minimal 2 orang guru IPA yaitu 1 orang yang berlatar belakang pendidikan fisika dan 1 orang yang berlatar belakang pendidikan biologi selama minimal 2 x 8 jam atau waktu yang setara.
8
1. FISIKA
No.
Nama Alat dan Spesifikasi minimal
Jumlah satuan Min.
Alat-alat laboratorium IPA-Fisika disusun dalam 4 boks Kit, yakni Kit Mekanika, Kit Hidrostatika & Panas, Kit Optika dan Kit Listrik & Magnet dan peralatan umum. Di dalam Kit berisi banyak komponen yang cocok satu sama lain atau dapat digunakan bersama untuk bermacam-macam percobaan. Komponen-komponen pada setiap kit ditempatkan pada suatu dudukan yang terbuat dari vacum plastik warna putih/abu-abu muda, tebal minimal 1.6 mm dan ditempatkan dalam kotak boks kit yang kokoh yang warnanya sesuai jenis kit-nya. Jumlah dan bentuk dudukan sesuai dengan komponen-komponen yang menempati. Boks kit mudah dibersihkan, dilengkapi pengunci yang kokoh. Seluruh komponen harus diberi identitas permanen nama/logo produsen kecuali yang sangat sulit.
KIT MEKANIKA
Ukuran sistem lubang-poros 4 mm, lubang 4 mm (+ 0,1), steaker 3,9 (-0,1). Untuk ukuran lubang poros 10 mm, lubang 10 mm (+0,15), poros 10 mm (-0,1). Seluruh komponen peralatan harus halus/tanpa ada permukaan tajam sehingga tak mudah melukai pemakai.
1.
Dasar Statif, Pak isi 2
Bahan: Plastik ABS
Ukuran: Sekitar 185 x 36 x 35 mm, ukuran lubang poros 10 mm
Dengan 3 buah mur kuningan yang ditanam dan 3 baut pengencang dari stainless steel yang tidak dapat dilepas dengan bagian ujungnya halus rata. Bagian bawah dilengkapi karet penahan kestabilan. Ketiga lubang kompatibel dengan batang statif dan khusus pada lubang untuk posisi batang vertikal terdapat 3 titik kontak. Posisi lubang horizontal harus sama tinggi dengan lubang kaki statif. Terdapat 3 lubang sistem 4 mm pada permukaan dasar statif.
2 pak
2.
Kaki Statif, Pak isi 2
Bahan: Plastik ABS
Ukuran: Sekitar 50 x 30 x 36 mm, bagian landasan dilengkapi karet penahan kestabilan. Lubang kompatibel dengan batang statif dan posisi lubang sama tinggi dengan lubang dasar statif.
2 pak
3.
Balok Pendukung, Pak isi 2
Bahan: Plastik ABS
Ukuran: Sekitar 45 x 36 x 27 mm
Lubang khusus dengan 3 titik kontak dan terdapat tempat untuk disisipi engsel dari Bidang miring dan dilengkapi lubang 4 mm. Dengan 1 buahmur kuningan yang ditanam dan 1 buah baut
2 pak
9
No.
Nama Alat dan Spesifikasi minimal
Jumlah satuan Min.
pengencang dari Stainless Steel tidak lepas
4.
Batang Statif Pendek, Pak isi 2
Bahan: Stainless Steel (tidak tertarik magnet)
Ukuran: Panjang 250 mm ± 2 mm, dia. batang 10 mm. Kedua ujung batang diberi champers: 1 x 45°/Radius 1 mm
2 pak
5.
Batang Statif Panjang, Pak isi 2
Bahan: Stainless Steel (tidak tertarik magnet)
Ukuran: Panjang 500 mm ± 2 mm, dia. batang 10 mm. Kedua ujung batang diberi champers: 1 x 45°/Radius 1 mm
2 pak
6.
Penyambung Batang statif
Bahan: Plastik ABS, panjang sekitar 100 mm, dengan 4 mur/baut dari kuningan yang ditanam dan 4 baut/mur pengencang bentuk kupu-kupu. Baut/mur pengencang tidak dapat dilepas. Digunakan sebagai penyambung batang statif diameter 10 mm dengan cara menjepitnya
2 buah
7.
Penggaris Logam
Bahan: Baja pegas tahan karat (steinless steel), bersifat elastis.
Ukuran: panjang 50 cm dengan ukuran skala cm dan mm dalam bentuk gravier/skala tidak mudah hilang, lebar sekitar 25 mm, tebal min 1 mm.
2 buah
8.
Neraca Pegas 1.5 N
Pembagian skala 0,05 N, toleransi pembacaan ± 0,05 N sablon permanen. Pegas terbuat dari baja pegas dan penggantung terbuat dari stainless steel, tabung terbuat dari polycarbonate bening. Pada saat diam tanpa beban penunjuk pada posisi 0, setelah dibebani harus kembali ke posisi 0.
2 buah
9.
Penunjuk Pasang, sepasang
Bahan: Plastik ABS
Ukuran: sekitar 62.5 x 20 x 19 mm, tebal sekitar 2 mm kompatibel dengan batang statif diameter 10 mm
Tak rusak/pecah saat batang statif dimasukkan/dipasang dari samping, tidak terlalu sulit untuk digeser-geser di sepanjang batang statif.
2 pasang
10.
Tali pada Roda
Bahan: Tali Nylon, digulung pada roda plastik
Dia. Tali 1 mm, digulung pada roda plastik, panjang tali min. 10 meter
2 rol
10
No.
Nama Alat dan Spesifikasi minimal
Jumlah satuan Min.
11.
Beban Pemberat 50 gr ± 0,5 gr, Pak isi 6
Bahan: Zinc Alloy die casting, terdapat tulisan 50 g permanen. Masing-masing beban dapat dirangkai satu dengan lainnya, dapat juga dirangkai dengan batang pengait, tuas dan steaker perangkai. Dilengkapi lubang untuk gantungan neraca pegas atau tali. Sepanjang poros terdapat lubang dengan dia. 4 mm.
2 pak
12.
Beban Pemberat 25 gr ± 0,2 gr, Pak isi 6
Bahan: Plastik Polyacetal injection metal insert/Alumunium Alloy, terdapat tulisan 25 gr permanen (injection). Masing-masing beban dapat dirangkai satu dengan lainnya, dapat juga dirangkai dengan batang pengait, tuas dan steaker perangkai. Dilengkapi lubang untuk gantungan neraca pegas atau tali. Sepanjang poros terdapat lubang dengan dia. 4 mm.
2 pak
13.
Neraca Pegas 3.0 N, Pak isi 2
Pembagian skala 0.1 N, toleransi pembacaan ± 0,1 N sablon permanen. Pegas terbuat dari baja pegas dan penggantung terbuat dari stainless steel, tabung terbuat dari polycarbonate bening. Pada saat diam tanpa beban penunjuk pada posisi 0, setelah dibebani harus kembali ke posisi 0.
2 pak
14.
Jangka Sorong
Bahan: Stainless Steel
Ukuran: Panjang 150 mm; ketelitian 0.05 mm
Untuk pengukuran diameter dalam, diameter luar dan kedalaman. Saat kedua rahang berhimpit, kedua skla “0” menunjukan segaris dan tanpa celah
2 buah
15.
Balok Aluminium
Bahan: Aluminium pejal
Ukuran: 18 x 18 x 57 mm (±0,2), lengkap dengan kawat baja penggantung.
2 buah
16.
Jepit Penahan, pak isi 3
Bahan: Plastik Polypropylene
Berfungsi untuk penahan/penggantung misalnya neraca pegas. kompatibel dengan balok pendukung, dasar statif dan lain-lain. Lengkap dengan steker 4 mm, yang diberi spring hull terbuat dari baja pegas divernikel. Tak rusak bila objek dimasukkan lewat samping
2 pak
17.
Roda Katrol diameter 50 mm, pak isi 2
Bahan: Plastik ABS, diameter luar sekitar 58 mm, tebal bagian tepi 18 mm, diameter celah “V” 50mm (±0,2). Poros berpuli diameter 18 dengan celah “U” lengkap lubang melintang 4 mm yang kompatibel dengan batang perangkai; ujung poros berlubang sistem 4 mm, kedalaman 18 mm (0,+1). Sisi lain dilengkapi steker berpegas dia 4
2 pak
11
No.
Nama Alat dan Spesifikasi minimal
Jumlah satuan Min.
mm Pada tepi bidang katrol terdapat 2 pasang lubang sistem 4 mm dengan jarak antar lubang berseberangan 50 mm (± 0,2), untuk memasang steker pemutar roda dan lain-lain. Panjang lubang 18 mm (sesuai dengan tebal katrol). Katrol dapat diputar bebas dengan gesekan rendah pada porosnya tanpa goyang. Poros kuningan dan pegas baja divernikel.
18.
Roda Katrol diameter 100 mm, pak isi 2
Bahan: Plastik ABS, diameter luar sekitar 108 mm, tebal bagian tepi 18 mm, diameter celah “V” 100 mm (±0,2). Poros berpuli diameter 18 mm dengan celah “U” lengkap lubang melintang 4 mm yang kompatibel dengan batang perangkai; ujung poros berlubang sistem4 mm, kedalaman 18 mm (0,+1). Sisi lain dilengkapi steker berpegas dia 4 mm. Pada tepi bidang katrol terdapat 3 pasang lubang sistem 4 mm dengan jarak antar lubang berseberangan 100 (± 0,2) mm dan 1 pasang lubang dengan jarak antar lubang 50 (± 0,2) mm segaris dengan salah satu pasang lubang tepi (untuk memasang steker pemutar roda dan lain-lain). Panjang lubang 18 mm (sesuai dengan tebal katrol). Katrol dapat diputar bebas dengan gesekan rendah pada porosnya tanpa goyang. Poros kuningan dan pegas baja divernikel
2 pak
19.
Steker Poros
Berfungsi sebagai poros untuk tuas, poros/batang pemutar dan lain-lain.
Bahan: kuningan divernikel
Ukuran: poros dia. 4 mm, panjang 38 mm (± 0,5)
Steker 4 mm, dilengkapi spring hull divernikel
2 buah
20.
Batang Pengait, pak isi 2
Berfungsi sebagai pengait beban saat dirakit dengan katrol dan lain-lain
Bahan: kuningan divernikel, dia. 4 mm
Ukuran: sekitar 60 x 26 x dia 4 mm.
Steker 4 mm, dilengkapi spring hull divernikel
2 pak
21.
Tuas
Bahan: Plastik ABS,lurus dan kaku
Ukuran: sekitar 375 x 20 x 5 mm (p x l x t), tebal bagian lubang poros 13 mm.
Dilengkapi pengatur keseimbangan dan penunjuk, terdiri dari 24 lubang + 1 lubang tengah dengan jarak antarlubang 15 mm. Dapat digunakan untuk menggantungkan Beban Pemberat 50 gr ataupun
2 buah
12
No.
Nama Alat dan Spesifikasi minimal
Jumlah satuan Min.
25 gr, tanpa alat bantu. Terdapat angka 1-12 (terinjeksi langsung) pada kedua sisi dan berada di bawah setiap lubang.
22.
Steker Perangkai, pak isi 2
Berfungsi sebagai perangkai 2 katrol pada posisi horizontal, beban dengan kereta
Bahan: Kuningan divernikel, dia. 5 mm (± 0,2)
Ukuran: Panjang 42 mm (± 0,4)
Steker 4 mm pada kedua ujungnya lengkap dengan spring hull divernikel
2 pak
23.
Batang Perangkai, pak isi 2
Berfungsi sebagai perangkai 2 katrol pada posisi vertikal; dilengkapi dengan 2 pasak pada kedua ujung sehingga 2 katrol yang dirangkai pada posisi sejajar.
Bahan: Kuningan divernikel, dia. 5 mm (± 0,2)
Ukuran: Panjang 115 mm (± 0,4); pasak panjang 7,5 mm, diameter 2 mm. Steker 4 mm pada kedua ujungnya lengkap dengan spring hull divernikel
2 pak
24.
Bidang Miring
Bahan: Aluminium dengan engsel dari plat baja yang diberi lubang dia. 4.5 mm
Ukuran: Panjang 50 cm, lebar 45 mm, tebal 2 mm tebal dinding tengah 7,5 mm; tinggi 7 mm. Engsel dapat disisipkan secara mudah pada Balok pendukung. Dilengkapi skala pada kedua sisi dan angka 0 terdapat pada kedua ujung berlawanan; terdapat alur memanjang ditengah-tengah untuk melurus gerak 2 katrol diameter 50 mm.
2 buah
25.
Pegas Spiral, 0.1N / cm
Bahan: Baja pegas tahan karat
Panjang lingkaran pegas (tanpa beban) minimal 60 mm. Setiap penambahan beban 50 gram, pegas bertambah panjang 50 mm linier sampai beban 300 gram. Pada ujung atas (pangkal) dibuat lingkaran dengan diameter sekitar 5 mm untuk menggantungkan pegas dan bagian bawah dibuat bentuk pengait untuk mengantungkan beban.
2 buah
26.
Balok Gesekan
Bahan baja, ukuran: sekitar 39 x 24 x 24 mm.
Permukaan sisi panjang dilapisi oleh empat jenis bahan, yaitu: kayu, karet, plastik dan kaca dengan tebal sekitar 3 mm. Pemasangan harus rapi dan ukuran permukaan keempat bahan harus sama, dengan toleransi (±0,5 mm)
Dilengkapi dengan pengait pada salah satu sisi, sedangkan sisi yang lain diberi lubang dengan dia. 4 mm kedalaman 18 mm (0,+1). Pada satu permukaan hanya satu bahan yang bergesekan, tepi
2 buah
13
No.
Nama Alat dan Spesifikasi minimal
Jumlah satuan Min.
yang memanjang dichampers 3 mm x 45 0 dan permukaan baja yang tidak tertutup lapisan divernis bening.
27.
Kubus Materi
Terdiri dari 6 macam kubus pejal yang berbeda bahannya, yaitu: Kayu, Kuningan, Besi, Tembaga, plastik dan Aluminium. Permukaan materi mulus dan khusus kubus besi di vernis bening. Ukuran kubus: 20 x 20 x 20 mm (± 0,2), dikemas dalam kotak plastik dengan penutup. Sisi-sisi kubus harus siku-siku dan rata.
2 set
28.
Stopwatch/Jam Henti Analog satu tombol
Bahan: Stainless steel. Skala dan jarum ganda: dari skala 0 (nol) sampai 60 x 0.2 detik dan 0-30 x 1 menit. Satu tombol berfungsi untuk start, stop dan reset (kembali ke “0″). Terdapat penghenti putaran lebih.
2 buah
29.
Kereta Dinamika
Kereta dari plastik/Aluminium dicat, tebal dinding min 1,7 mm dilengkapi 4 roda plastik ABS, berpenjepit. Di bagian atas, belakang dan depan terdapat lubang sistem 4 mm. Roda dapat berputar lancar bersama porosnya dengan menggunakan sistem poros arloji, kompatibel dengan rel presisi. Posisi bibir roda tak boleh menonjol keluar dari badan kereta. Ukuran kereta sekitar 94 x 47 x 36 mm.
2 buah
30.
Kereta Dinamika dengan Motor
Kereta dari plastik/Aluminium dicat, tebal diding min 1,7 mm, dilengkapi 4 roda plastik ABS,
Roda menggunakan poros model sistem poros arloji, kompatibel dengan rel presisi. Posisi bibir roda tak boleh menonjol keluar dari badan kereta.
Ukuran kereta sekitar 94 x 47 x 56 mm. Dilengkapi 2 lubang sistem 4 mm (depan dan atas), penjepit, 2 buah baterai AA size (1,5 V), motor listrik DC dengan sistem transmisi roda gigi dan saklar pengatur laju kereta. Laju kereta 2 jenis: sekitar 10 dan 20 cm/s; ada tanda +/- untuk dudukan baterai. Baterai mudah dipasang/diganti.
2 buah
31.
Balok Bertingkat
Bahan: Plastik ABS,
Ukuran: ± 64 x 39 x 45 mm
Memiliki tiga tingkat posisi (tinggi tangga): 25 mm; 35 mm; dan 45 mm.
Celah/lekukan di tiap tingkat kompatibel dengan alas kaki rel presisi
2 buah
32.
Pengetik Waktu + Pita Kertas
Perangkat pengetik waktu terpasang permanen pada kotak terbuat dari plastik ABS yang dapat ditancapkan pada tumpakanberpenjepit
2 buah
14
No.
Nama Alat dan Spesifikasi minimal
Jumlah satuan Min.
untuk dipasang pada rel presisi. Dilengkapi 3 atau 4 plug listrik sistem 4 mm lengkap dengan tanda 6V dan AC-DC. Terpasang rangkaian elektronik pengubah arus DC menjadi AC frekwensi 50 Hz. Vibrasi ketikan dibangkitkan oleh adanya interaksi magnet tetap (kecil, kuat magnetnya) dengan kumparan berarus listrik AC. Pada alat sudah terpasang kertas karbon berbentuk lingkaran beserta paku payung. Alat bekerja pada tegangan: 6V AC/DC, menghasilkan 50 titik/detik pada pita kertas (sama dengan frekuensi listrik AC PLN). Dilengkapi gulungan pita kertas lebar 9 – 9.5 mm. Pita dapat dimasukkan dengan mudah ke celah dari pengetik waktu, selanjutnya dapat bergerak lancar. Panjang pita seluruhnya minimal150 m
33.
Buku Panduan Penggunaan Alat
Dalam Bahasa Indonesia, dicetak dan dijilid rapi. Terdiri dari minimal 26 (dua puluh enam) eksperimen/percobaan berbasis KTSP dan menggunakan seluruh alat yang tersedia atau ditambah dari luar kit, terdapat pengenalan alat, cara merakit, serta ada langkah-langkah percobaan. secara rinci dan mudah difahami. Kertas ukuran A4, gramatur min 70 gr/m2. Sampul artpaper 120 mg, warna biru. Terdapat nama, alamat, nomer telepon, alamat e-mail pada sampul belakang.
2 buah
34.
Tray (Dudukan) alat:
Bahan vacuum plastic tebal minimal 1,6 mm, kokoh, memiliki lekukan-lekukan (celah-celah) yang jumlah dan bentuknya sesuai dengan jumlah dan bentuk item yang ditempatkan. Ukuran sesuai dengan ukuran bagian dalam boks kit, ada merk (simbol produsen). Kedua tingkat tray mudah dikeluarkan dan dimasukkan ke boks kit. Pinggiran kedua lembar vacuum plastic dari setiap tray disatukan (dengan system lem atau ultrasonic welder) secara rapih dan kokoh (tak ada yang lepas).
Boks Kit:
Boks kit merupakan boks injection moulding bahan plastik atau bahan lain yang lebih kokoh, ukuran 60 x 26 x 16 cm, warna biru. Bentuk kotak kokoh, penutup boks dilengkapi dengan engsel dan pengunci yang kuat di dua tempat. Penutup bok pada posisi terbuka membentuk sudut 120 sampai 130 derajat. Dilengkapi pegangan (bukan tali) pada kedua sisi samping untuk memudahkan mobilitas.
Nama kit dan nama/logo perusahaan (ukuran proporsional, nama/logo perusahaan tidak menonjol) disablon permanen pada 4 sisi boks (atas, samping kanan, samping kiri dan depan).
Pada sisi tutup bagian dalam disablon gambar, tata letak dan nama setiap komponen.
2 buah
15
No.
Nama Alat dan Spesifikasi minimal
Jumlah satuan Min.
KIT HIDROSTATIKA & PANAS
Ukuran sistem lubang-poros 4 mm, lubang 4 mm (+ 0,1), steaker 3,9 (-0,1). Seluruh komponen peralatan harus halus/tanpa ada permukaan tajam sehingga tak mudah melukai pemakai.
1.
Tabung Berpancuran
Bahan: Plastik transparan (SAN/acrylic)
Ukuran: sekitar 163 mm (tinggi), dia. 60 mm. Panjang Pancuran: sekitar 24 mm dengan sudut kemiringan 15°, Tebal dinding minimal 2 mm. Dapat berdiri tegak dan kokoh, kompatibel dengan silinder ukur (Bibir pancuran bagian bawah tidak lebih rendah dari posisi bibir silinder ukur)
2 buah
2.
Gelas Kimia (Beaker)
Bahan: Kaca Borosilikat
Volume: 250 ml, memiliki skala minimal sampai 200 mL, dengan jarak antar skala 50 mL. Dapat berdiri tegak, kaca bening, pada bagian atasnya terdapat cerat (bibir tuang).
2 buah
3.
Silinder Ukur
Bahan: Plastik transparan (SAN/acrylic)
Volume: 100 mL, dilengkapi skala dengan ketelitian 2.0 mL. Saat diisi air maka permukaan airnya bisa terlihat secara jelas. Pada bagian atasnya terdapat cerat (bibir tuang) sedangkan pada bagian badannya terdapat skala ukur dengan ketelitian 2,0 mL dan skala maksimum 100 mL.
2 buah
4.
Selang Plastik, Pak isi 2
Bahan: PVC lunak/lentur, transparan
Ukuran: dia. dalam 7 mm, dia. luar 11 mm, panjang 500 mm
Tidak terjadi kebocoran saat disambungkan pada Gelas tiga arah maupun Penghubung selang, warna plastiknya transparan dan elastis (lentur) sehingga tidak mudah terlipat maupun sobek saat dipasang pada celah/lekukan dari penanda air/pelacak tekanan
2 pak
5.
Corong
Bahan: Plastik bening PVC/Acrillic/SAN/PC
Ukuran: dia. Atas 70 mm, dia. Bawah 20 mm
Panjang total: 67 mm
Pada lubang bawahnya dapat dipasangi sumbat karet kecil satu lubang dan dapat ditopang oleh penjepit pendukung.
2 buah
6.
Penjepit Pendukung
Bahan: Plastik Polypropylene,dia. dalam 18 mm, lebar 12 mm, tebal 2 mm
2 buah
16
No.
Nama Alat dan Spesifikasi minimal
Jumlah satuan Min.
Lengkap dengan steker 4 mm, bahan kuningan divernikel dan pegas berillium divernikel, kompatibel dengan corong. Tak rusak bila objek (contoh: corong) dimasukkan lewat samping.
7.
Penghubung Selang, Pak isi 2
Bahan: Plastik Polypropylene
dia. terkecil 5 mm, dia. terbesar 10 mm
Panjang keseluruhan sekitar 54 mm, kompak dengan selang plastik/lubang sumbat karet
2 pak
8.
Penanda kedalaman air (Pelacak Tekanan), Pak isi 2
Bahan: Plastik ABS
Dilengkapi skala cm timbul permanen
Memungkinkan pendeteksian tekanan dari 4 arah (atas, bawah, kanan, kiri)
Ukuran: 150 mm x 45 mm x 12 mm (p x l x t) diberi 2 cekungan/lekukan dengan lebar dan dalam masing-masing 10 mm.
Dilengkapi steker 4 mm, bahan kuningan divernekel dan pegas berillium divernekel, untuk penyambung ke balok pendukung
2 pak
9.
Tabung Plastik dengan Penggantung
Bahan: Plastik translusent (Polyethylene), diameter 30 mm, tinggi 50 mm.
Tabung berpenutup rapat (dalam air tidak bocor), dilengkapi lubang gantungan
2 buah
10.
Tabung Plastik dengan Beban 120gr
Bahan: Plastik translusent (Polyethylene), diameter 30 mm, tinggi 50 mm. Tabung berpenutup, berisi beban berupa butiran-butiran timah hitam/peluru senjata angin/bola baja yang massa seluruhnya minimal 120 gr.
2 buah
11.
Labu Erlenmeyer, mulut lebar, pak isi 3
Bahan: Kaca Borosilikat
Volume: 100 mL
Mulut labu kompatibel dengan sumbat karet besar (29 x 35 x 30) mm.
2 pak
12.
Pipa lubang kecil, pak isi 3
Bahan: Kaca borosilikat
Ukuran: 250 x 7 (-0,5) mm (Panjang x diameter luar)
Diameter lubang dalam sekitar 2 mm, dengan skala Ml
2 pak
17
No.
Nama Alat dan Spesifikasi minimal
Jumlah satuan Min.
13.
Bak Plastik
Ukuran: sekitar 250 x 90 x 60 mm. Tebal bahan minimal 2,5 mm, plastik ABS .
Dengan dudukan dan penghalang agar3 labu erlenmeyer yang dipasang tidak saling bersentuhan. Terdapat lubang dudukan termometer 2 buah pada sebelah kiri dan kanan. Bagian bawah dilengkapi penahan termometer dengan tinggi 10 mm dari dasar bak. Pada sisi panjang terdapat indikator pembatas tinggi air. Dilengkapi pegangan pada dua sisi untuk mengangkat dan bantalan/penumpu.
2 buah
14.
Penunjuk Khusus
Terdiri dari badan, penunjuk, poros steaker dan poros penjepit pipa, digunakan untuk percobaan muai panjang. Perbandingan antara jarak poros steaker ke poros penjepit pipa dengan jarak poros steker ke ujung penunjuk adalah 1: 50. Kedua poros harus lancar perputar tetapi tidak goyang. Poros steaker dapat dirakit pada dasar statif dan poros penjepit dari baja pegas dapat dirakit dan sesuai untuk menjepit pipa baja,pipa aluminium atau pipa tembaga.
Bahan:Penunjuk dari stainles steel, badan dari plastik ABS dan poros dari kuningan divernikel dan penjepit pipa dari baja pegas.
2 buah
15.
Pipa Baja
Ukuran: 6 x 8 x 500 mm (dia. dalam x dia. luar x panjang)
Dilengkapi celah/lekukan dia. 7,4 mm (+0,1), lebar 7 mm, pada jarak 20 mm dari ujung. Kompatibel dengan selang plastik silikon, ujung pipa dichamper.
2 buah
16.
Pipa Aluminium
Bahan: Aluminium
Ukuran: 6 x 8 x 500 mm (dia. dalam x dia. luar x panjang)
Dilengkapi celah/lekukan dia. 7,4 mm(+0,1), lebar 7 mm, pada jarak 20 mm dari ujung. Kompatibel dengan selang plastik silikon, ujung pipa dichamper.
2 buah
17.
Pipa Tembaga
Bahan: Tembaga
Ukuran: 6 x 8 x 500 mm (dia. dalam x dia. luar x panjang)
Dilengkapi celah/lekukan dia. 7,4 mm(+0,1), lebar 7 mm, pada jarak 20 mm dari ujung. Kompatibel dengan selang plastik silikon, ujung pipa dichamper.
2 buah
18.
Selang Silikon
Bahan: Silikon translucent
Ukuran: dia. dalam 7 mm ± 0,5. dia. luar min 10 mm. Panjang min 740 mm
2 buah
18
No.
Nama Alat dan Spesifikasi minimal
Jumlah satuan Min.
19.
Pembakar Spiritus
Bahan: Stainless Steel
Volume: 80 mL
Lengkap dengan sumbu, pemutar sumbu dan penutup. Sambungan antara bagian badan dengan kepala pembakar spirtus diberi paking supaya tidak bocor.
2 buah
20.
Termometer Celsius dengan skala -10 s/d 110 °C, pak isi 2
Berisi Alkohol merah, panjang sekitar 300 mm, dgn lubang penggantung, lengkap dengan wadah/rumah penyimpanan, akurasi ± 2° C.
Alkohol tidak “terputus” bila terjadi perubahan suhu mendadak. Pada termometer terpasang “stopper” agar tak dapat bergulir bebas ketika diletakkan pada bidang datar
Skala permanen dan jelas dengan skala 1 derajat
2 pak
21.
Termometer Fahrenheit dengan skala 0 s/d ≥ 230 °F
Berisi Alkohol merah, panjang sekitar 300 mm, dengan lubang penggantung,lengkap dengan wadah/rumah penyimpanannya. akurasi ± 4° F
Alkohol tidak “terputus” bila terjadi perubahan suhu mendadak. Pada termometer terpasang “stopper” agar tak dapat bergulir bebas ketika diletakkan pada bidang datar.
Skala permanen dan jelas dengan skala 1 atau 2 derajat
2 buah
22.
Termometer tanpa skala
Berisi Alkohol merah, panjang sekitar 300 mm, dengan lubang penggantung,lengkap dengan wadah/rumah penyimpanannya.
Alkohol tidak “terputus” bila terjadi perubahan suhu mendadak. Pada termometer terpasang “stopper” agar tidak bergulir bebas ketika diletakkan pada bidang datar
2 buah
23.
Tabung Reaksi pak isi 2
Bahan kaca borosilikat, dinding medium, bibir dilipat
Ukuran: diameter luar 12 ± 1 mm, panjang 100 ± 3 mm, tebal dinding 0,35 ± 0,1 mm
2 pak
Spesifikasi umum Sumbat Karet terbuat dari karet kualitas baik, tidak makin mengeras atau pecah. Karet dengan kekerasan 45 ± 5 (shore test A)
24.
Sumbat Karet kecil, 1 Lubang, Pak isi 2
Ukuran: 17 x 22 x 25 mm (dia. bawah x dia. atas x tinggi)
diameter lubang 6 mm
2 pak
19
No.
Nama Alat dan Spesifikasi minimal
Jumlah satuan Min.
25.
Sumbat Karet Besar, 2 Lubang, pak isi 2
Ukuran: 29 x 35 x 30 mm (dia. bawah x dia. atas x tinggi).
diameter lubang 6 mm
2 pak
26.
Sumbat Karet Besar, 1 Lubang, pak isi 3
Ukuran: 29 x 35 x 30 mm (dia. bawah x dia. atas x tinggi).
diameter lubang 6 mm
2 pak
27.
Sumbat Karet Kecil Tanpa Lubang, pak isi 2
Ukuran: 17 x 22 x 25 mm (dia. bawah x dia. atas x tinggi)
2 pak
28.
Gelas Tiga Arah, Pak isi 2
Bahan: Kaca borosilikat, diameter tabung utama 20 mm, tebal dinding 2 ± 0,5 mm. Diameter luar mulut tabung percabangan 10 mm; Panjang seluruhnya: 100 ± 5 mm, percabangan berada sekitar 40 mm dari mulut besar. Diameter pipa keluaran air (bawah & samping) 8 mm. Saat diberi bola gelas, dapat menahan air, atau menetes perlahan. Seluruh permukaan bibir halus.
2 pak
29.
Bola dari gelas (kelereng), Pak isi 2
Bahan: Gelas, ukuran sesuai untuk Gelas Tiga Arah, dapat menutup relatif rapat lubang gelas tiga arah(air menetes pelahan).
2 pak
30.
Siring 50 ml
Bahan: Plastik (Polyethilene) tranparant dengan piston terbuat dari karet
Ukuran bejana: sekitar 32 mm x 120 mm (dia. luar x panjang)
Menggunakan skala permanen dan dilengkapi dengan lubang keluaran di tengah untuk dapat dirakit dengan selang plastik berdiameter dalam 7 mm
2 buah
31.
Siring 10 ml
Bahan: Plastik (Polyethilene) tranparant dengan piston terbuat dari karet
Ukuran bejana: sekitar 17 mm x 80 mm (dia. luar x panjang)
Menggunakan skala permanen dan dilengkapi dengan lubang keluaran untuk selang plastik, dapat dirakit dengan selang plastik berdiameter dalam 7 mm
2 buah
32.
Klem Universal, Pak isi 2
Bahan: Aluminium die casting, dengan batang dari stainless steel (tak tertarik magnet). Dapat
menjepit benda dengan dia. 2 mm-70 mm. Pada ujung dilapis cork/gabus tebal 2-4 mm. Dilengkapi pegas spiral/plat dan mur baut
2 pak
20
No.
Nama Alat dan Spesifikasi minimal
Jumlah satuan Min.
sistem kupu-kupu, tidak mudah lepas. Panjang keseluruhan sekitar 220 mm
33.
Penjepit Klem / Boss Head, Pak isi 2
Bahan: Aluminium die casting. Celah bentuk V untuk 3 kontak titik pada batang yang berdiameter 2 sampai 13 mm, lengkap dengan 2 buah baut pengencang dari logam divernikel atau steinless steel, baut tidak mudah lepas dan pada bagian ujung di Champer atau radius. Panjang tanpa baut sekitar 65 mm
2 pak
34.
Buku Panduan Penggunaan Alat
Dalam Bahasa Indonesia, dicetak dan dijilid rapi. Terdiri dari minimal 18 (delapan belas) eksperimen/percobaan berbasis KTSP dan menggunakan seluruh alat yang tersedia atau ditambah dari luar kit, terdapat pengenalan alat, cara merakit, serta ada langkah-langkah percobaan. secara rinci dan mudah difahami. Kertas ukuran A4, gramatur min 70 gr/m2. Sampul artpaper 120 mg, warna merah. Terdapat nama, alamat, nomer telepon, alamat e-mail pada sampul belakang.
2 buah
35.
Tray (Dudukan) alat:
Bahan vacuum plastic tebal minimal 1,6 mm, kokoh, memiliki lekukan-lekukan (celah/lekukan-celah/lekukan) yang jumlah dan bentuknya sesuai dengan jumlah dan bentuk item yang ditempatkan. Ukuran sesuai dengan ukuran bagian dalam boks kit, ada merk (simbol produsen). Kedua tingkat tray mudah dikeluarkan dan dimasukkan ke boks kit. Pinggiran kedua lembar vacuum plastic dari setiap tray disatukan (dengan system lem atau ultrasonic welder) secara rapih dan kokoh (tak ada yang lepas).
Boks Kit:
Boks kit merupakan boks injection moulding bahan plastik atau bahan lain yang lebih kokohukuran 60 x 26 x 16 cm, warna merah. Bentuk kotak kokoh, penutup boks dilengkapi dengan engsel dan pengunci yang kuat di dua tempat. Penutup bok pada posisi terbuka membentuk sudut 120 sampai 130 derajat. Dilengkapi pegangan (bukan tali) pada kedua sisi samping untuk memudahkan mobilitas.
Nama kit dan nama/logo perusahaan (ukuran proporsional, nama/logo perusahaan tidak menonjol) disablon permanen pada 4 sisi boks (atas, samping kanan, samping kiri dan depan). Pada sisi tutup bagian dalam disablon gambar, tata letak dan nama setiap komponen.
2 buah
21
No.
Nama Alat dan Spesifikasi minimal
Jumlah satuan Min.
KIT OPTIKA
1.
Meja Optik
Meja miring dengan ukuran sekitar 200 x 120 x (100 dan 110) mm (p x l x t), untuk mengamati lintasan cahaya, kompatibel dengan rel presisi.
Bahan: Aluminium tebal sekitar 2 mm (±0,1), di-cat putih tak mengkilap, anti gores.
2 buah
2.
Rel Presisi, Pak isi 3
Bahan: Aluminium, powder coating/anodisasi warna hitam
Ukuran: panjang 500 mm; Lengkap dengan skala cm pada kedua sisi
Dipergunakan untuk percobaan optik dan mekanika (kereta dinamika); Rel dapat disambung dengan rel lain dan sambungan harus mulus.
2 pak
3.
Penyambung Rel, Pak isi 2
Bahan: Plastik (ABS)
Ukuran: 195 x 70 x 20.5 mm
Digunakan untuk menyambung Rel Presisi
Dilengkapi bantalan karet pada kaki-kakinya
2 pak
4.
Kaki Rel, Pak isi 2
Bahan: Plastik (ABS)
Ukuran: 50 x 70 x 20.5 mm
Digunakan sebagai dudukan Rel Presisi
Dilengkapi bantalan karet pada kaki-kakinya
2 pak
5.
Lampu Cadangan, 12 V/18 W, Pak isi 2
Model kapsul dengan panjang sesuai untuk rumah lampu.
2 pak
6.
Rumah Lampu Bertangkai
Bahan: Plastik (ABS) warna hitam,tempat memasang lampu 12 V, 18 W. Di dalam tempat lampu tidak ada bahan bersifat reflektor
Ukuran Bingkai: 129 x 100 mm, dengan tiang penyangga dia. 8 mm. Lengkap dengan lampu 12 V; 18 W. Dapat dipasang dengan baik pada tumpakan berpenjepit; tempat lampu dapat diputar untuk mendudukan posisi filamen lampu menjadi vertikal.
2 buah
7.
Pemegang Slide Diafragma
Bahan: Plastik ABS dengan tiang penyangga dia. 8 mm, warna hitam tak mengkilap
Ukuran Bingkai: 129 x 100 mm
2 buah
22
No.
Nama Alat dan Spesifikasi minimal
Jumlah satuan Min.
Digunakan untuk memegang diafragma pada dua sisi. Kompatibel dengan tumpakan berpenjepit. Jepitan diafragma harus kuat dan akurat. Dilengkapi sepasang penutup celah
8.
Diafragma, 5 celah
Bahan: Plastik ABS (kaku dan tahan terhadap panas), warna hitam, tak mengkilap
Ukuran: 50 x 50 x 1.5 mm (p x l x t), lebar celah 1 mm, celah rapi dan lurus, kompatibel dengan pemegang slide diafragma
2 buah
9.
Diafragma, 1 celah
Bahan: Plastik ABS (kaku dan tahan terhadap panas),warna hitam, tak mengkilap
Ukuran: 50 x 50 x 1.5 mm (p x l x t), lebar celah 1 mm, celah rapi dan lurus kompatibel dengan pemegang slide diafragma
2 buah
10.
Diaphragma Anak Panah
Bahan: Plastik ABS (kaku dan tahan terhadap panas), warna hitam, tak mengkilap
Ukuran: 50 x 50 x 1.5 mm (p x l x t), celah rapi dan lurus
Anak panah tinggi 10 mm terletak di tengah.
kompatibel dengan pemegang slide diafragma
2 buah
11.
Layar Translusen
Bahan: Plastik translusen, tidak licin (mengkilap) dengan tiang penyangga dia. 8 mm.
Ukuran sekitar: 110 x 100 mm, tebal 1,5 mm, membentuk bidang datar
Dapat terpasang/dilepas secara mudah pada Tumpakan Berpenjepit
2 buah
12.
Lensa, + 50 mm
Lensa: Optical Glass, jarak fokus lensa + 50 mm. Bahan bingkai dari plastik ABS warna hitam dengan tiang penyangga dia. 8 mm. Ukuran bingkai sekitar: 110 x 100 mm, Kompatibel dengan tumpakan berpenjepit. Lensa terpasang dengan rapih dan kuat.
2 buah
13.
Lensa, + 100 mm
Lensa: Optical Glass, jarak fokus lensa + 100 mm. Bahan bingkai dari plastik ABS warna hitam dengan tiang penyangga dia. 8 mm. Ukuran bingkai sekitar: 110 x 100 mm, Kompatibel dengan tumpakan berpenjepit. Lensa terpasang dengan rapih dan kuat.
2 buah
14.
Lensa, + 200 mm
Lensa: Optical Glass, jarak fokus lensa + 200 mm. Bahan bingkai dari plastik ABS warna hitam dengan tiang penyangga dia. 8 mm.
2 buah
23
No.
Nama Alat dan Spesifikasi minimal
Jumlah satuan Min.
Ukuran bingkai sekitar: 110 x 100 mm, Kompatibel dengan tumpakan berpenjepit. Lensa terpasang dengan rapih dan kuat.
15.
Lensa, -100 mm
Lensa: Optical Glass, jarak fokus lensa – 100 mm. Bahan bingkai dari plastik ABS warna hitamdengan tiang penyangga dia. 8 mm. Ukuran bingkai sekitar: 110 x 100 mm, Kompatibel dengan tumpakan berpenjepit. Lensa terpasang dengan rapih dan kuat.
2 buah
16.
Tumpakan Berpenjepit, Pak isi 4
Bahan: Plastik polycarbonate
Dilengkapi pengatur sudut untuk mendudukkan posisi lensa pada rel presisi.
Terdapat tuas yang bila ditekan maka tumpakan berpenjepit dapat bergerak lancar. Bila tidak ditekan maka tumpakan berpenjepit tak dapat digerakkan.
Lubang pada tumpakan kompatibel dengan batang penyangga sistem dia. 8 mm
2 pak
17.
Kaca ½ Lingkaran
Bahan: Gelas Optik, semua permukaan bening (dipoles) atau salah satu bidang datar setengah lingkaran buram (tidak dipoles). Ukuran: R 30 x 30 (tebal) mm
2 buah
18.
Prisma, Siku-Siku
Bahan: Gelas Optik, semua permukaan bening (dipoles) atau salah satu bidang datar segi tiga siku-siku buram (tidak dipoles). Ukuran: 43,5 x 30 mm, 90° x 45° x 45°
2 buah
19.
Model Lensa Bikonvex
Bahan: Gelas Optik, semua permukaan bening (dipoles) atau salah satu bidang datar buram (tidak dipoles), dapat dikombinasikan dengan lensa Bikonkaf. Ukuran: 60 x 15 mm, R60
2 buah
20.
Cermin Kombinasi
Bahan: Plastik ABS diverkrom
Jarak fokus sekitar 60 mm, jarak setiap sisi sekitar 60 mm tebal sekitar 15 mm
Berfungsi sebagai Cermin Cekung, Cembung dan Datar
Permukaan cermin mengkilap rata
2 buah
21.
Model Lensa Bikonkaf
Bahan: Gelas Optik, semua permukaan bening (dipoles) atau salah satu bidang datar buram (tidak dipoles). Ukuran: 60 x 19 x 15 mm, R60. Radius bikonkaf dan radius bikonvex harus sesuai, tidak ada celah bila digabungkan.
2 buah
24
No.
Nama Alat dan Spesifikasi minimal
Jumlah satuan Min.
22.
Balok Kaca
Bahan: Gelas Optik semua permukaan bening (dipoles) atau salah satu bidang buram (tidak dipoles). Ukuran: 60 x 40 x 20 mm.
2 buah
23.
Pemegang Lilin
Bahan: Plastik ABSUkuran: dia 55 mm, tinggi 19 mm
2 buah
24.
Bak Persegi panjang
Bak plastik bening ukuran sekitar 60 x 30 x 30 mm (p x l x t) tebal maksimum 1,2 mm, digunakan untuk menentukan indek bias zat cair. Bahan PMMA.
2 buah
25.
Bak Bujur Sangkar
Bak plastik bening ukuran sekitar 60 x 60 x 30 mm (p x l x t) tebal maksimum 1,2 mm, digunakan untuk menentukan indek bias zat cair. Bahan PMMA.
2 buah
26.
Buku Panduan Penggunaan Alat
Dalam Bahasa Indonesia, dicetak dan dijilid rapi. Terdiri dari minimal 19 (sembilan belas) eksperimen/percobaan berbasis KTSP dan menggunakan seluruh alat yang tersedia atau ditambah dari luar kit, terdapat pengenalan alat, cara merakit, serta ada langkah-langkah percobaan. secara rinci dan mudah difahami. Kertas ukuran A4, gramatur min 70 gr/m2. Sampul artpaper 120 mg, warna hijau. Terdapat nama, alamat, nomer telepon, alamat e-mail pada sampul belakang.
2 buah
27.
Tray (Dudukan) alat:
Bahan vacuum plastic tebal minimal 1,6 mm, kokoh, memiliki lekukan-lekukan (celah-celah) yang jumlah dan bentuknya sesuai dengan jumlah dan bentuk item yang ditempatkan. Ukuran sesuai dengan ukuran bagian dalam boks kit, ada merk (simbol produsen). Kedua tingkat tray mudah dikeluarkan dan dimasukkan ke boks kit. Pinggiran kedua lembar vacuum plastic dari setiap tray disatukan (dengan system lem atau ultrasonic welder) secara rapih dan kokoh (tak ada yang lepas).
Boks Kit:
Boks kit merupakan boks injection moulding bahan plastik atau bahan lain yang lebih kokohukuran 60 x 26 x 16 cm, warna hijau. Bentuk kotak kokoh, penutup boks dilengkapi dengan engsel dan pengunci yang kuat di dua tempat. Penutup bok pada posisi terbuka membentuk sudut 120 sampai 130 derajat. Dilengkapi pegangan (bukan tali) pada kedua sisi samping untuk memudahkan mobilitas.
Nama kit dan nama/logo perusahaan (ukuran proporsional, nama/logo perusahaan tidak menonjol) disablon permanen pada 4
2 buah
25
No.
Nama Alat dan Spesifikasi minimal
Jumlah satuan Min.
sisi boks (atas, samping kanan, samping kiri dan depan). Pada sisi tutup bagian dalam disablon gambar, tata letak dan nama setiap komponen.
KIT LISTRIK & MAGNET
Ukuran sistem lubang-poros 4 mm, lubang 4 mm (+ 0,1), steaker 3,9 (-0,1). Steaker/poros dia. 3,9 mm (-0,1) dilengkapi Spring hull terbuat dari berillium divernikel/pegas baja divernikel.
Untuk ukuran jarak sistem 19 mm, toleransi baik lubang maupun steker ± 0,1 mm. Untuk ukuran jarak sistem 50 mm, toleransi baik lubang maupun steker ± 0,1 med mer
1.
Papan Rangkaian, 120 lubang
Bahan: plastik ABS injectiondengan plug sheet 5 lubang yang tak mudah melukai. Memiliki 2 permukaan, pada setiap permukaan terdapat lubang untuk memasangkan komponen. Dalam satu kelompok terdapat 5 buah soket yang secara kelistrikan saling terhubung. Digunakan bersama komponen untuk berbagai rangkaian; mulai rangkaian listrik sederhana sampai percobaan lanjutan. Plugsheet terbuat dari tembaga yang divernikel dia. lubang plugsheet 4 mm. Antar plugsheet, jarak antar lubang terdekat sistem 19 mm, jarak antar lubang tengah sistem 50 mm. Pada permukaan papan, hubungan ke lima lubang disablon berupa garis hitam tebal 2 mm. Dilengkapi dengan plug pelindung (penumpu) sebanyak 4 titik pada setiap permukaan agar seluruh permukaan tidak bersentuhan langsung dengan meja. Tidak timbul bunyi saat papan digoyangkan. Papan bagian atas dan bawah dapat mudah dibuka dan dipasang kembali. Ukuran sekitar 300 x 200 x 25 mm.
2 buah
2.
Jembatan penghubung, pak isi 10
Bahan: kuningan yang divernekel, diselubungi plastik ABS (injection) dilengkapi steker sistem 4 mm dengan spring hull. Jarak steker sistim 19 mm, Kompatibel dengan papan rangkaian,
Ukuran plastik: sekitar 26 x 7.5 x 35 mm
2 pak
3.
Jepit Buaya, sepasang
Seluruh permukaan diselubungi isolator plastik ABS. Dibagian belakang berbentuk pipa dengan lubang sistem 4 mmyang memungkinkan disambung ke kabel penghubung dia. 4 mm. Penjepitan harus sempurna (kontak baik), bagian pegasnya bekerja secara sempurna dengan bibir depan rata. Terdiri dari warna merah dan hitam.
Ukuran sekitar 10 mm x 53 mm (dia x panjang)
2 pasang
4.
Saklar Tukar, pak isi 2
Saklar Sistem satu induk dua anak (Single Pole Double Throw)
Saklar terpasang pada kotak plastik (antara bagian bawah dan
2 pak
26
No.
Nama Alat dan Spesifikasi minimal
Jumlah satuan Min.
samping yang bening, bahan PC), ukuran sekitar 64 x 64 x 28 mm, dengan 4 steker sistem dia. 4 mm dan jarak 50 mm.
Simbol garis penghubung arus listrik disablon pada tutup atas. Pada bagian steker dan kotak penutup mudah dibongkar pasang untuk penggantian bila terjadi kerusakan.
5.
Inti Besi Bentuk I
Bahan: Plat besilaminasi/plat khusus untuk inti transformator/kern.
Ukuran: panjang 69 mm, ukuran penampang 19 x 19 mm
Inti Besi I dilengkapi plat baja pegas pada sisinya untuk penahan bila sedang dirangkai dengan kumparan. Dapat dipasang dengan inti Besi U sehingga membentuk inti tertutup yang diikat dengan baut pengencang.
Seluruh permukaan dicat (powder coatting) kecuali yang bersinggungan dengan Inti besi U, harus rata digerinda (surface grinding).
2 buah
6.
Inti Besi Bentuk U
Bahan: Plat besi laminasi/plat khusus untuk inti transformator/kern.
Ukuran: 69 x 64 x 19 mm, ukuran penampang 19 x 19 mm
Inti besi bentuk U dilengkapi 2 plat baja pegas yang dipasang pada sisi batang yang sama untuk penahan bila sedang dirangkai dengan kumparan. Dilengkapi baut pengunci antara inti besi U dan I. Seluruh permukaan dicat (powder coatting), kecuali permukaan yang bersingungan dengan inti besi I, harus rata digerinda (Surface grinding). Bersama inti besi I dan 2 kumparan membentuk transformator dengan efisiensi min. 90 %.
2 buah
7.
Kumparan, 250 Lilitan
Kawat tembaga dia. 0,8 mm dililit rapih pada gulunganplastik ABS atau Polykarbonat ] dengan terminal steker kuningan divernikel lengkap dengan spring hull sistem 4 mm dengan jarak sistem 50 mm.
Dapat dipasang pada papan rangkaian dan dirangkai dengan Inti besi U-I membentuk trafo dengan perbandingan tegangan sama dengan perbandingan lilitan kumparan. Terdapat simbol arah lilitan dan tulisan “250 lilitan” permanen.
2 buah
8.
Kumparan, 500 Lilitan
Kawat tembaga dia. 0,5 mm dililit rapih pada gulunganplastik ABS atau Polykarbonat dengan terminal steker kuningan divernikel lengkap dengan spring hull sistem4 mm dengan jarak sistem 50 mm.
2 buah
27
No.
Nama Alat dan Spesifikasi minimal
Jumlah satuan Min.
Dapat dipasang pada papan rangkaian dan dirangkai dengan Inti besi U-I membentuk trafo dengan perbandingan tegangan sama dengan perbandingan lilitan kumparan. Terdapat simbol arah lilitan dan tulisan “500 lilitan” permanen.
9.
Kumparan, 1000 Lilitan
Kawat tembaga dia. 0,5 mm dililit rapih pada gulunganplastik ABS atau Polykarbonat dengan terminal steker kuningan divernikel lengkap dengan spring hull sistem4 mm dengan jarak sistem 50 mm.
Dapat dipasang pada papan rangkaian dan dirangkai dengan Inti besi U-I membentuk trafo dengan perbandingan tegangan sama dengan perbandingan lilitan kumparan. Terdapat simbol arah lilitan dan tulisan “1000 lilitan” permanen.
2 buah
10.
Steker Jepit, Pak isi 4
Bahan dari kuningan divernikel, bagiansteker 4 mm memakai spring hull dan isolator plastik tahan panas (bahan plastik termosetting).
Dilengkapi dengan 2 lubang sistem dia. 4 mmpada bagian atas dan samping.
Ukuran keseluruhan sekitar diameter 15, panjang 60 mm.
2 pak
11.
Steker Pegas, Pak isi 2
Bahan: baja pegas tahan karat ukuran 50 x 22 x 10 mm dan Steker 4 mm memakai spring hull. Dipergunakan untuk memegang batang dengan diameter 8 -15 mm.
2 pak
12.
Magnet Batang, sepasang
Bahan: Alniko, masing-masing dicat hitam-merah (ujung tanpa cat),
dilengkapi sepatu (tutup) kemagnetan. Ukuran: 19 x 70 x 6 mm
Ada lubang di tengah.
2 pasang
13.
Model Kompas
Bahan rumah: Plastik transparan (SAN), Jarum Magnet dari magnetik steel
Ukuran rumah kompas: dia. 95 mm, tinggi 20 mm. Panjang jarum 52,5 mm.
Dilengkapi penutup dan petunjuk simpangan jarum kompas. Tutup dapat dibuka dan pada saat tertutup jarum magnet tidak lepas dari dudukan bilarumah kompas dibalik.
2 buah
14.
Wadah Sel (Bak Elektrolisis)
Bahan: Plastik transparan Polycarbonate. Terdapat beberapa alur pada kedua sisi bagian dalam untuk menempatkan elektroda yang berukuran 76 x 40 x 0,5 s.d. 2 mm. Ukuran wadah: 83 x 64 x 36 mm (p x l x t), transparan.
2 buah
28
No.
Nama Alat dan Spesifikasi minimal
Jumlah satuan Min.
15.
Elektroda Tembaga
Bahan: Lempeng Tembaga (Cuprum), pada salah satu sisi di-stemping/grafir kode bahan “Cu”.
Ukuran: 76 x 40 x 1 mm; dapat dipasang tepat pada Bak elekrolisis
2 buah
16.
Elektroda Seng
Bahan: Lempeng Seng Murni (Zincum), pada salah satu sisi di-stemping/grafir kode bahan “Zn”
Ukuran: 76 x 40 x 0,5 mm; dapat dipasang tepat pada Bak elekrolisis
2 buah
17.
Elektroda Besi
Bahan: Lempeng Besi (Ferum), pada salah satu sisi di stemping/grafir kode bahan “Fe”.
Ukuran: 76 x 40 x 1 mm; dapat dipasang tepat pada Bak elekrolisis
2 buah
18.
Elektroda Timbal
Bahan: Lempeng Timbal (Plumbum), pada salah satu sisi distemping/grafir kode bahan “Pb”.
Ukuran: 76 x 40 x 2 mm; dapat dipasang tepat pada Bak elekrolisis
2 buah
Spesifikasi no 19 s.d. 24 yang terdiri dari tiga resistor, lampu LED, Saklar Satu kutub dan Pemegang Lampu E 10 masing-masing terpasang pada kotak plastik (badan berwarna bening bahan PC) ukuran sekitar 34 x 34 x16 mm dengan steker kuningan dia. 4 mm divernikel dan jarak sistem 19 mm lengkap dengan spring hull. Simbol permanen pada tutup (tak mudah lepas). Antara bagian bawah (bersteker) dan kotak penutup mudah dibongkar-pasang untuk penggantian komponen bila terjadi kerusakan.
19.
Resistor 47 , 2 W, 5% pak isi 2 ;
2 pak
20.
Resistor 56, 2 W, 5% pak isi 2;
2 pak
21.
Resistor 100 , 2W, 5% pakisi 2;
2 pak
22.
Lampu LED
2 buah
23.
Saklar Satu Kutub
Saklar sistem nyala-padam (Single Pole Single Throw)
2 buah
24.
Pemegang Lampu E 10, Pak isi 2
Berfungsi sebagai pemegang lampu E 10.
2 pak
25.
Bola Lampu, 6.2V 0.3A, E 10,Pak isi 4
2 pak
26.
Kawat Konstantan
Panjang: 25 m; dia. kawat: 0,3 – 0,4 mm, digulung rapi pada rol plastic
2 rol
29
No.
Nama Alat dan Spesifikasi minimal
Jumlah satuan Min.
27.
Kawat Nikrom
Panjang: 25 m; dia. kawat: 0,3 – 0,4 mm, digulung rapi pada rol plastic
2 rol
28.
Kawat Sekering
Dipergunakan untuk percobaan hubung singkat. Bahan kawat dominan besi, putus dengan arus maksimal 2,5 A/DC; tegangan 6 V, digulung rapih pada rol plastik. Panjang kawat 25 m.
2 rol
29.
Kawat Tembaga
Panjang: 15 m ; dia. kawat: dia 0,6 – 0,8 mm, digulung rapih pada rol plastic
2 rol
30.
Serbuk Besi
Serbuk besi halus kering, dalam botol penabur. Berat serbuk minimal 100 gram. Dipergunakan untuk mengamati pola medan magnit.
2 botol
31.
Pemegang Baterai, Pak isi 4
Bahan: plastik transparan polycarbonate, dengan steker sistem diameter 4 mm dengan spring hull divernikel, jarak steker sistem 50 mm. Ukuran 70 x 38 x 45 mm untuk batere ukuran D; dapatdipasang pada papan rangkaian. Pada bagian bawah pemegang batere ada simbol kutub baterai secarapermanen.
2 pak
32.
Kabel Penghubung, Merah, Pak isi 2
Kabel penghubung berinti serabut kawat tembagahalus terisolasi plastik merah lentur. Panjang 50 cm, arus maks 8A. Berisi sekitar 56 kawat tembaga lengkap dengan steker sistem dia.4 mm dengan spring hull divernikel
Steker tertancap kokoh pada rumah plastik warna merah yang bagian atasnya terdapat terminal dia. 4 mm untuk menumpuk steker (menambah sambungan). Steker dapat dilepas dari rumahnya tapi tidak mudah lepas.
2 pak
33.
Kabel Penghubung, Hitam, Pak isi 2
Kabel penghubung berinti serabut kawat tembagahalus terisolasi plastik hitam lentur. Panjang 50 cm, arus maks 8A. Berisi sekitar 56 kawat tembaga lengkap dengan steker sistem dia.4 mm dengan spring hull divernikel
Steker tertancap kokoh pada rumah plastik warna hitam yang bagian atasnya terdapat terminal dia. 4 mm untuk menumpuk steker (menambah sambungan). Steker dapat dilepas dari rumahnya tapi tidak mudah lepas.
2 pak
30
No.
Nama Alat dan Spesifikasi minimal
Jumlah satuan Min.
34.
Batang PVC, Pak isi 2
Bahan: PVC, warna abu-abu
Ukuran: 250 mm x 10 mm (panjang x dia)
Dipergunakan minimal untuk percobaan listrik statis, konduktor/nonkonduktor
2 pak
35.
Batang Flexiglass, Pak isi 2
Bahan: Flexiglas, bening ; Ukuran: 250 mm x 10 mm (panjang x dia)
Dipergunakan minimal untuk percobaan listrik statis, konduktor /non konduktor.
2 pak
36.
Kain Wol dan kain Sutra
Ukuran masing-masing sekitar 200 x 200 mm, warna polos
2 set
37.
Magnet Pemetaan, Pak isi 10
Magnet jarum panjang sekitar 15 mm terpasang permanen dalam rumah plastik bening berdiameter sekitar 20 mm dilengkapi skala dan arah mata angin.
2 pak
38.
Model Motor listrik/generator DC
Ukuran kerangka sekitar 80 mm x 80 mm x 70 mm. Semua komponen utama dapat terlihat langsung. Kumparan dapat berputar bebas.
Bagian stator berkerangka plastik, dilengkapi 4 steker sistim 4 mm jarak 50 mm, kompatibel dengan papan rangkaian. Pada poros ada roda pully dia. 10 mm dari bahan plastik/logam. Dilengkapi tali pully yang kompatibel dengan roda katrol dia. 100 mm. Sebagai motor mampu berputar pada tegangan 3 s.d 6 Volt. Sebagai generator minimal mampu menyalakan lampu LED. Dilengkapi tulisan (indikator) tentang tegangan kerja (3 – 6 V), tanda kedua kutub listrik, dan tempat magnet
2 buah
39.
Buku Panduan Penggunaan Alat
Dalam Bahasa Indonesia, dicetak dan dijilid rapi. Terdiri dari minimal 23 (dua puluh tiga). Eksperimen/percobaan berbasis KTSP dan menggunakan seluruh alat yang tersedia atau ditambah dari luar kit, terdapat pengenalan alat, cara merakit, serta ada langkah-langkah percobaan. secara rinci dan mudah difahami. Kertas ukuran A4, gramatur min 70 gr/m2. Sampul artpaper 120 mg, warna kuning. Terdapat nama, alamat, nomer telepon, alamat e-mail pada sampul belakang.
2 buah
40.
Tray (Dudukan) alat:
Bahan vacuum plastic, tebal minimal 1,6 mm, kokoh, memiliki lekukan-lekukan (celah/lekukan-celah/lekukan) yang jumlah dan
2 buah
31
No.
Nama Alat dan Spesifikasi minimal
Jumlah satuan Min.
bentuknya sesuai dengan jumlah dan bentuk item yang ditempatkan. Ukuran sesuai dengan ukuran bagian dalam boks kit, ada merk (simbol produsen). Kedua tingkat tray mudah dikeluarkan dan dimasukkan ke boks kit. Pinggiran kedua lembar vacuum plastic dari setiap tray disatukan (dengan sistem lem atau ultrasonic welder) secara rapih dan kokoh (tak ada yang lepas).
Boks Kit:
Boks kit merupakan boks injection moulding bahan plastik atau bahan lain yang lebih kokohukuran 60 x 26 x16 cm, warna kuning. Bentuk kotak kokoh, penutup boks dilengkapi dengan engsel dan pengunci yang kuat di dua tempat. Penutup bok pada posisi terbuka membentuk sudut 120 sampai 130 derajat. Dilengkapi pegangan (bukan tali) pada kedua sisi samping untuk memudahkan mobilitas.
Nama kit dan nama/logo perusahaan (ukuran proporsional, nama/logo perusahaan tidak menonjol) disablon permanen pada 4 sisi boks (atas, samping kanan, samping kiri dan depan). Pada sisi tutup bagian dalam disablon gambar, tata letak dan nama setiap komponen.
ALAT UMUM FISIKA
1.
Catu Daya
Catu daya tegangan rendah untuk memasok tegangan 3/6/9/12V AC dan DC. Seluruh kerangka/badan (body) bagian luar terbuat dari plastik ABS sehingga pemakai aman terhadap kontak badan maupun kejutan akibat arus listrik. Tegangan masukan 110/220 VAC, 50 Hz. Kabel utama (power) isi 3, panjang min. 1,7 meter dengan kontak tanah (earthing/grounded), soket tidak dapat dilepas. Pada penggunaan beban 3 A tegangan boleh turun maks 10 %. Saklar utama ON/OFF dengan lampu indikator. Pada beban 3,5A pengaman electronik harus berfungsi.
Dilengkapi dengan rangkaian elektronik pengaman beban lebih, tombol reset pada output dengan lampu indikator beban lebih. Dengan soket/terminal keluaran 4 mm untuk AC dan DC.Kedua soket AC warna biru, soket DC merah dan hitam. Lubang soket system dia. 4 mm dan steker dapat masuk ke soket seluruhnya. Catu daya dapat ditumpuk untuk memudahkan dalam penyimpanan. Ukuran body sekitar 245 x 190 x 100 mm. Data-data termasuk nama/logo produsen (merk) harus disablon permanen secara rapi dan jelas pada badan Catu daya. Kelengkpaan: 1. buku petunjuk dalam Bahasa Indonesia, lengkap dengan diagram rangkaian elektroniknya. 2. Sepasang kabel penghubung warna merah dan hitam, berinti serabut serabut kawat tembagahalus terisolasi plastik. Masing-masing panjang 50 cm, arus maks 8A. Berisi sekitar 56 kawat tembaga lengkap dengan steker sistem dia.4 mm berpegas divernikel. Steker tertancap kokoh pada rumah plastik warna merah/hitam yang bagian atasnya terdapat terminal dia. 4 mm untuk menumpuk steker (menambah sambungan). Steker dapat dilepas dari rumahnya tapi tidak mudah lepas.
2 buah
32
No.
Nama Alat dan Spesifikasi minimal
Jumlah satuan Min.
2.
Timbangan, 311 gram
Empat lengan dengan beban pengatur yang dapat digeser-geser (tidak boleh lepas), dilengkapi piring/cawan. Lengan bertumpu pada pisau baja keras pada bantalan batu agat/yang kekerasannya setara. Dilengkapi peredam magnetik, pada lengan pendek yang membawa piring neraca,terdapat sekrup penyetel keseimbangan (nol). Tersedia fasilitas untuk menimbang benda di dalam zat cair, berupa landasan dengan ketinggian yang dapat diatur. Kapasitas penimbangan 311gr; ketelitian 10 mg; ada merk (logo produsen). Disertai buku petunjuk dalam Bahasa Indonesia.
Bahan Alumunium die casting
1 buah
3.
Multimeter, Analog
Digunakan untuk mengukur tegangan, arus dan hambatan. Dilengkapi pengatur “nol” Ohm dan sekering pengaman. Dengan tanda-tanda yang jelas, mudah dibaca untuk siswa.
Spesifikasi umum
 Drop shock proof
 Dengan pengaman/pencegah pembebanan lebih
 Resistansi tinggi sampai 200 M Ohm dengan tegangan rendah.
 Tersimpan dalam kotak plastik kokoh dilengkapi tutup plastik (Protective full-face cover).
Batas-batas:
Volt d.c. 0,1 ~ 1000 V d.c, minimal dalam 5 langkah
Arus d.c. 50uA ~ 250 mA minimal 4 langkah
Volt a.c. 10 ~ 750 V a.c, minimal dalam 4 langkah
Hambatan x 1, x 10, x 100, x 1000 Ohm
Terdapat rangkaian pelindung dengan fuse
Akurasi plus minus 5% pada skala penuh, dilengkapi dengan 2 kabel probe terisolasi (merah-hitam).
Lengkap dengan baterai dan buku petunjuk penggunaan dalam bahasa Indonesia; ada merk (logo produsen)
2 buah
4.
Tabung penyaringan
Bahan plastik tranparan (SAN), diameter 60 mm, tinggi sekitar 300 mm, tebal 2 mm. Dilengkapi dengan kasa Stainless kuat berbingkai untuk menahan pasir, dipasang di dasar tabung. Di bagian tengah dasar tabung terdapat lubang berpipa dengan diameter luar 8 mm, panjang pipa 15 mm, kompatibel dengan selang plastik
2 set
5.
Cermin Datar Lipat dengan busur
Terdiri dari 2 buah cermin datar
Ukuran masing-masing cermin sekitar 150 x 150 x 3 mm
Kedua cermin terpasang permanen pada dudukan plastik injection. Kedua cermin tersambung dengan sistem engsel. Sudut putar kedua cermin dapat diatur antara 0 – 180º. Dilengkapi busur yang berfungsi sebagai landasan yang dilengkapi pengatur besarnya
2 set
33
No.
Nama Alat dan Spesifikasi minimal
Jumlah satuan Min.
sudut. Skala dan angka busur jelas terbaca. Busur dapat dirakit dengan salah satu cermin secara kokoh dan dapat dibongkar pasang untuk disimpan. Tebal busur 6 (± 0,5) mm, diameter minimal 30,5 cm
6.
Meter Dasar (Basic meter), pak isi 2
Digunakan sebagai alat ukur arus dan tegangan DC dengan shunt dan pengganda terpasang pada alat. Dilengkapi dengan tutup geser untuk mengubah fungsi sebagai amperemeter atau voltmeter. Pada posisi A, alat berfungsi sebagai amperemeter dengan batas ukur 100A, 100 mA, 1 A, 5 A (DC). Pada posisi V, alat berfungsi sebagai voltmeter dengan batas ukur 100 mV, 1 V, 10 V dan 50 V (DC). Skala ganda, dengan batasan -10; 0; 100 dan -5; 0; 50. Hambatan dalam sekitar 1000 Ohm dengan pencegah pembebanan lebih, dilengkapi pengatur kalibrasi jarum. Ketelitian ± 2.5% pada simpangan penuh. Terpasang dalam kotak plastik ABS, ukuran sekitar 165 x 115 x 65 mm, disertai 2 konektor (merah-hitam), dan buku manual penggunaan alat ukur. Dilengkapi dioda pengaman, soket untuk ground warnanya hitam, untuk tegangan dan arus warnanya merah. Setiap soket tak boleh lepas (dilengkapi pengunci). Lubang soket sistem dia. 4 mm. Steker seluruhnya dapat masuk ke soket.
2 pak
7.
Slinki
Diameter 80 mm. Kumparan atau spiral mengkilap dari kawat baja yang pipih tanpa karat, ukuran panjang bila dirapatkan ± 75 mm. Digunakan untuk memberi pengertian mengenai gelombang dan sifat-sifatnya.
1 buah
2. BIOLOGI
No.
Nama Alat dan Spesifikasi minimal
Jumlah satuan min.
Alat-alat laboratorium IPA Biologiterdiri dari Mikroskop, Preparat kering, perangkat bedah, Kancing genetika, Tensimeter digital, Model, peralatan gelas, peralatan logam dan lain-lain.
Peralatan harus dikemas sedemikian rupa dengan memperhatikan keselamatan peralatan, setiap kemasan harus terdapat informasi minimal nama alat, jumlah, nama produsen
Seluruh komponen harus diberi identitas permanen nama/logo produsen kecuali yang sangat sulit atau mengganggu fungsi.
1.
Mikroskop Siswa
Mikroskop Siswa Monokular dengan 3 lensa okular: x 5, x 10, x 12.5. Okular 10x dengan penunjuk. Tiga lensa objektif akromatik: x 4, x 10, x 40. Diafragma disk, cermin datar dan cekung. Konstruksi logam/besi padat, stabil dan kuat, meja horizontal dengan penjepit mikrokro slide dapat digerakan X-Y (double layer mechanical stage)ukuran minimal 30 x 60 mm. Kemiringan badan mikroskop
3 Buah
34
No.
Nama Alat dan Spesifikasi minimal
Jumlah satuan min.
terhadap penyangga bisa diatur, terdapat pengatur fokus halus dan kasar, terdapat komponen pengunci sehingga lensa tidak menyentuh kaca obyek. Komponen lensa dan asesoris disimpan dalam kotak kayu atau plastik, dilengkapi dengan penutup khusus dari plastik polythene transparan untuk penahan debu, kuat dan tidak mudah robek serta dilengkapi silika gel. Dilengkapi dengan buku petunjuk pemakaian dan pemeliharaan dalam Bahasa Indonesia.
2.
Perangkat Pemeliharaan Mikroskop
Terdiri dari alat-alat sebagai berikut:Kertas untuk pembersih lensa (1 pack), Kunci Allen (1 set lengkap), Obeng halus (1 set lengkap), alat khusus pembuka baut pengatur fokus yang sesuai dengan mikroskop (no.1) atau peralatan lain yang sesuai mikroskop yang dikirim, Alat semprot udara dilengkapi dengan sikat halus untuk membersihkan lensa. Ditempatkan dalam dompet kanvas.
1 Set
Preparat Kering
Disiapkan pada kaca mikroslaid jernih dengan ukuran sekitar: 75 x 25 x 1 mm. Ditutup dengan kaca penutup, lengkap dengan keterangan spesimen. Spesimen terlihat jelas, tidak rusak, transparan.
2 Buah
3.
Preparat Kering, Tulang Rawan Hyalin
Memperlihatkan struktur jaringan tulang rawan atau hialin mamalia sehingga terlihat sel dan intinya, sayatan utuh dan tidak robek
2 Buah
4.
Preparat Kering, Tulang Keras
Memperlihatkan struktur jaringan tulang keras mamalia, terlihat sistem havers, sayatan utuh tidak robek
2 Buah
5.
Preparat Kering, Batang Dikotil
Memperlihatkan struktur batang, penampang melintang batang dikotil (Heliantus/Hibiscus/Cucurbita). Sayatan utuh dan tidak robek, Terlihat jelas epidermis, xilem dan floem yang dibatasi kambium. (diberi dua macam pewarnaan)
2 Buah
6.
Preparat Kering, Batang Monokotil
Memperlihatkan struktur batang, penampang melintang batang mokotil (Zea mays). Sayatan utuh dan tidak robek, Terlihat jelas xilem dan floem yang tersebar (diberi dua macam pewarnaan)
2 Buah
7.
Preparat kering, akar dikotil.
Memperlihatkan struktur akar, penampang melintang akar dikotil dari tanaman yang sama dengan struktur batang (Helianthus/Hibiscus/Cucurbita). Sayatan utuh dan tidak robek, Terlihat bagian rambut akar, silinder pusat. (diberi dua macam pewarnaan)
2 Buah
35
No.
Nama Alat dan Spesifikasi minimal
Jumlah satuan min.
8.
Preparat Kering, Akar Monokotil.
Memperlihatkan, struktur akar, penampang melintang akar monokotil dari tanaman yang sama dengan struktur batang. Terlihat bagian rambut akar dan silinder pusat (diberi dua macam pewarnaan)
2 Buah
9.
Preparat Kering, Daun dikotil
Memperlihatkan struktur daun, penampang melintang daun . Terlihat jaringan epidermis dengan stomatanya, palisade, dan jaringan spon serta jaringan pengangkut. (diberi dua macam pewarnaan)
2 Buah
10.
Preparat Kering Daun Monokotil
Memperlihatkan struktur daun, penampang melintang daun monokotil (Zea mays). Diberi dua macam pewarnaan.
2 Buah
11.
Preparat Kering, Otot Lurik mamalia
Memperlihatkan struktur membujur jaringan otot lurik mamalia. Terlihat bagian yang terang dan gelap serta inti. (diberi pewarnaan)
2 Buah
12.
Preparat Kering, Otot Polos mamalia
Memperlihatkan struktur membujur jaringan otot polos pada usus halus mamalia. Terlihat sel-sel otot polos dengan intinya. (diberi pewarnaan)
2 Buah
13.
Preparat Kering, Otot Jantung mamalia
Memperlihatkan struktur membujur jaringan otot jantung mamalia dan diskus interkalaris. Terlihat serabut otot jantung dengan percabangan. (diberi pewarnaan)
2 Buah
14.
Preparat Kering, Sel Darah Merah
Memperlihatkan sel darah merah manusia.
2 Buah
15.
Preparat Kering, Sel Darah Putih
Memperlihatkan sel darah putih manusia beserta inti sel.
2 Buah
16.
Preparat Kering Paramaecium
Memperlihatkan Paramaecium dan alat geraknya, tidak tercampur dengan organisme lain
2 Buah
17.
Preparat kering Hydra
Memperlihatkan Hydra utuh dengan tentakelnya
2 Buah
18.
Preparat kering Spirogyra
Memperlihatkan Spyrogyra dengan chloroplasnya bentuk spiral
2 Buah
19.
Preparat kering Jamur aspergillus
Memperlihatkan jamur Aspergillus dengan konidianya
2 Buah
20.
Kotak Penyimpanan Preparat
Bahan: Kayu/plastik, dengan penutup. Untuk penyimpanan 100 slaid / preparat kering
1 Buah
36
No.
Nama Alat dan Spesifikasi minimal
Jumlah satuan min.
21.
Kaca Benda, (pak isi 50)
Kaca jernih berukuran 75 x 25 x 1 mm. Digunakan untuk meletakkan objek yang akan diamati dengan mikroskop
2 Pak
22.
Kaca Penutup (pak isi 50)
Kaca jernih berukuran 22 x 22 x 0,16 mm. Digunakan untuk menutup objek yang akan diamati dengan mikroskop
3 Pak
23.
Perangkat Alat Bedah
Semua komponen terbuat dari stainless steel terdiri dari: 2 pisau bedah dengan mata pisau berujung lancip dan lengkung, 1 pinset, 2 gunting dengan ujung lurus dan bengkok, 1 kaca pembesar, 1 rantai dengan 3 kawat pengait. Ditempatkan dalam dompet kanvas dengan zipper.
1 Set
24.
Kancing Genetika
Untuk mempelajari konsep genetika yang mewakili pasangan pada lokus gen, dapat mudah dibongkar-pasang. Sehingga bisa dipakai untuk mensimulasi persilangan dengan 2 sifat . Terdiri dari 5 macam warna: merah, putih, hijau, kuning dan hitam masing-masing 100 pasang serta memiliki bentuk dan ukuran yang sama. Semua warna dapat saling berpasangan. Dengan petunjuk pemakaian dalam Bahasa Indonesia. Seluruh komponen kit ditempatkan pada wadah bersekat untuk memisahkan sertiap warna.
3 Set
25.
Lup/Kaca Pembesar
Pembesaran 3-5 kali, lensa kaca dia. 50 mm, berbingkai logam stainless steel dan lengkap dengan pemegang.
2 Buah
26.
Respirometer
Jenis sederhana, untuk menentukan banyaknya O2 yang dikonsumsi oleh serangga atau tumbuhan. Pipa kaca kapiler dengan skala ketelitian 0,01 mL berwarna mencolok serta tidak mudah hilang.Terpasang pada bantalan dari plastik dengan penjepit spring steel. Salah satu ujung pipa yang diperbesar tersambung (dapat dipasang dan dilepas) ketabung dengan volume 40 – 60 mL sebagai tempat makhluk hidup (spesimen).
2 Buah
27.
Lumpang dan Alu
Lumpang berbentuk mangkuk dari porselen dengan dasar lumpang rata dan kasar, permukaan luar licin dengan alu yang ukurannya bersesuaian. Diameter lumpang 80 mm.
3 Set
28.
Pelat / Lempeng Tetes
Bahan: Porselen putih dengan 12 lekukan, diameter lekukan sekitar 2 cm. Ukuran sekitar 120 x 90 x 10 mm. Dilengkapi dengan 4 kaki karet untuk kestabilan.
3 Buah
37
No.
Nama Alat dan Spesifikasi minimal
Jumlah satuan min.
29.
Tabung Reaksi 16 mm, pak isi 50
Bahan: Kaca Borosilikat, dinding medium, dengan ujung tabung berbibir. Ukuran: 150 mm x dia. 16 mm, tebal dinding sekitar 1,2 mm.
1 Pak
30.
Penjepit Tabung Reaksi, pak isi 10
Terbuat dari kayu, dengan jepitan pegas baja untuk memegang tabung reaksi diameter 10-25 mm,panjang 180 mm.
1 Pak
31.
Sikat Tabung Reaksi, pak isi 10
Kepala berbulu keras diameter 22-26 mm, pada tangkai dari kawat yang dipuntir. Panjang sekitar 25 cm.
1 Pak
32.
Rak Tabung Reaksi, 16 mm
Dari kayu keras (min kelas2), 6 lubang dalam dua baris (total 12 lubang) berdiameter sekitar 18 mm. Pada bagian dasar terdapat lekukan sehingga tabung stabil ditempatkan.
Digunakan sebagai tempat untuk meletakkan tabung reaksi dengan dia. 10 – 16 mm.
3 Buah
33.
Vaseline/ Vaselin, T
Pasta, botol plastik berisi 500 gram. Untuk melapisi sambungan kaca agar kedap udara.
1 X 500 gr
34.
Sodium Hydroxide/ Natrium Hidroksida, NaOH, T
Padatan berbentuk serpihan, atau butiran, botol berisi 500 gram. Diberi label peringatan: Iritasi pada mata.
1 X 500 gr
35.
Kertas Lakmus
Lakmus merah dan lakmus biru. Tiap warna terdiri dari 3 pak. Tiap pak berisi 5 buku, tiap buku terdiri dari 20 lembar lakmus.
3 Pak
36.
Biuret, T, 500 ml
Berupa bahan untuk membuat larutan biuret untuk 1 resep 500 mL. Digunakan dalam pemeriksaan kualitatif protein, Masing-masing bahan dikemas secara terpisah dalam botol gelap, diberi label nama bahan kimia, dilengkapi dengan petunjuk pembuatan larutan biuret.
1 X 500 mL
37.
Benedict
Satu paket 250 mL dalam botol gelap dengan label: Nama zat dan tanggal pembuatan
1 X 500 mL
38.
Lugol
Dalam botol gelap 250 mL
1 X 250 mL
39.
Kapur Tohor
dikemas dengan plastik 1 kg
2 X 1 Kg
40.
Termometer badan (klinik), Air raksa
Termometer raksa, Skala mudah di baca dan tidak mudah hilang, dengan rentang suhu 35 – 42 derajat celcius skala 0.1. Dalam wadah plastik dan tidak mudah lepas.
1 Buah
38
No.
Nama Alat dan Spesifikasi minimal
Jumlah satuan min.
41.
Hygrometer
Type gantung, terdiri dari 2 termometer basah dan kering rentang -5 s.d. 50 derajat celcius, skala 1 derajat pada lempeng logam atau plastik, dilengkapi dengan tabel untuk menentukan kelembaban, dilengkapi dengan petunjuk pemakaian.
1 Buah
42.
Auksanometer
Untuk menentukan kecepatan pertumbuhan tanaman. Bahan alas plastik atau logam, dengan tiang dari logam. Terdiri dari katrol dengan penunjuk skala pertumbuhan. Rentang pengukuran minimal 10 cm, skala 0,1 cm, petunjuk pada skala harus menunjukkan ukuran pertumbuhan sesungguhnya. Dilengkapi benang dengan pemberat dan petunjuk pemakaian dalam bahasa indonesia.
1 Set
43.
Cawan Petri
Bahan: Borosilikat. Ukuran: tinggi 18 mm x dia. 95 mm, dengan dia. tutup 101 mm
3 Buah
44.
Pipet Tetes, pak isi 10
Kaca dengan pemompa dari latek. Panjang 150 mm
1 Pak
45.
Gelas Kimia 1000 mL
Kaca Borosilikat, tahan panas, bibir tuang, volume: 1000 mL,
3 Buah
46.
Gelas Kimia 250 mL
Kaca Borosilikat, bentuk rendah dengan bibir tuang Volume: 250 mL
3 Buah
47.
Gelas Kimia 100 mL
Kaca Borosilikat, bentuk rendah dengan bibir tuang Volume: 100 mL
3 Buah
48.
Labu Erlenmeyer 250 mL
Bahan: Kaca Borosilikat. Volume: 250 mL
6 Buah
49.
Sumbat karet 2 lubang
Sumbat dapat terpasang pada labu erlemeyer 250 mL. Bahan sumbat karet berkualitas baik, shore A 45 ± 5. Lubang pada sumbat karet digunakan untuk memasang pipa kaca L.
6 Buah
50.
Sumbat karet 1 lubang
Sumbat dapat terpasang pada labu erlemeyer 250 mL. Lubang pada karet digunakan untuk memasang tumbuhan. Bahan sumbat karet berkualitas baik, shore A 45 ± 5.
6 Buah
51.
Silinder Ukur, 25 mL
Bahan: Kaca Borosilikat. Volume: 25 mL dengan skala 0.5 mL, terdapat bibir tuang dan tidak mudah hilang
3 Buah
52.
Silinder Ukur, 250 mL
Bahan: Kaca Borosilikat Volume: 250 mL dengan skala 2 mL, terdapat bibir tuang dan tidak mudah hilang
2 Buah
53.
Kaca Arloji
Bahan: kaca borosilikat, tahan panas diameter 75 mm
3 Buah
39
No.
Nama Alat dan Spesifikasi minimal
Jumlah satuan min.
54.
Corong kaca
Diameter kurang lebih diameter 90 mm
3 Buah
55.
Batang Pengaduk, Kaca
Ukuran: 175 x 6 mm (panjang x dia). Satu ujung bulat, ujung lainnya pipih untuk meremukkan kristal
3 Buah
56.
Pembakar Spiritus, Kaca
Wadah dari kaca volume 100 mL dengan tutup dari plastik, dan bersumbu
3 Buah
57.
Kertas Saring, pak isi 100
Diameter 100 mm
3 Pak
58.
Pipa Y panjang
Bahan: kaca soda, Ukuran: panjang keseluruhan 150 mm, bercabang pada salah satu ujungnya, dia. lubang pipa kaca 5 mm, Digunakan untuk membuat model paru-paru
3 Buah
59.
Pipa L
Terbuat dari kaca soda. Bentuk huruf L, ukuran panjang 25 cm, tekukan 10 cm dengan diameter lubang 0,5 cm. Dapat masuk pada sumbat karet 2 lubang.
6 Buah
60.
Kuadrat.
Bahan: batang stainless steel, Ukuran: 500 x 500 mm, Dia. Batang baja ± 3 mm. Sudut-sudut dikancing dengan sekrup palang (kupu-kupu) yang tidak mudah lepas. Digunakan untuk pengambilan contoh populasi tumbuhan / hewan di lapangan. Dapat dilipat.
2 Buah
61.
Statif
Statif lengkap dengan landasan bentuk lempengan dan batang, ukuran landasan sekitar 140 x 210 mm, diameter batang 10 mm panjang 500 mm. Bahan batang stainles steel.
2 Buah
62.
Klem Universal
Bahan: Aluminium die casting, dengan batang dari st. Steel, Dapat menjepit benda dengan dia. 2mm – 70mm Pada ujung dilengkapi cork/gabus tebal, dilengkapi baut kupu-kupu dari st. Steel; baut tidak dapat dilepas
2 Buah
63.
Boss Head
Celah bentuk V untuk 3 kontak titik pada batang dengan diameter sampai 13 mm, lengkap dengan 2 buah baut pengencang dari baja divernikel atau steinless stell baut tidak dapat dilepas
2 Buah
64.
Tensi meter digital (otomatis tensi meter)
Digunakan untuk mengukur tekanan darah manusia, sistol dan diastol dengan akurat. Menggunakan manset lengan yang tahan lama, mudah dioperasikan. Rentang pengukuran : tekanan 0-280 mm Hg, penyimpangan maksimum 2%. Pulse: 40-180/menit penyimpangan maksimum 5%. Dapat menggunakan baterai (AA) atau AC adaptor. Lingkaran lengan 220-320 mm. Dilengkapi dengan petunjuk pemakaian dalam bahasa Indonesia.
1 Buah
40
No.
Nama Alat dan Spesifikasi minimal
Jumlah satuan min.
MODEL ANATOMI
Terbuat dari plastik PVC durabel kualitas baik. Struktur mirip aslinya, pengecatan menggunakan bahan cat anti toxin yang aman dan diberi nomor dan dilengkapi dengan keterangan dalam bahasa Indonesia.
65.
Model, Mata Manusia
Ukuran minimal 4 x lebih besar dari ukuran asli, memperlihatkan bola mata dan bagian-bagiannya termasuk tulang hidung, tulang mata dan saraf, Kornea lensa dibuat dari bahan transparan, dapat dibongkar pasang untuk menunjukkan bagian bagian mata, otot penggerak mata. Terpasang pada alas yang stabil.
1 Buah
66.
Model, Telinga Manusia
Ukuran minimal 4 x lebih besar dari ukuran aslinya memperlihatkan telinga manusia bagian luar, tengah, dan dalam terpasang pada alas yang stabil.
1 Buah
67.
Model, Jantung Manusia
Ukuran minimal 3 x ukuran sesungguhnya, dapat dibuka untuk memperlihatkan jantung dan bagian-bagiannya (serambi kanan dan kiri, bilik kanan dan kiri, tricuspid, bicuspid) Dipergunakan untuk mempelajari aliran darah. Terpasang pada alas yang stabil.
1 Buah
CARTA BIOLOGI
Spesifikasi umum carta, bahan carta: kertas minimal 135 gr dengan laminasi/dilapisi UV vernis. Ukuran carta: sekitar 70 x 100 cm, dicetak berwarna, berupa hasil foto atau desain grafis bukan lukisan tangan, menggambarkan struktur dengan bagian-bagian dan informasinya akurat. Keterangan bagian-bagian dan kedalamannya mengacu atau sesuai dengan kurikulum SMP yang berlaku saat ini, mencantumkan referensi yang digunakan. Bagian atas dan bawah diberi lis dengan penggantung, skala harus proposional dengan aslinya.
68.
Carta, Hukum Mendel
Persilangan monohibrid dan dihibrid (contoh pada tumbuhan), dominan, intermediet dan resesif.
1 Buah
69.
Carta, Perkembangbiakan Tumbuhan Generatif
Menunjukan pembuahan pada tumbuhan berbunga dan pertumbuhan biji sampai berkecambah membentuk siklus. Pembuahan ganda. Struktur bunga terlihat jelas dengan bagian-bagiannya, mengacu pada buku referensi (dicantumkan). Penampang memanjang mewakili bunga sempurna yang menunjukkan tabung buluh sari ketika pembuahan.
1 Buah
70.
Carta, Perkembangbiakan Tumbuhan Vegetatif
Menunjukkan berbagai cara perkembangabiakan vegetatif alami dengan cara tunas, rhizoma, geragih, tunas adventif, umbi batang.
1 Buah
71.
Carta, Hewan Tinggi Generatif (vertebrata)
Menunjukan oogenesis dan spermatogenesis, fertilisasi eksternal
1 Buah
41
No.
Nama Alat dan Spesifikasi minimal
Jumlah satuan min.
dan internal, tipe penetasan telur dan inkubasi telur (vivipar, ovipar, ovovivipar)
72.
Carta, Sistim Saraf manusia
Menunjukan sistem saraf manusia, penampang membujur otak manusia, medula spinalis, bagian-bagian sel saraf, bentuk sel saraf sensorik, motorik dan penghubung. Mekanisme gerak refleks.
1 Buah
73.
Carta, Peredaran Darah Manusia
Menunjukan contoh sel-sel darah manusia(sel darah merah, sel darah putih dan keping-keping darah), sistem peredaran darah besar dan kecil manusia. Diberi keterangan nama dari bagian-bagiannya.
1 Buah
74.
Carta, Pencernaan Manusia
Menunjukan sistem percernaan makanan manusia, penampang membujur kepala dan leher, kelenjar dan organ pendukung, penampang melintang usus halus menunjukkan pembuluh lymph, pembuluh dan pembuluh darah.
1 Buah
75.
Carta, Sistim Ekskresi Manusia
Menunjukan potongan membujur ginjal, dengan korteks, medula, nefron, badan malpighi (simpai/kapsul bowman dan glomerulus), tubulus
1 Buah
76.
Carta, Pernapasan Manusia
Menunjukan sistem pernafasan manusia bagian frontal. Dilengkapi bagian terkecil dari paru-paru (bronkiolus, alveolus). Proses ekspirasi dan inspirasi
1 Buah
77.
Carta, Jaringan Tumbuhan
Menunjukan struktur jaringan akar, batang dan daun monokotil dan dikotil.
1 Buah
78.
Carta, Macam-macam Penyerbukan
Menunjukan beberapa penyerbukan (penyerbukan sendiri, tetangga, silang), dan beberapa contoh proses penyerbukan yang dibantu hewan.
1 Buah
79.
Carta, Otot Manusia
Menunjukan otot polos, lurik dan jantung, secara khusus ditunjukkan bagian-bagian dari otot lurik (perut otot, berkas otot, serabut otot, dan tendon). Ditunjukkan pula contoh otot trisep, bisep, fleksor, ekstensor, pronator.
1 Buah
80.
Carta, Alat Reproduksi Manusia
Menunjukan penampang pinggul pria dan wanita, testis dan ovarium dilengkapi dengan nama-nama bagiannya.
1 Buah
42
No.
Nama Alat dan Spesifikasi minimal
Jumlah satuan min.
81.
Carta Organisasi Kehidupan
Menunjukkan organisasi dari tingkat sel hingga organisme
1 Buah
82.
Carta Metamorfosis
Menunjukkan metamorfosis sempurna dan tak sempurna
1 Buah
83.
Carta tahapan perkembangan manusia
Menunjukkan tahapan perkembangan manusia mulai dari bayi hingga dewasa dengan ciri-cirinya
1 Buah
84.
Carta Alat Indra
Menunjukkan bagian-bagian dari mata, telinga, hidung, lidah dan kulit
1 Buah
85.
Carta Sistem Periodik
Dicetak pada plastik atau kertas berlaminasi. Ukuran sekitar 1000 x 750 mm. Edisi terbaru, terisi 111 unsur. Carta memperlihatkan simbol atom, nomor atom, massa atom relatif, konfigurasi elektron, energi ionosasi pertama, massa jenis, titik leleh atau titik didih untuk setiap unsur. Pengelompokkan unsur-unsur (logam, non logam, semi logam, gas, cair) dalam carta dibedakan berdasarkan warna.
1 Buah
86.
Kartu Binatang
Merupakan gambar hasil fotografi full color atau hasil editan desain grafis dan bukan hasil lukisan. Terdiri dari 50 jenis hewan secara individual dalam posisi tegak atau berdiri untuk mammalia dan aves sehingga terlihat bagian-bagian utama tubuhnya. Dicetak pada kertas yang diperkuat dengan plastik PVC ukuran 8 x 12 cm dan dilaminasi. Menunjukan jenis sesuai dengan habitatnya, atau khas geografis indonesia dan dunia atau merupakan hewan langka, Kartu ini digunakan untuk pembelajaran klasifikasi, menjelaskan keanekaragaman dan penyebaran berdasarkan kondisi geografis dari binatang. Pada bagian belakang terdapat nama ilmiah, klasifikasi dan deskripsi habitat.
15 Hewan Vertebrata khas geografis dan langka di dunia selain Indonesia
15 Hewan Vertebrata (pices, reptile, mammalia, aves,,) langka dan terancam punah di Indonesia
10 Hewan Invertebrata yang hidup di laut
10 Hewan Invertebrata yang hidup di darat
2 Set
87.
Kartu Tumbuhan
Merupakan gambar 50 jenis tumbuhan khas dari hasil fotografi atau editan desain grafis dalam kertas ukuran 8 X 12 cm. Dicetak full color pada kertas yang diperkuat dengan plastik PVC sehingga membentuk kartu dan dilaminasi. Menggambarkan tumbuhan yang hidup pada ekosistem yang berbeda seperti tumbuhan air, tumbuhan gurun/padang pasir, tumbuhan pantai, tumbuhan mangrove. Terlihat sebagian besar profil tubuh utamanya, seperti akar, batang, daun, atau yang menggambarkan karakter utama
2 Set
43
No.
Nama Alat dan Spesifikasi minimal
Jumlah satuan min.
tumbuhan. Bukan menunjukkan bunga atau buahnya saja. Mencakup tumbuhan alga, lumut, paku gymnospermae dan angospermae yang hidup pada kondisi habitat tertentu seperti mangrove, pantai pasir, gurun, perairan dsb. Kartu ini digunakan untuk pembelajaran klasifikasi dan menjelaskan keanekaragaman serta penyebaran berdasarkan kondisi geografis dari tumbuhan. Pada bagian belakang terdapat nama ilmiah, klasifikasi dan deskripsi habitat. Jenis tumbuhan yang diperlukan adalah:
10 Jenis Tumbuhan Alga (mikroskopis dan makroskopis)
10 Jenis Tumbuhan Lumut
10 Jenis Tumbuhan Paku-pakuan
5 Jenis Tumbuhan Gymnospermae
15 Jenis Tumbuhan Angiospermae (Dicotil dan nonokotil)
Peraga Bioplastik
Spesimen asli di blok dalam acrylic resin jernih atau polyester resin, berbentuk balok persegi berukuran min 8 cm x12 cm yang tebalnya minimal 1 cm atau disesuaikan dengan ukuran spesimen. Didalam blok, terdapat skala, dan deskripsi singkat mengenai mengenai habitat atau karakteristik jenis, tanpa label nama spesies, diberi kode nomor, setiap set disertai dengan kunci determinasi atau deskripsi.Deskripsi menjelaskan ciri-ciri, siklus hidup dan takson, serta kunci determinasi dalam bentuk cetak
88.
KIT Bryophyta
Terdiri dari 3 blok masing-masing blok berisi 1-5 tumbuhan per spesies pada setiap blok, harus terlihat bentuk individunya, ukuran tumbuhan 3-10 cm, mewakili lumut daun atau lumut hati. Ada buku deskripsi dan disertai kunci determinasi secara makroskopis, untuk menuntun menemukan genus, dalam satu kesatuan, tidak terpisah perspesies. Dikemas dalam satu kotak, diberi nama kit dan identitas perusahaan.
Tiga jenis lumut dapat dipilih dari:
1. Marchantia sp., tallus dichotom lengkap dengan athe/archegoniofor
2. Polytricum sp. atau Dicranum sp. lengkap dengan sporofit
3. Rhodobryum sp. atau Hypnodendron sp. dengan atau tanpa sporofit
4. Fissiden sp. atau Plagiochila sp dengan atau tanpa sporofit
5. Leucobryum sp atau Campylopus sp. dengan atau tanpa sporofit
6. Bryum sp./Rhizogonium sp. dengan sporofit
7. Dumortiera sp, tallus dichotom dan athe/archegonium
1 Set
89.
KIT Pteridophyta
Terdiri dari 3 blok masing-masing berisi minimal 1 spesies, mewakili jenis paku homosfor, heterosfor dan paku peralihan. Ukuran spesimen 5-10 cm. Ada buku deskripsi dan dilengkapi kunci
1 Set
44
No.
Nama Alat dan Spesifikasi minimal
Jumlah satuan min.
determinasi penunjuk genus dalam satu kesatuan, tidak perspesies. Dikemas dalam satu kotak, diberi nama kit dan identitas perusahaan
Tiga jenis tumbuhan paku dapat dipilih dari:
1. Equisetum sp. lengkap akar, batang bercabang dan strobilus
2. Selaginella sp. lengkap akar, batang, daun dan strobilus
3. Lycopodium sp lengkap akar, batang daun dan strobilus
4. Hymenopillum splengkap akar, batang daun dan sorus
5. Drymoglossum sp. lengkap akar, batang, daun dan sorus
6. Salvinia sp./Marsilea sp. lengkap akar, batang dan daun
7. Adiantum sp. lengkap akar, batang daun dan sorus
90.
Buku Panduan Penggunaan Alat Biologi
Berisi seluruh aktifitas penggunaan peralatan biologi lengkap dengan petunjuk praktikum/kegiatan dilengkapi tujuan, langkah kerja dan alat evaluasi. Aktifitas penggunaan alat berisi minimal 30 aktivitas. Buku dicetak pada kertas isi HVS min 70 gr, kertas sampul art paper min 120 gr ukuran A4. Pada sampul halaman belakang tertulis identitas Perusahaan minimal nama, alamat, nomer telepon.
2 Buah
B. Peralatan Laboratorium Bahasa
No
Nama Alat dan Spesifikasi minimal
JumLah satuan min.
1.
Komputer Client
Processor
:
Multicore Processor minimal speed 1.66 GHz L2 Cache 1MB
Chipset
:
Synchronized chipset with the system
Memory
:
2 GB DDR2
Hard Drive
:
250 GB SATA-II
Networking
:
Gigabit Ethernet 10/100/1000 Mbps dan Wireless LAN 802.11 b/g/n
VGA
Minimal 128 MB
Audio
:
Integrated Audio Adapter
I/O ports
:
4x USB 2.0, VGA, LAN, Audio-In, Audio-Out, Microphone
Peripheral
:
Keyboard, Optical Mouse & Uni-Directional Headset with 40mm speaker (merk sama dengan CPU)
Power Supply
:
Max. 65 Watt, AC-DC Power Adapter
Monitor
:
Minimal LCD 15″ (merk sama dengan CPU)
Garansi
:
1(satu) tahun, disertai Surat Pernyataan Barang Asli & Garansi dari produsen (bermeterai)
System Operasi
:
Microsoft Windows 7 Professional, berlisensi legal dengan dibuktikan Certificate Of
18 Unit
45
No
Nama Alat dan Spesifikasi minimal
JumLah satuan min.
Authenticity (COA)
Software Applikasi
:
Aplikasi perkantoran memiliki paket lengkap dengan pemroses kata-kata (word processing), pengolah data / lembar kerja (spreadsheet) dan presentasi.
Manual & Buku Petunjuk
:
Dalam bahasa Inggris dan bahasa
Indonesia
Standar Kualitas
:
- Sertifikasi ISO 9001:2008 dan ISO 14001:2004
- Sertifikasi OHSAS 18001:2007
- Memiliki Sertifikasi Merk dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia RI untuk produk dalam negeri
- Memiliki Surat Izin Industri Perakitan dari Kementerian Perindustrian RI untuk produk dalam negeri
Dokumen Pendukung
:
- Melampirkan Surat Pernyataan Jaminan Keaslian Barang dari Pabrikan Komputer
- Melampirkan Surat Pernyataan Jaminan Legalitas OS & Applikasi dari Pabrikan Komputer
- Diutamakan produksi dalam negeri yang mempunyai kantor pusat operasional & tempat perakitan di Indonesia
Purna Jual
:
Daftar informasi dari pabrikan/distributor resmi berisi alamat dan nomor telepon layanan purna jual terdekat.
2.
Komputer Server
Processor
:
Multicore Processor minimal speed 3.06 GHz L2 Cache 3MB, Dual Core / Quad Threads
Chipset
:
Synchronized chipset with the system
Memory
:
2 GB DDR3
Hard Drive
:
320 GB SATA-II 7200RPM Cache 16MB (2 partitions)
Optical Drive
:
DVD/CDRW Combo Drive
Networking
:
Ethernet Gigabit 10/100/1000Mbps
VGA
:
PCI-Express min. 512MB supports Dual View, (1 to LCD Monitor & 1 to LCD Projector)
Audio
:
Integrated Audio/Sound Adapter
I/O ports
:
Internal media card reader, 6x USB 2.0, Serial, eSATA, UTP RJ-45
Peripheral
:
Keyboard, Optical Mouse & Uni-Directional Headset with 40mm speaker (merk sama dengan CPU)
Casing & Power Supply
:
MicroATX form-factor, max. 300 watt
Monitor
:
Minimal LCD 15″ (merk sama dengan CPU)
Garansi
:
1(satu) tahun, disertai Surat Pernyataan Barang Asli & Garansi dari produsen (bermeterai)
1 Unit
46
No
Nama Alat dan Spesifikasi minimal
JumLah satuan min.
System Operasi
:
Microsoft Windows 7 Professional, berlisensi legal dengan dibuktikan Certificate Of Authenticity (COA)
Software Applikasi
:
Aplikasi perkantoran memiliki paket lengkap dengan pemroses kata-kata (word processing), pengolah data / lembar kerja (spreadsheet) dan presentasi.
Manual & Buku Petunjuk
:
Dalam bahasa Inggris dan bahasa Indonesia
Standar Kualitas
:
- Sertifikasi ISO 9001:2008 dan ISO 14001:2004
- Sertifikasi OHSAS 18001:2007
- Memiliki Sertifikasi Merk dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia RI untuk produk dalam negeri
- Memiliki Surat Izin Industri Perakitan dari Kementerian Perindustrian RI untuk produksi dalam negeri
Dokumen Pendukung
:
- Melampirkan Surat Pernyataan Jaminan Keaslian Barang dari Pabrikan Komputer
- Melampirkan Surat Pernyataan Jaminan Legalitas OS & Applikasi dari Pabrikan Komputer
- Diutamakan produksi dalam negeri yang mempunyai kantor pusat operasional & tempat perakitan di Indonesia
Purna Jual
:
Daftar informasi dari pabrikan/distributor resmi berisi alamat dan nomor telepon layanan purna jual terdekat.
3.
Instalasi Jaringan
Technology
:
Router, supports 802.11b/g/n 300 Mbps
Ports
:
4-ports LAN 10/100Mbps + 1-port WAN (Auto MDI/MDI-X)
Antenna
:
2x Detachable Dipole Antenna.
Wireless Security
:
WPA, WPA-PSK, WPA2, WPA2-PSK supports & WEP 64/128-bit, WPS support.
Wireless Features
:
Wireless Client Issolation, Universal Repeater & WDS Repeater to increase wireless coverage.
Wireless Operations
:
Router Mode, AccessPoint, Bridge, Repeater & Client.
Configuration
:
Web-based Management
Installasi
:
Termasuk aksesoris installasi LAN
Garansi
:
1(satu) tahun, disertai Surat Pernyataan Garansi dari distributor resmi (bermeterai)
Standar Kualitas
:
- Sertifikasi ISO 9001:2008
- Sertifikasi Dirjen POSTEL dari Kementerian Komunikasi & Informatika RI
Keterangan
:
Dilengkapi dengan Surat Keterangan Dukungan Distributor Resmi
1 Paket
47
No
Nama Alat dan Spesifikasi minimal
JumLah satuan min.
4.
UPS (Uninterruptible Power Supply)
Output Power Capacity
:
850 VA
Power Factor
:
70% or higher
Back-up Time
:
> 10 minutes (dibebani 3 set terdiri dari PC+Monitor)
Output Waveform
:
Simulated Sine Wave
Output Power Voltage
:
220 V
Input Power Voltage
:
140V – 250VAC
Input Power Frequency
:
50 – 60 Hz
Protection
:
Overload & Short-circuit protection, Powerline Noise protection
Smart AVR Technology
:
Built-in Stabilizer(AVR)
Battery Type
:
Maintenance Free, Sealed Lead Acid, 12V, 10 AH or better
Outlet(s)
:
Minimal 2(two) universal outlets
Casing
:
Fire Resistence Case
Garansi
:
1(satu) tahun, disertai Surat Pernyataan Garansi dari Distributor Resmi (bermeterai)
Manual & Buku Petunjuk
:
Dalam bahasa Indonesia
Standar Kualitas
:
Sertifikasi ISO 9001:2008
Keterangan
:
- UPS mampu dibebani dengan 3 set Komputer yang terdiri dari PC+Monitor
:
- Dilengkapi dengan Surat Keterangan Dukungan dari Distributor Resmi
7 Unit
5.
LCD Projector + Screen
Projection system
:
DLP or 3 LCD Technology
Brightness
:
Minimal 2500 ANSI Lumens
Native Resolution
:
SVGA (800×600)
Contrast Ratio
:
Minimal 3000 : 1 (Full On/Full Off)
Keystone
:
Manual Vertical + 40o
Aspect Ratio
:
4:3 Native, 16:9 Selectable
Image Size
:
24″ to 300″ (diagonal)
Throw Ratio
:
53″ @ 2M
Color
:
16.7 millions color pallete
Lamp
:
3000 / 4000 hours (Normal / Economic mode)
Input Terminals
:
2x Analog RGB D-sub 15-pin Computer Input
Computer Compatibility
:
VGA (640×480) to UXGA (1600×1200)
Video Compatibility
:
NTSC, PAL & SECAM
Accessories
:
Power cord, VGA Cable & Remote Control with battery
1 Unit
48
No
Nama Alat dan Spesifikasi minimal
JumLah satuan min.
Layar Proyektor
:
Warna Matte White, bahan Vinyl, ukuran 70″x70″ dengan Tripod Stand
Garansi
:
1(satu) tahun, disertai Surat Pernyataan Garansi dari Distributor Resmi (bermeterai)
Manual & Buku Petunjuk
:
Dalam bahasa Indonesia
Standar Kualitas
:
- Sertifikasi ISO 9001:2008
- Sertifikasi Merk dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia RI
Keterangan
:
Dilengkapi dengan Surat Keterangan Dukungan Distributor Resmi
6.
Meubelair (Meja & Kursi)
19 Set
7.
Air Conditioner (AC), 1 PK Split (Termasuk Pipa 5 Meter, Bracat dan Installasi)
2 Set
C. Peralatan IPS
No.
Nama Alat dan Spesifikasi Minimal
JumLah satuan min.
SPESIFIKASI UMUM PETA
 Peta disesuaikan dengan syarat-syarat kartografis yang berlaku umum:
a. Catatan tepi lengkap (seperti judul, skala, orientasi arah, legenda)
b. Penggunaan simbol sesuai dan jelas
c. Letering benar dan jelas
d. Pewarnaan lazim dan jelas
e. Garis lintang dan garis bujur tepat
f. Menggunakan system proyeksi yang sesuai
 Informasi geografi tersaji secara jelas, benar, dan mutakhir.
 Pada peta harus tertera nama penerbit dan percetakan serta tahun pembuatan. Tahun pembuatan sesudah tahun 2008.
 Bingkai dari kayu memiliki permukaan halus tercat/pelitur, menjepit peta dengan kuat, dandilengkapi tali untuk penggantung sertadapat untuk mengikat saat digulung.
 Pada salah satu ujung bingkai kayu diberi label sesuai judul peta, agar ketika peta tergulung,dan akan digunakan, judul peta mudah terlihat.
 Permukaan peta dilaminasi atau dilapis plastik agar dapat ditulisi dengan spidol whiteboard (dapat dihapus).
SPESIFIKASI JENISPETA UMUM/PETA GEOGRAFI
 Peta memuat informasi tentang bentang muka bumi:
 Fenomena bentangan alam, seperti sungai, danau, rawa, laut, dataran tinggi, gunung, pegunungan, dataran rendah, dan sebagainya.
 Fenomena bentangan budaya, seperti kota, jaringan jalan, rel kereta
49
No.
Nama Alat dan Spesifikasi Minimal
JumLah satuan min.
api, batas-batas wilayah administrasi/politik (perbedaan wilayah tidak ditandai dengan perbedaan warna), dan sebagainya.
1
PETA DUNIA (Umum/Geografi)
Ukuran Kertas sekitar 180 x 120 cm
Ukuran Gambar sekitar 170x 115 cm
Skala sekitar 1 : 18.000.000
Jenis Kertas, minimal Mc Art Paper 120 gram, berlapis kain.
1 buah
2
PETA ASEAN (Umum/Geografi)
Ukuran Kertas, sekitar 160 x 125 cm
Ukuran Gambar, sekitar 150 x 120 cm
Skala sekitar sekitar 1 : 4.000.000
Jenis Kertas, Mc Art Paper 120 gram, berlapis kain.
1 buah
3
PETA ASIA (Umum/Geografi)
Ukuran Kertas, sekitar 140 x 105 cm
Ukuran Gambar, sekitar 130 x 95 cm
Skala sekitar 1 : 11.000.000
Jenis Kertas, Mc Art Paper 120 gram, berlapis kain.
1 buah
4
PETA AMERIKA (Umum/Geografi)
1 buah
Ukuran Kertas, sekitar 105 x 80 cm
Ukuran Gambar, sekitar 95 x 70 cm
Skala sekitar 1 : 16.000.000
Jenis Kertas, Mc Art Paper 120 gram, berlapis kain.
5
PETA AFRIKA(Umum/Geografi)
1 buah
Ukuran Kertas, sekitar 80 x 110 cm
Ukuran Gambar, sekitar 75 x 100 cm
Skala sekitar 1 : 12.000.000
Jenis Kertas, Mc Art Paper 120 gram, berlapis kain.
6
PETA AUSTRALIA & SELANDIA BARU (Umum/Geografi)
1 buah
Ukuran Kertas, sekitar 110 x 80 cm
Ukuran Gambar, sekitar 100 x 75 cm
Skala sekitar 1 : 6.000.000
Jenis Kertas, Mc Art Paper 120 gram, berlapis kain.
7
PETA EROPA (Umum/Geografi)
1 buah
Ukuran Kertas, sekitar 130 x 100 cm
Ukuran Gambar, sekitar 120 x 90 cm
Skala sekitar 1 : 5.000.000
Jenis Kertas, Mc Art Paper 120 gram, berlapis kain.
SPESIFIKASI JENIS PETA KHUSUS/TEMATIK
 Simbol pada peta terkait tema/judul peta harus benar dan jelas
 Unsur-unsur peta yang biasa digunakan pada peta umum, dapat tidak dimunculkan atau dimunculkan tergantung pada urgensi yang terkait dengan tema. Contoh: peta wilayah kerajaan Majapahit di jamannya, maka tidak perlu memunculkan batas-batas administrasi dan kota-kota pada wilayah Indonesia seperti saat ini; Peta Wawasan Nusantara
50
No.
Nama Alat dan Spesifikasi Minimal
JumLah satuan min.
harus menampilkan batas-batas wilayah yang jelas sesuai kriteria zona, tetapi tetap memunculkan tampilan fenomena bentang alam maupun bentang budaya lainnya sebagaimana spesifikasi peta umum.
8
PETA WAWASAN NUSANTARA
2 buah
Ukuran Kertas, sekitar 175 x 125 cm
Ukuran Gambar, sekitar 165 x 110 cm
Skala 1 : 3.500.000
Jenis Kertas, Mc Art Paper 120 gram, berlapis kain.
9
PETA PENYEBARAN AGAMA ISLAM DI INDONESIA
1 buah
Ukuran Kertas, sekitar, 120 x 90cm
Ukuran Gambar, sekitar 110 x 80 cm
Skala 1 : 4.500.000
Jenis Kertas, Mc Art Paper 120 gram, berlapis kain.
Menunjukkan jalur arah penyebaran Agama Islam ke berbagai daerah dan letak kerajaan-kerajaan Islam yang pernah ada di Indonesia.Jalur-jalur penyebaran dan situs-situs digambar dengan jelas dan dengan warna yang kontras.
10
PETA PENJELAJAHAN SAMUDERA
1 buah
Ukuran Kertas, sekitar 120 cm x 90 cm
Ukuran Gambar, sekitar 110 cm x 80 cm
Skala 1 : 40.000.000
Jenis Kertas, Mc Art Paper 120 gram, berlapis kain.
Warna: minimal 4 warna
Menunjukkan jalur arah penjelajahan Samudera bangsa-bangsa Eropa ke Indonesia dan berbagai tempat lain di dunia.Jalur-jalur/rute perjalanan dan situs-situs digambar dengan jelas dan dengan warna yang kontras.
11
PETA WILAYAH KERAJAAN SRIWIJAYA
1 buah
Ukuran Kertas, sekitar 120 cm x 90 cm
Ukuran Gambar, sekitar 110 cm x 80 cm
Skala 1 : 4.500.000
Jenis Kertas, Mc Art Paper 120 gram, berlapis kain.
Masing-masing wilayah kerajaan diberi warna yang berbeda.
12
PETA WILAYAH KERAJAAN MAJAPAHIT
1 buah
Ukuran Kertas, sekitar 120 cm x 90 cm
Ukuran Gambar, sekitar 110 cm x 80 cm
Skala 1 : 4.500.000
Jenis Kertas, Mc Art Paper 120 gram, berlapis kain.
Masing-masing wilayah kerajaan diberi warna yang berbeda.
CARTA IPS
Spesifikasi umum carta, bahan carta: kertas minimal 135 gr dengan laminasi/dilapisi UV vernis. Ukuran carta: sekitar 70 x 100 cm, dicetak berwarna, berupa hasil foto atau desain grafis bukan lukisan tangan, menggambarkan struktur dengan bagian-bagian dan informasinya akurat.
51
No.
Nama Alat dan Spesifikasi Minimal
JumLah satuan min.
Keterangan bagian-bagian dan kedalamannya mengacu atau sesuai dengan kurikulum SMP yang berlaku saat ini. Bagian atas dan bawah diberi lis dengan penggantung.
13
CARTA LAPISAN-LAPISAN ATMOSFER
1 buah
Menggambarkan lapisan-lapisan atmosfer terdiri dari lapisan: troposfer, stratosfer, mesosfer, termosfer, dan eksosfer. Tercantum ketinggian lapisan-lapisan tersebut dari permukaan laut, grafik temperatur, dan diskripsi singkat karakteristik setiap lapisan.
14
Carta : Faktor Pendorong Interaksi Sosial
Isi gambar: situasi proses imitasi, Identifikasi, sugesti, dan simpati dan deskripsi singkatnya.
1buah
15
Carta : Bentuk Proses Interaksi Sosial assosiatif dan dissosiatif
Isi gambar: situasi prosesassosiatif dan dissosiatif dan deskripsi singkatnya.
1buah
16
Carta : Macam Status Sosial
Isi gambar: Contoh Macam Status Sosial : Asscribed Status, Achieved Status, Simbol dan assigned status, serta deskripsi singkatnya.
1buah
17
Carta : Bentuk Perubahan Sosial dan Kebudayaan
Isi gambar: situasi Perubahan terencana dan tidak direncanakan, berdampak kecil dan berdampak besar, perubahan cepat dan lambat, serta deskripsi singkatnya.
1buah
18
Carta : Spesimen uang
Isi gambar: contoh spesimen jenis uang (giral dan kartal), mata uang (termasuk mata uang asing yang penting), serta deskripsi singkatnya.
1buah
19
Carta : Pasar
Isi gambar: contoh jenis atau macam pasar, deskripsi singkatnya.
1buah
20
Carta : Lingkungan Hidup dan permasalahannya
Isi gambar: contoh situasi lingkungan rusak dan lingkungan terbina, bentuk-bentuk pemeliharaan dan penanggulangan lingkungan, serta deskripsi singkatnya.
1buah
21
Carta : Bentang alam dan Budaya
Isi gambar: contoh situasi bentang alami dan bentang rekayasa manusia, serta deskripsi singkatnya.
1buah
22
Carta : Bagan Gunung Api dan Tipe-tipe gunung api
Isi gambar: bagian-bagian intrusi, ekstrusi gunung api dan tipe-tipe gunung api serta deskripsi singkatnya
1 buah
23
ATLAS INDONESIA DAN DUNIA
Ukuran Kertas: sekitar 31 x 24 cm
Jumlah halaman: minimal 72 halaman
Bahan Cover: Kertas Ivory 250 gr. Isi: Kertas HVS 100 gr
Warna: Full Color
Dilengkapi daftar isi, legenda, peta umum, peta khusus (tematik), dan
28 buah
52
No.
Nama Alat dan Spesifikasi Minimal
JumLah satuan min.
indeks. Pada atlas harus tertera penerbit dan percetakannya, serta tahun penerbitan.
24
ATLAS SEJARAH INDONESIA DAN DUNIA
28 buah
Ukuran sekitar 31 x 24 cm
Jumlah halaman: min. 110 halaman
Bahan Cover: Kertas Ivory 250 gr
Jenis Kertas minimal HVS 100 gram
Warna: Full Color
Dilengkapi daftar isi, legenda, photo,lukisan tokoh dan peristiwa sejarah, dan indeks. Pada buku harus tertera tahun penerbitan, penerbit dan percetakannya.
25
GLOBE
1 buah
Bahan: Bola bumi terbuat dari plastik
Ukuran: minimal diameter 30 cm
Globe menunjukkan wajah geografis dan politik. Gambar, garis-garis astronomis, dan tulisan pada globe dapat terlihat jelas dan terbaca dengan baik. Menggunakan Bahasa Indonesia. Pada globe harus tertera nama penerbit, serta tahun pembuatannya.
Dipasang pada poros kerangka yang kokoh berbentuk setengah meridian dengan alas yang stabil.
26
SPESIMEN BATUAN DAN MINERAL
Terdiri atas:
a. Contoh Batuan Beku : 1. Granit, 2. Andesit, 3 Batu Apung, 4. Obsidian
b. Contoh batuan sendimen/endapan : 1. Gamping, 2. Batu Lempung, 3. Gipsum, 4. Konglonerat, 5. Breksi, 6. Batu pasir, 7.Tufa, 8. Batubara
c. Contoh batuan Metamorf/Malihan : 1. Kuarsit, 2. Marmer, 3. Batu Sabak, 4. Mika Skis
d. Contoh Mineral : 1. Bauksit, 2. Feldspar, 3. Sulfur, 4.Kalkofirin , 5. Kalsit, 6. Galena, 7. Kaolin, 8. Hematit,
Ukuran Batuan(p x l x t): minimal 3 x 3 x 3 (cm)
Ukuran Kotak wadah(p x l x t): sekitar 20 x 30 x 5(cm)
Batuan ditempatkan dalam satu boks yang kokoh dan diberi tutup. Bagian dalam boks diberi sekat-sekat sebagai tempat masing-masing batuan. Tutup boks dibuat dari bahan plastik transparan tidak berwarna. Masing-masing batuan diberi nama/identitas agar mudah diidentifikasi. Koleksi batuan dilengkapi dengan buku deskripsi tentang setiap batuan secara lengkap, yang berisi antara lain peta persebaran, proses terbentuk, kandungan mineral, tekstur, struktur, pemanfaatanya dalam kehidupan sehari-hari, dan lain-lain.
1 Set
53
No.
Nama Alat dan Spesifikasi Minimal
JumLah satuan min.
27
Kompas
10 buah
Jenis kompas Lensatik.
Kompas dilengkapi visir pembidik sasaran, kaca pembesar, dan penggantung penyangkut ibu jari penopang kompas saat membidik. Tutup dial dengan dua garis bersudut 45°. Tutup dilengkapi kawat pemandu arah objek bidikan.
Ukuran: dia. 50 mm, Tebal 25 mm (keadaan tertutup)
Casing: Aluminium die casting
MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA,
TTD.
MOHAMMAD NUH
Salinan sesuai dengan aslinya.
Kepala Biro Hukum dan Organisasi,
Dr. A. Pangerang Moenta, S.H.,M.H.,DFM
NIP 196108281987031003

 

 


About these ads
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: